Negara-negara Uni Eropa Tenggelam Dalam Utang

Negara-negara Uni Eropa Tenggelam Dalam Utang

BIBLIOTIKA - Dunia sedang mengalami masalah, dan masalah itu adalah utang yang bertumpuk, dan terus bertumpuk. Nyaris semua negara di dunia menghadapi masalah serupa, yaitu makin menggunungnya utang yang ditanggung. Dalam hal ini, Yunani adalah negara yang paling berat menanggung utang.

Sebegitu besar utang yang ditanggung Yunani, sampai Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan Yunani bahwa utang-utang negara mereka dapat membahayakan Uni Eropa di masa depan. Kenyataannya, saat ini, negara-negara di Uni Eropa memang sedang tenggelam dalam utang.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara di Uni Eropa memang telah melakukan upaya penghematan dan reformasi ekonomi. Meski begitu, Uni Eropa masih menghadapi krisis akibat akumulasi utang Yunani yang pada 2015 mencapai 117,4 persen dari GDP negara tersebut.

Namun ternyata Yunani tak sendirian sebagai negara Uni Eropa dengan utang terbesar. Beberapa negara lain juga memiliki masalah ekonomi yang sama rumit. Berdasarkan data yang dirilis Eurostat, sebanyak lima negara Uni Eropa—jika digabung—memiliki jumlah utang yang jauh lebih besar dari kekuatan ekonomi mereka.

Sementara 21 negara lain memiliki persentase utang di atas 60 persen dari GDP, jauh di atas batasan yang ditentukan dalam Perjanjian Maastricht.

Terkait Yunani, sampai saat ini memang negara tersebut menjadi negara Uni Eropa dengan utang pemerintah terbesar. Disusul Italia dan Portugal, dengan persentase utang 132 persen dan 129 persen dari GDP.

Sementara negara anggota Uni Eropa dengan proporsi utang terkecil adalah Estonia, Luksemburg, dan Bulgaria. Pada 2015, negara-negara tersebut hanya memiliki utang di bawah 30 persen dari GDP.

Level utang di seluruh negara Uni Eropa mencapai 90,4 persen pada 2015, turun sedikit dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 92 persen. Level utang itu merupakan yang tertinggi sejak mata uang tunggal diperkenalkan di Uni Eropa pada 1999.

Baca juga: Harta 62 Orang Ini Setara dengan Separuh Kekayaan Dunia