Hati-hati dan Waspadai Kecurangan Petugas SPBU

Hati-hati dan Waspadai Kecurangan Petugas SPBU

BIBLIOTIKA - Sebelumnya, beberapa waktu yang lalu, sempat beredar kabar kecurangan petugas SPBU (pom bensin) dalam melayani para pengendara sepeda motor atau mobil yang mengisi bensin. Ada beberapa kecurangan yang dilakukan para petugas SPBU, di antaranya mengutak-atik angka meteran, memainkan tuas pengisi bensin, bahkan ada SPBU yang sampai menggunakan teknologi canggih dalam bentuk remote control untuk mencurangi pengisian bensin.

Ternyata, ada modus kecurangan lain yang dilakukan petugas SPBU, yang benar-benar saya alami. Kali ini modusnya terkait uang kembalian. Agar lebih lengkap, berikut ini saya ceritakan kisahnya secara utuh.

Kemarin, saya masuk ke SPBU untuk mengisi bensin sepeda motor. Seperti biasa, saya mengantre di belakang beberapa orang lain yang juga akan mengisi bensin untuk sepeda motor mereka. Ketika giliran saya sampai, saya pun membuka tangki bensin, dan menyodorkan uang kepada petugas SPBU yang melayani saya.

Waktu itu, saya membeli bensin sebanyak Rp. 17.000 untuk sepeda motor saya. Karena tidak ada uang pas, saya pun menyerahkan uang Rp. 100.000. Petugas SPBU yang melayani saya waktu itu seorang perempuan.

Petugas SPBU menerima uang saya, lalu mengisi bensin ke tangki motor saya. Setelah selesai, dia baru memberikan uang kembalian. Mula-mula, ia menyerahkan uang kembalian sejumlah Rp. 23.000. Saya menerima uang kembalian itu.

Kemudian, si petugas itu tampak sibuk mencari uang kembalian lain, lalu menyerahkan uang kembalian lagi ke saya dalam bentuk pecahan Rp. 2000 sejumlah 5 buah, yang artinya Rp. 10.000. Ia mengucapkan terima kasih, sebagai tanda bahwa urusannya dengan saya sudah selesai. Karena menganggap uang kembalian itu sudah beres, saya pun segera pergi dari situ. Sementara si petugas pengisi bensin tadi sudah sibuk mengisi motor lain yang mengantre.

Waktu itu, saya sudah akan keluar dari komplek SPBU, tapi berhenti sejenak menunggu lalu lintas yang sedang ramai, karena saya harus menyeberang. Pada waktu itulah, saya mulai menyadari sesuatu yang tidak beres.

Tadi, saya membeli bensin sejumlah Rp. 17.000, dan uang yang saya serahkan sejumlah Rp. 100.000. Tapi petugas SPBU hanya menyerahkan kembalian sejumlah Rp. 33. 000 (mula-mula ia memberikan uang kembalian sebesar Rp. 23.000, lalu menyerahkan uang kembalian lagi dalam bentuk uang pecahan dua ribuan sejumlah Rp. 10.000. Artinya, uang kembalian petugas SPBU yang saya terima hanya Rp. 33.000). Artinya pula, uang kembalian saya masih kurang Rp. 50.000.

Sambil masih berhenti di komplek SPBU, saya pun mengeluarkan uang kembalian tadi dari saku celana, dan menghitung jumlahnya. Kenyataannya memang uang kembalian itu hanya Rp. 33.000, dan kurang Rp. 50.000.

Menyadari hal itu, saya pun kembali mendatangi petugas SPBU tadi, dan mengatakan bahwa uang kembalian yang ia berikan masih kurang. Tanpa mengatakan apa-apa, petugas SPBU itu langsung menyodorkan uang Rp. 50.000 kepada saya. Artinya, dia tahu bahwa uang kembalian yang tadi ia berikan kepada saya masih kurang Rp. 50.000. Tetapi, tadi dia mengucap terima kasih setelah memberikan uang kembalian Rp. 33.000, dan langsung melayani pembeli lain, tanpa memberitahu saya bahwa uang kembalian yang diberikannya kurang Rp. 50.000.

Kemudian, selama saya berada di komplek SPBU (karena menunggu lalu lintas yang masih ramai), petugas SPBU yang melayani saya tadi juga melihat keberadaan saya, karena jarak kami relatif dekat. Tapi dia tidak memanggil atau memberitahu saya bahwa uang kembaliannya kurang. Artinya, jika saya langsung pergi dari SPBU itu, maka saya pun telah kehilangan Rp. 50.000 yang tidak diberikan petugas SPBU.

Karenanya, melalui catatan ini, saya ingin berpesan kepada pembaca semua, agar lebih hati-hati ketika membeli bensin di SPBU. Pastikan uang kembalian yang Anda terima benar-benar sesuai (tidak kurang). Karena, bisa jadi, ada petugas SPBU yang nakal, dan memanfaatkan suasana ramai (antre) di SPBU untuk mencurangi Anda. Karena mungkin Anda terburu-buru, bisa jadi uang kembalian Anda tidak sesuai. Jadi, sebaiknya hitung dan perhatikan dulu apakah uang kembalian yang Anda terima benar dan sesuai atau kurang. Setelah itu, baru Anda menjalankan kendaraan untuk pergi dari sana.

Di SPBU, biasanya ada tulisan yang menyatakan bahwa petugas SPBU harus ramah (tersenyum) kepada para pengisi bensin. Tapi keramahan saja tidak cukup. Kita juga mengharapkan para petugas itu jujur dalam mengisi bensin, sekaligus jujur dalam memberikan uang kembalian.