Ternyata Pengguna Internet Bukan Hanya Manusia

Ternyata Pengguna Internet Bukan Hanya Manusia

BIBLIOTIKA - Internet telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia zaman sekarang. Sebegitu dekat internet dengan kehidupan manusia, sampai internet disebut “dunia maya”, yang merupakan dunia lain di luar kehidupan nyata manusia. Namun, ternyata, pengguna dan pengakses internet bukan hanya manusia.

Sebuah temuan baru menemukan bahwa lebih dari setengah lalu lintas yang terjadi di internet berasal dari bot atau aplikasi perangkat lunak yang melakukan tugas-tugas otomatis untuk apa pun yang bisa dipikirkan manusia di internet.

Dalam ekosistem dunia digital, keberadaan bot bisa dibilang sangat umum. Bahkan website atau situs yang paling canggih sekali pun tidak bisa menghndari keberadaan mereka. Bot itulah “makhluk” selain manusia yang juga mengakses dan menggunakan internet.

Terkait bot, peningkatan lalu lintas bot tahun lalu sebagian besar disebabkan penambahan bot yang baik dalam ekosistem, sementara lalu lintas bot buruk tetap hampir sama atau tidak meningkat.

Hampir seperempat dari lalu lintas internet berasal dari bot yang baik, yang memonitor atau memperbaiki web. Contoh umum bot yang baik adalah spider yang digunakan Google dalam memetakan internet, untuk memperluas hasil pencarian mereka. Atau feed fetchers yang digunakan Facebook untuk menyegarkan newsfeed pengguna di ponsel, juga dianggap bot yang baik. Secara total, search spider Google dan feed fetchers Facebook membuat lebih 8% dari semua lalu lintas web di internet.

Sementara bot yang buruk biasanya digunakan untuk mencuri konten dari website, meniru situs untuk memperoleh pendapatan iklan, membuat halaman spam untuk mengumpulkan data pengguna, atau menutup situs-situs tertentu dengan menabrakkan mereka satu sama lain dengan lalu lintas yang sangat tinggi.

Menurut penelitian, bot yang buruk membuat hampir 30 persen dari semua lalu lintas di internet, dan mayoritas dari mereka meniru situs asli atau orang untuk memotong langkah-langkah keamanan.

Pada Desember 2016, White Ops, sebuah perusahaan cybersecurity yang fokus pada malware dan penipuan iklan, mengungkap jaringan kriminal bot buruk terbesar dalam sejarah, yang disebut Methbot.

Methbot mencuri jutaan dolar pendapatan iklan—sebagian besar dari jaringan iklan—dengan menciptakan situs umum, dan mencuri lalu lintas iklan serta pendapatan situs tersebut. Association of National Advertisers dan White Ops memperkirakan bahwa bot buruk tersebut menyebabkan kerugian pengiklan lebih dari 7 miliar dolar per tahun.

Baca juga: Internet Sebagai Sumber Kekayaan