40 Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Ekonomi Global

40 Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Ekonomi Global

BIBLIOTIKA - Ada satu kepentingan yang menyatukan semua negara di dunia, yaitu perekonomian. Masing-masing negara memiliki perekonomian, yang ditunjang oleh bidang keuangan. Dua hal itu—perekonomian dan keuangan—bisa dibilang sebagai hal penting yang menggerakkan dunia. Dalam hal itu, ada pihak-pihak yang dianggap tokoh penting dan berpengaruh dalam perekonomian global, karena memiliki jabatan, otoritas, atau bidang bisnis yang menjangkau banyak isi dunia.

Berikut ini adalah 40 pihak yang dianggap tokoh paling berpenaruh dalam ekonomi global tersebut.

Presiden Amerika Serikat

Amerika Serikat adalah negara adidaya, sekaligus negara besar yang menggerakkan hingga 20 persen perekonomian global. Karenanya, siapa pun yang menjadi presiden Amerika Serikat akan memiliki pengaruh besar dalam perekonomian global. Bagaimana pun, kebijakan Presiden AS akan memiliki dampak di negara tersebut, dan yang terjadi di AS—khususnya dalam bidang ekonomi—akan ikut memberi pengaruh pada dunia global.

Kanselir Jerman

Sama seperti Amerika Serikat, Jerman juga memiliki peran dalam menggerakkan 20 persen perekonomian dunia, bahkan menjadi negara dengan perekonomian terbesar di Uni Eropa. Majalah Forbes pernah menyatakan bahwa Angela Merkel, Kanselir Jerman, termasuk salah satu wanita paling berkuasa di dunia. Selain itu, Jerman juga memiliki peran menentukan dalam penyelesaian krisis utang zona euro yang telah menghambat laju ekonomi global.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB)

Selain Kanselir Jerman, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) juga merupakan tokoh penting dalam menentukan masa depan zona euro. Bank Sentral Eropa tidak hanya telah menurunkan suku bunga acuan zona euro ke level terendah, tapi juga berkontribusi besar dalam dana bailout Eropa.

Mario Draghi, Presiden Bank Sentral Eropa juga menyatakan bahwa ECB akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mengatasi krisis, termasuk memborong surat utang negara di negara-negara zona euro yang terlilit utang dan telah mendapatkan bailout Eropa.

Pembelian surat-surat utang negara oleh ECB dinilai sebagai kunci penting bagi penyelesaian krisis, karena selain akan mendanai kebutuhan negara yang bangkrut, langkah itu juga dapat memaksa negara-negara memenuhi persyaratan pengetatan anggaran dalam paket bailout dan memulihkan kepercayaan investor, sehingga menurunkan beban utang mereka.
 
Perdana Menteri Spanyol 
 
Mariano Rajoy, Perdana Menteri Spanyol, termasuk tokoh yang memiliki pengaruh dalam perekonomian global, karena Spanyol—negara yang dipimpinnya—memiliki utang dalam jumlah yang terus membesar, sementara dunia perbankan di sana mengalami krisis, tingkat pengangguran meningkat 20 persen, sementara perekonomian mengalami resesi.

Meski begitu, Perdana Menteri Spanyol optimistis dapat mengatasi masalah ekonomi dan keuangan negaranya tanpa bantuan eksternal. Sebaliknya, dia memperketat anggaran belanja negara, meski untuk itu harus menghadapi banyak unjuk rasa.

Presiden Prancis

Ketika Francois Hollande terpilih sebagai Presiden Prancis, para pelaku ekonomi di seluruh dunia sempat khawatir, karena sikap politik Francois Hollande yang beraliran sosialis dinilai berlawanan dengan pihak Jerman. Perbedaan yang berlawanan itu dikhawatirkan dapat menghambat upaya penyelesaian krisis zona euro, mengingat Jerman dan Prancis merupakan dua negara dengan perekonomian paling besar dan paling penting di zona euro.

