One Life, Game Paling Gila di Dunia

One Life, Game Paling Gila di Dunia

BIBLOTIKA - Permainan di layar video, atau lazim disebut video game—dan sering disingkat menjadi “game”—pasti telah akrab dengan banyak orang. Dari anak-anak, remaja, sampai orang dewasa, banyak yang menyukai bermain game. Salah satu jenis game yang populer adalah game berbasis first person shooter atau lebih sering disingkat FPS.

Dalam game FPS, pemain akan menjadi tokoh dalam game, yang berperang atau bertarung dengan lawan-lawan di dalam permainan. Umumnya, game berbasis FPS selalu menyediakan fitur respawn, yang memungkinkan si pemain untuk “hidup lagi” setelah mengalami kematian di dalam game. Bisa dibilang, fitur respawn adalah hal yang tidak terpisahkan dari game FPS. Karena, sehebat apa pun seorang gamer bermain, pasti pernah mengalami keadaan memaksa yang membuat si pemain—mau tak mau—“harus mati” dalam permainan.

Sebagian game, khususnya yang berbasis FPS, membatasi jumlah respawn (misal lima kali dapat “hidup lagi”), sementara sebagian lain memberikan “nyawa” dalam jumlah lebih banyak untuk karakter dalam game. Hal itu biasanya disesuaikan dengan metode permainan serta teknik permainan game yang ditampilkan.

Untuk game yang memiliki respawn lima kali, misalnya, akan memungkinkan si pemain game untuk “hidup lagi” lima kali setelah tewas atau kalah dalam permainan. Setelah lima kali “hidup lagi”, maka si tokoh yang mewakili permainan game akan “benar-benar mati” dalam arti tidak bisa hidup kembali. Jika ingin bermain lagi, maka si pemain harus memulai game dari awal lagi.

Keberadaan respawn dalam game, khususnya yang berbasis FPS, bisa dibilang membantu pemain untuk dapat beradaptasi dengan game yang dimainkannya, khususnya untuk game yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Karenanya, seperti yang disebut tadi, keberadaan respawn dalam game FPS dapat dibilang tak terpisahkan. Semua game berbasis FPS hampir bisa dipastikan memiliki fitur respawn.

Namun, kini, ada game berbasis FPS yang bisa dibilang gila. Disebut “gila”, karena game satu ini hanya memberikan satu “nyawa” bagi pemain dalam satu kali permainan. Sekali mati, maka kematian itu akan menjadi kematian permanen, dalam arti tidak ada “nyawa cadangan”, bahkan si pemain tidak akan bisa memainkan game itu selamanya. Karena sudah dianggap mati!

Game yang “gila” itu bernama One Life. Game ini memiliki konsep unik sekaligus gila, karena jika si pemain dinyatakan telah tewas, maka akses ke permainan akan terkunci. Si pemain tidak bisa lagi masuk untuk bermain kembali.

Yang lebih “gila” lagi, One Life ditawarkan dengan harga 10 dolar AS, harga yang tergolong mahal untuk sebuah sensasi permainan sekali seumur hidup.

Dalam memainkan sebuah video game, di menit-menit awal biasanya kita akan melakukan adaptasi untuk mendapatkan kontrol permainan sambil berusaha memahami alurnya. Namun, di saat itu pula, sang karakter utama—alias pemain game—akan rentan terhadap serangan yang memungkinkannya mati dalam game. Dalam hal ini, game One Life hanya menyediakan satu nyawa bagi pemain, dan mematok harga 10 dolar. Kira-kira siapa yang tertarik untuk membayar 10 dolar hanya untuk bermain selama 5 menit?

Dalam permainan One Life, pemain masih diberi kesempatan untuk mempertahankan eksistensi kehidupan, ketika menghadapi serangan. Artinya, saat mengalami kekalahan, pemain tidak langsung tewas sebagaimana umumnya di game lain. Dalam One Life, si pemain akan diberitahu keadaannya sedang sekarat, dan rentan untuk mati. Pada waktu itu, si pemain harus berjuang untuk bertahan hidup, atau pasrah menunggu kematian datang.

Adakah yang tertarik memainkan game “gila” satu ini? Sepuluh dolar untuk satu kali kesempatan hidup dalam video game!