Konsumsi Obat Jangka Panjang dan Kerusakan Ginjal

Konsumsi Obat Jangka Panjang dan Kerusakan Ginjal

BIBLIOTIKA - Kita mungkin pernah atau bahkan sering mendengar, bahwa mengonsumsi obat-obatan secara rutin dalam jangka panjang dapat memicu masalah atau kerusakan pada ginjal. Dunia medis pun membenarkan hal tersebut, bahwa konsumsi obat-obatan dalam jangka panjang dapat memberi efek negatif pada ginjal.

Yang menjadi masalah, kadang ada penyakit yang membutuhkan konsumsi obat-obatan dalam jangka panjang. Misalnya, penderita diabetes atau hipertensi harus mengonsumsi obat-obatan seumur hidup. Apakah obat-obatan yang dikonsumsi penderita diabetes atau hipertensi juga dapat membawa dampak buruk bagi ginjal? Jika ya, maka itu tentu menjadi masalah lain. Bermaksud mengobati satu penyakit, tapi juga memunculkan penyakit lain.

Terkait hal itu, Dr. Dharmeizar, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), memberikan pandangannya. Dalam konfrensi pers World Kidney Day 2017, ia menyatakan, “Kalau untuk kasus seperti itu, tentunya (obat-obatannya) sudah disesuaikan, jadi bahan yang digunakan tak akan merusak ginjal.”

Lebih lanjut, Dr. Dharmeizar menjelaskan, penghentian obat pada penderita diabetes dan hipertensi memiliki efek positif yang tidak sebesar jika tetap mengonsumsi obat. Penghentian mengonsumsi obat-obatan pada penderita diabetes dan hipertensi justru akan berdampak negatif, karena tingginya gula darah dan tekanan darah justru akan memperberat kerja ginjal.

Meski begitu, bukan berarti semua obat aman untuk ginjal. Obat-obatan yang dijual bebas untuk mengatasi penyakit ringan, seperti pusing atau demam, bisa memicu kerusakan ginjal bila dosis yang digunakan berlebihan. Dalam hal ini, Prof. DR. Dr. Suhardjono, dokter spesialis penyakit dalam, menyatakan bahwa obat-obatan yang mengandung paracetamol bisa berdampak buruk bagi ginjal jika dikonsumsi berlebihan.

Karenanya, dalam hal ini, orang-orang yang biasa mengonsumsi obat-obatan bebas—yang banyak tersedia di pasaran—perlu memperhatikan dosis obat yang dikonsumsi. Penting untuk mematuhi anjuran yang tertera pada kemasan obat-obatan tersebut. Jika masih ragu, ada baiknya untuk mengonsultasikannya ke dokter berkompeten.

Baca juga: Menjaga Pola Makan yang Baik dan Sehat