Mengenal PBB dan Latar Belakang Pembentukannya

Mengenal PBB dan Latar Belakang Pembentukannya

BIBLIOTIKA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah organisasi internasional yang beranggotakan hampir seluruh negara di dunia. PBB dibentuk untuk memfasilitasi hukum internasional, keamanan internasional, pengembangan ekonomi, perlindungan sosial, hak asasi, dan pencapaian perdamaian dunia. Dalam bahasa Inggris, organisasi ini disubut United Nations (UN).

Perserikatan Bangsa-bangsa didirikan di San Francisco pada 24 Oktober 1945, setelah Konferensi Dumbarton Oaks di Washington, DC. Namun, Sidang Umum pertamanya baru dilangsungkan pada 10 Januari 1946 di Church House, London, yang dihadiri wakil dari 51 negara.

Dari tahun 1919 hingga 1946, terdapat sebuah organisasi yang mirip PBB, bernama Liga Bangsa-Bangsa. Karenanya, Liga Bangsa-Bangsa bisa dianggap sebagai pendahulu PBB. Liga Bangsa-Bangsa juga menjadi latar belakang dibentuknya PBB.

Liga Bangsa-Bangsa dianggap gagal mencegah meletusnya Perang Dunia II (1939-1945). Untuk mencegah meletusnya Perang Dunia Ketiga, yang tidak diinginkan semua negara dan umat manusia, PBB kemudian didirikan untuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa yang dinilai gagal dalam memelihara perdamaian internasional, dan meningkatkan kerjasama dalam memecahkan masalah ekonomi, sosial, dan kemanusiaan internasional.

Rencana konkrit awal untuk organisasi dunia baru ini dimulai di bawah naungan Departemen Luar Negeri AS, pada 1939. Franklin D. Roosevelt dipercaya sebagai orang yang pertama kali mencetuskan istilah “United Nations” atau Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai istilah untuk menggambarkan negara-negara Sekutu. Istilah itu secara resmi digunakan pertama kali pada 1 Januari 1942, ketika 26 pemerintah menandatangani Piagam Atlantik.

Pada 25 April 1945, Konferensi PBB tentang Organisasi Internasional dimulai di San Francisco, dihadiri oleh 50 pemerintah dan sejumlah organisasi non-pemerintah yang terlibat dalam penyusunan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. PBB resmi dibentuk pada 24 Oktober 1945 atas ratifikasi piagam oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan—Prancis, Cina, Uni Soviet, Inggris, dan Amerika Serikat—dan mayoritas dari 46 anggota lainnya. Sidang Umum pertama diadakan di Westminster Central Hall di London pada Januari 1946, dengan dihadiri 51 wakil negara dan Dewan Keamanan.

Semula, kantor PBB menggunakan bangunan milik Sperry Gyroscope Corporation di Lake Success, New York, dari 1946 hingga 1952, sampai gedung Markas Besar PBB di Manhattan selesai dibangun.

Sejak pendiriannya, banyak kontroversi dan kritik tertuju pada PBB. Di Amerika Serikat, misalnya, ada organisasi bernama John Birch Society, yang memulai kampanye “get US out of the UN” pada 1959, yang menuduh PBB bertujuan mendirikan “One World Government” atau Pemerintahan Seluruh Dunia.

Dalam pertemuan antar pemerintah dan pembuatan dokumen-dokumen PBB, terdapat enam bahasa resmi yang digunakan, yaitu Arab, Cina, Inggris, Prancis, Rusia, dan Spanyol. Sekretariat dan Dewan Keamanan menggunakan dua bahasa kerja—bahasa Inggris dan Prancis—sedangkan Majelis Umum menggunakan tiga bahasa kerja, yaitu bahasa Inggris, Prancis dan Spanyol.

Lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB adalah:
Amerika Serikat (24 Oktober 1945).
Britania Raya (24 Oktober 1945).
Prancis (24 Oktober 1945).
Republik Rakyat Cina (24 Oktober 1945).
Rusia (24 Oktober 1945).

Sedangkan 27 negara pertama yang menjadi anggota PBB pada 24 Oktober 1945 adalah:
Amerika Serikat
Arab Saudi
Argentina
Australia
Belarus
Brazil
Britania Raya
Chili
Denmark
El Savador
Filiphina
Haiti
Iran
Kuba
Lebanon
Luksemburg
Nikaragua
Paraguay
Prancis
Polandia
Republik Dominika
RRC
Rusia
Selandia Baru
Suriah
Turki
Ukraina

Baca juga: Negara-negara yang Terlibat Dalam Perang Dunia II