Kertas Ajaib, Bisa Kembali Kosong Setelah Ditulisi

Kertas Ajaib, Bisa Kembali Kosong Setelah Ditulisi

BIBLIOTIKA - Kertas adalah benda yang sangat lekat dengan kehidupan manusia. Dari buku sampai karton, dari poster sampai aneka label, semuanya menggunakan bahan dasar kertas. Jutaan buku yang dicetak, baik buku tulis kosong maupun buku berbentuk novel dan semacamnya, juga menggunakan bahan kertas untuk memproduksinya.

Yang menjadi masalah, proses pembuatan kertas—sebagai bahan baku—membutuhkan banyak pohon. Akibatnya, semakin banyak kertas yang dibutuhkan, semakin banyak kertas yang diproduksi, semakin banyak pula pohon yang ditebang. Hal itu menjadikan proses deforestasi terus terjadi, dan dalam jangka panjang jelas tidak baik bagi kelestarian alam.

Karena kesadaran itu pula, para ilmuwan kemudian berusaha memecahkan masalah tersebut, dan salah satu temuan yang terkait hal itu adalah pengembangan kertas yang dapat dicetak dengan sinar UV, sehingga menghilangkan kebutuhan terhadap tinta. Kertas yang dapat dicetak tersebut dapat dihapus dengan pemanasan sampai 120 derajat Celcius, dan bisa ditulis ulang lebih dari 80 kali.

Penelitian yang dilakukan dalam upaya mengurangi dampak dari produksi kertas terhadap deforestasi itu dilakukan oleh para peneliti yang berbasis di Shandong University di Cina dan University of California, Riverside. Mereka menjelaskan, rahasia di balik teknologi kertas itu adalah perubahan warna secara kimia. Sebuah lapisan tipis bahan kimia dapat diterapkan untuk kertas konvensional, dan bahan kimia itu nantinya mengubah kertas tersebut menjadi kertas yang dapat digunakan kembali.

Profesor Yadong Yin, profesor kimia di University of California, Riverside, mengatakan hasil penelitian tersebut memiliki manfaat ekonomi dan lingkungan yang sangat besar untuk masyarakat modern. Produksi kertas dan pembuangan memiliki dampak negatif yang besar terhadap lingkungan, karena merupakan sumber terbesar polusi industri, dan kertas yang dibuang mencapai 40% dari tempat pembuangan sampah. Bahkan daur ulang kertas memiliki kontribusi terhadap polusi, karena tinta di atas kertas harus dihapus terlebih dulu.

Produksi kertas juga berkontribusi terhadap deforestasi, dan di Amerika Serikat lebih 30 persen dari semua pohon yang ditebang digunakan untuk produksi kertas dan kardus. Untuk mengatasi masalah itu, para peneliti telah berusaha mengembangkan alternatif untuk kertas sekali pakai.

Di masa lalu, salah satu kemungkinan yang dilakukan adalah dengan mengambil keuntungan dari sifat perubahan warna dari beberapa bahan kimia, namun pendekatan itu menghadapi masalah karena kesulitan dalam menghapus tinta, biaya tinggi, toksisitas, dan kesulitan menerapkan lapisan ke kertas konvensional. Tetapi, kini, para peneliti mengklaim bahwa kertas baru yang mereka kembangkan bisa mengatasi masalah tersebut, dan dapat diterapkan untuk setiap wilayah tempat informasi yang dicetak dan dibutuhkan hanya untuk waktu singkat.

Profesor Yadong Yin percaya bahwa kertas yang bisa ditulis ulang memiliki banyak aplikasi praktis yang melibatkan perekaman dan pembacaan informasi yang bersifat jangka pendek, seperti koran, majalah, poster, catatan, indikator produk, sensor oksigen, dan label, yang ditulis ulang untuk berbagai aplikasi. Para peneliti memperkirakan kertas itu dapat dicetak, dan akan berbiaya murah bila diproduksi pada skala komersial.

Mungkin, dalam beberapa tahun mendatang, kertas ajaib ini akan mulai diproduksi dan diperkenalkan.