Perdana Menteri Republik Rakyat Cina

Cina adalah negara dengan perekonomian terbesar di Asia, dan terbesar kedua di dunia. Karenanya, posisi perdana menteri di negara itu sangat penting, khususnya dalam perekonomian global. Terkait hal ini, Cina sempat mengalami perlambatan ekonomi dalam 7 kuartal terakhir, padahal semula diharapkan dapat menjadi penopang ekonomi global ketika ekonomi AS dan Eropa mengalami kelesuan.

Perdana Menteri Yunani

Yunani adalah negara yang terlilit utang dalam titik yang parah, khususnya di zona euro, karena itu pemimpin negara ini akan memiliki pengaruh terhadap perekonomian global.

Ketika Antonis Samaras terpilih sebagai Perdana Menteri Yunani, para pelaku ekonomi dunia merasa lega, karena Samaras memiliki kebijakan dalam hal pengetatan anggaran. Hal itu berkebalikan dengan Alexis Tsipras, lawannya dalam pemilihan umum, yang justru menolak kebijakan pengetatan anggaran.

Gubernur The Fed

The Federal Reserve, atau yang biasa disingkat The Fed, memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian Amerika khususnya, dan dunia pada umumnya. Karena itu, siapa pun yang menjadi gubernur atau chairman The Fed memiliki pengaruh yang sama, karena kebijakannya akan ikut menentukan wajah perekonomian global.

Keputusan-keputusan yang diambil Gubernur The Fed akan berpengaruh terhadap dolar, mata uang acuan dunia, dan treasury (surat utang AS) yang menjadi aset perlindungan bagi investor dunia di saat kondisi ekonomi memburuk.

Perdana Menteri Italia

Silvio Berlusconi, Perdana Menteri Italia, mundur dari jabatannya setelah tersangkut kasus pengemplangan pajak. Ia kemudian digantikan Mario Monti, yang mewarisi ekonomi Italia yang melambat, angka pengangguran yang tinggi, utang yang membengkak, dan yield surat utang negara yang melonjak. Meski begitu, Mario Monti menolak meminta bantuan dari luar.

Belakangan, Monti menyatakan akan mundur setelah anggaran 2013 disepakati, karena dia merasa tidak lagi didukung parlemen. Pernyataannya disampaikan beberapa saat setelah Berlusconi, yang penahanannya ditangguhkan setelah mengajukan banding, menyatakan akan kembali maju menjadi perdana menteri.

Selain 9 tokoh yang telah disebutkan di atas, berikut ini 31 tokoh lain yang juga ikut memiliki pengaruh dalam perekonomian global.
  1. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) 
  2. Menteri Keuangan Jerman 
  3. Perdana Menteri India 
  4. Perdana Menteri Jepang 
  5. Mantan Presiden Prancis 
  6. Presiden Republik Rakyat China 
  7. Juru Bicara Majelis Rendah (The House) AS
  8. Gubernur Bank of Japan
  9. Menteri Keuangan AS 
  10. Perdana Menteri Inggris 
  11. Wakil Presiden RRC 
  12. Menteri Luar Negeri AS 
  13. Presiden Dewan Uni Eropa 
  14. CEO Facebook Inc.
  15. Ketua Partai Syriza Yunani 
  16. Menteri Keuangan Inggris 
  17. CEO Berkshire Hathaway
  18. Mantan Perdana Menteri Italia 
  19. Presiden Rusia 
  20. Perdana Menteri Australia 
  21. Gubernur Bank of England
  22. Gubernur People’s Bank of China 
  23. CEO Microsoft Inc.
  24. Investor George Soros
  25. Presiden Filipina 
  26. Presiden Komisi Uni Eropa 
  27. Perdana Menteri Thailand 
  28. Presiden Korea Selatan 
  29. Gubernur New York 
  30. CEO JPMorgan Chase 
  31. Presiden Brasil 

Baca juga: Negara-negara Uni Eropa Tenggelam Dalam Utang