Apa sih #SkipChallenge itu?

 Apa sih #SkipChallenge itu?

BIBLIOTIKA - Di era internet seperti sekarang, banyak tren yang dikenal dan ditularkan melalui internet, khususnya di media sosial. Suatu tren yang dikenal di luar negeri, bisa langsung masuk dan dikenal di Indonesia, karena peran internet dan media sosial. Termasuk tren yang akhir-akhir ini mengemuka, yang disebut #SkipChallenge. Apa sebenarnya #SkipChallenge itu?

#SkipChallenge—atau juga ditulis “skip challange”—adalah permainan yang dilakukan dengan cara menekan dada sekeras-kerasnya selama beberapa waktu. Biasanya dilakukan dua orang—satu menekan, dan satu ditekan. Tujuan penekanan dada itu dimaksudkan agar mengalami kekurangan oksigen, sehingga mencapai sensasi “high”, atau hingga kehilangan kesadaran.

Remaja-remaja yang ikut-ikutan melakukan #SkipChallenge menganggap permainan itu sebagai pengalaman yang menegangkan sekaligus menyenangkan. Karena itu pula, mereka kemudian memvideokan permainan tersebut, dan membagikan rekamannya dengan tagar #SkipChallenge di media sosial, agar viral.

Jika permainan ini di Indonesia disebut #SkipChallenge, di Amerika disebut #PassoutChallenge. Kadang pula disebut “choking game” atau “space monkey”. Apa pun namanya, yang jelas permainan ini tidak semenyenangkan yang mungkin dibayangkan pelakunya, karena bisa sangat berbahaya. #SkipChallenge dapat menyebabkan pingsan, hipoksia (otak kekurangan oksigen), kejang, kerusakan otak, bahkan kematian.

Dr. Nick Flynn, dokter dari Union Quay, Medical Centre, menyatakan, “Saat melakukan passout challenge (atau skip challenge) mereka meniru kondisi kekurangan napas. Mereka menghentikan gerak otot dada, sehingga tidak ada oksigen ke otak. Otak kemudian kekurangan oksigen, dan seseorang akan kehilangan kesadaran.”

Ketika orang melakukan permainan #SkipChallenge, yang terjadi pada otaknya mirip dengan orang yang sedang tenggelam, tersedak, atau mengalami serangan jantung. Karenanya, kondisi itu dapat menyebabkan hipoksia pada otak atau kadar oksigen sangat rendah, dan dapat memicu kejang bahkan kematian.

#SkipChallenge dianggap sangat berbahaya, karena jika otak kekurangan oksigen lebih dari tiga menit, maka bisa terjadi kerusakan otak. Bila berlangsung lebih dari 5 menit, akibatnya fatal.

Meski kesadaran si pelaku permainan #SkipChallenge bisa kembali, namun ada risiko lain, yaitu terjatuh atau cedera setelah siuman dari pingsan. Terkadang, pada situasi tertentu, setelah pingsan karena #SkipChallenge, mereka dalam posisi terduduk, sehingga kerja jantung memompa oksigen lebih sulit. Karena itu, tantangan atau permainan #SkipChallenge seharusnya dihentikan.

Baca juga: Mengapa Para Remaja Tertarik Melakukan #SkipChallenge?