Konspirasi Rahasia di Balik Mata Uang (2)

 Konspirasi Rahasia di Balik Mata Uang

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Konspirasi Rahasia di Balik Mata Uang 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

“Saya tidak peduli siapa boneka yang akan dipilih menjadi Raja Inggris untuk memimpin kekaisaran yang mataharinya tidak pernah terbenam. Orang yang mengontrol suplai uang Inggris mengendalikan kekaisaran Inggris, dan sayalah yang mengontrol suplai uang Inggris.” —Nathan Mayer Rothschild, 1815 

“Bila anak-anakku tidak menginginkan perang, maka tidak akan terjadi perang.” —Gutle Schnaper, Ibu dari Rothschild bersaudara, 1849 

“Sejak saya bertugas di sini, saya mulai menyadari ternyata pemerintah tidak berkuasa atas masalah finansial. Mereka memang tidak direncanakan untuk berkuasa, pekerjaan sebenarnya mereka adalah melindungi dan menutupi ‘Kekuatan Kaya’.” —William Gladstone, Perdana Menteri Inggris, 1852 

“Pemerintahlah yang seharusnya mencetak dan mengedarkan uang, sesuai kemampuan belanja pemerintah dan daya beli masyarakat. Dengan mengadopsi prinsip ini, rakyat bisa dibebaskan dari bunga pajak yang sangat memberatkan. Uang akan menjadi pelayan manusia, bukan majikannya.” —Abraham Lincoln, Presiden Amerika, 1862

“Siapa yang mengendalikan volume uang di sebuah negara adalah tuan sebenarnya dari industri dan perdagangan… dan ketika Anda sadar bahwa keseluruhan sistem ini sebenarnya mudah dikendalikan, oleh sekelompok kecil orang di atas, Anda tak perlu diberitahu lagi dari mana datangnya periode deflasi dan depresi.” —James Garfield, Presiden Amerika, 1881

“Di satu sisi, ada sekelompok orang yang memegang kekuasaan karena mereka memiliki kekayaan besar, yang mengendalikan semua pekerja dan perdagangan, yang memanipulasi untuk kepentingan pribadi semua suplai uang, yang bahkan lebih berpengaruh daripada pemerintah sendiri, di sisi yang lain ada sekelompok besar lainnya yang tidak berdaya dan hidup menderita. Bunga pinjaman (riba) yang sudah berkali-kali dilarang oleh Gereja, masih dipraktikkan hari ini walaupun dengan bentuk yang berbeda, supaya sekelompok kecil orang kaya bisa mendapatkan keuntungan dari orang miskin yang hidup hanya sedikit lebih baik dibanding seorang budak.” —Paus Leo XIII, 1898 

“Kecuali kami mendapatkan hak pendirian Bank Sentral dengan kendali kredit yang kuat, bila tidak negara ini akan menjalani penderitaan dan kepanikan finansial terbesar dalam sejarahnya.” —Jacob Schiff, 1907 

“Kita telah menjadi salah satu pemerintahan terburuk yang ada dalam peradaban, bukan lagi pemerintahan yang memiliki kebebasan berpendapat, bukan lagi pemerintahan yang dijalankan oleh mayoritas suara, tetapi sebuah pemerintahan yang didominasi oleh sekelompok kecil orang. Sebagian orang-orang besar di Amerika, di dunia perdagangan dan manufaktur, sedang takut pada sesuatu. Mereka tahu ada sebuah kekuatan yang terorganisir, tak terlihat, rumit, yang membuat mereka sebaiknya tidak bicara terlalu keras kalau ingin mengutukinya.” —Woodrow Wilson, Presiden Amerika, 1916 

“Para bankir Internasional dan Standard Oil Rockefeller mengendalikan mayoritas surat kabar, dan mereka mengusir para pegawai yang menolak bersekongkol untuk menutupi korupsi dan kekuatan tak terlihat mereka di pemerintahan.” —Theodore Roosevelt, Presiden Amerika, 1919 

“Pendirian sebuah bank sentral adalah 90% dari usaha mengomuniskan sebuah negara.” —Vladimir Lenin, 1919 

“Bila sebuah negara bisa menerbitkan surat utang, maka dia juga bisa menerbitkan mata uang. Elemen yang membuat sebuah surat utang baik, juga akan membuat mata uangnya baik… Benar-benar gila mengatakan sebuah negara bisa menerbitkan 30 juta dolar surat utang tetapi tidak boleh menerbitkan 30 juta dolar mata uang. Dua-duanya adalah janji untuk membayar, tetapi yang satu menguntungkan si pemberi riba, satunya lagi menguntungkan rakyat banyak.” —Thomas Alfa Edison, 1921 

Baca lanjutannya: Konspirasi Rahasia di Balik Mata Uang (3)