Faktor-faktor yang Menyebabkan Turunnya Kualitas Air

Faktor-faktor yang Menyebabkan Turunnya Kualitas Air

BIBLIOTIKA - Ada banyak faktor dan penyebab yang mengubah air sungai yang semula bersih menjadi kotor atau tercemar. Faktor itu bisa pula ikut menyebabkan air sungai mudah meluap, hingga menjadi banjir. Perambahan hutan, misalnya, sudah sejak lama diketahui dapat ikut menjadi penyebab turunnya kualitas air sungai.

Di hutan, ada banyak tumbuhan yang mampu menyimpan dan menyaring air, yang memungkinkan distribusi air berjalan baik dan tidak mengganggu. Namun, manusia kadang mengubah tumbuhan-tumbuhan tersebut dengan tanaman sayuran. Alasannya tentu karena tanaman sayuran memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi daripada tumbuhan yang tumbuh liar di hutan. Namun, hal semacam itu justru mendatangkan akibat fatal bagi lingkungan.

Bersamaan dengan perambahan, biasanya dilengkapi dengan metode penanaman yang tidak patuh pada konservasi alam. Sayuran atau tanaman yang tidak mampu menghalau dan menyerap air sering ditanam tanpa metode sangkedan atau terasiring. Akibatnya, lereng-lereng bagian hulu sungai yang biasanya berada di dataran tinggi akan terkikis.

Hasilnya, rontokan tanah akan terbawa ke sungai, kemudian mengendap di dalamnya. Endapan akibat erosi itu akan dibawa sampai ke hilir. Jika debet air tinggi, pendangkalan itu akan membuat air sungai meluap.

Berdasarkan catatan Pusat Data dan Informasi BNPB, tahun lalu Indonesia telah dihantam banjir 535 kali. Kemudian ditambah 41 kali banjir, disertai dengan tanah longsor. Sedangkan tanah longsor sendiri terjadi 323 kali. Banjir dan longsor tersebut yang paling banyak memakan korban jiwa. Berdasakan data BNPB, dari 450 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia, ada 118 DAS yang dalam kondisi kritis.

Selain itu, air limbah rumah tangga juga berdampak dalam menurunkan kualitas air. Beberapa kegiatan yang bisa menghasilkan limbah di antaranya dapur, mandi, mencuci, dan buang air besar. Limbah domestik tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu (BM) Air Limbah Domestik.

Di sebutkan pada pasal 1 ayat 1, air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan pemukiman, rumah makan, perkantoran, perniagaan, apartemen, dan asrama.

Baca juga: Bagaimana Pupuk dan Pestisida Merusak Ekosistem Sungai?