Konspirasi Rahasia di Balik Mata Uang (1)

Konspirasi Rahasia di Balik Mata Uang

BIBLIOTIKA - Pernahkah kita bertanya-tanya, dari mana dan bagaimana asal usul uang yang kita miliki, atau yang ada dalam dompet kita sekarang? Bukan asal usul dari mana uang itu diperoleh, melainkan asal usul uang itu diciptakan.

Kita mendapatkan uang karena bekerja, karena menjual sesuatu, karena bisnis, dan lain-lain. Pertanyaannya, dari mana uang itu berasal pertama kali? Siapa yang membuatnya? Siapa yang menentukan sistem nilainya? Lebih penting dari itu semua, mengapa uang terus ada, tapi kebanyakan orang sulit bertambah kaya?

Hanya sedikit yang menyadari bahwa uang yang beredar di dunia ini sebenarnya dikendalikan oleh sekelompok orang. Uang yang beredar di banyak negara tidak dibuat oleh pemerintah, sebagaimana yang dipahami kebanyakan orang, melainkan dibuat dan dikendalikan oleh sekelompok orang yang di luar kekuasaan pemerintah. Kita bisa menyebutnya swasta.

Di Indonesia, misalnya, siapa yang mencetak dan menerbitkan uang? Bukan pemerintah Indonesia, melainkan bank sentral. Dalam hal ini, bank sentral di Indonesia bernama Bank Indonesia (BI). Bank Indonesialah yang mencetak dan menerbitkan uang, yang memiliki kekuasaan atas uang yang beredar, dan bukan pemerintah.

Lalu bagaimana sistem penerbitan uang yang terjadi selama ini? Ilustrasi mudahnya seperti ini; Bank Indonesia menerbitkan sejumlah uang, dan uang itu diberikan kepada pemerintah sebagai utang. Pemerintah wajib membayar utang tersebut, berikut bunganya. Dan begitu terus menerus.

Sistem yang sama juga terjadi di negara-negara lain. Semua uang yang beredar dibuat dan dikendalikan oleh bank sentral di masing-masing negara. Dan semua bank sentral di banyak negara dikendalikan oleh bank sentral pusat, yang lagi-lagi tidak dikuasai pemerintah mana pun, melainkan dikuasai sekelompok orang.

Uraian ini tentu membutuhkan penjelasan lebih lanjut dan panjang lebar, untuk mengetahui secara jelas mengapa dari waktu ke waktu dunia semakin dililit utang, negara-negara semakin terjerat utang, kemiskinan semakin banyak, padahal uang terus dicetak. Untuk sekarang, Anda bisa menyimak kalimat-kalimat penting berikut ini, yang dikatakan oleh orang-orang terkenal dan berpengaruh.

Orang-orang berikut ini menyatakan sesuatu terkait masalah uang yang beredar di dunia, yang dikendalikan oleh sekelompok orang dan menjerat orang-orang sedunia dalam perbudakan mengerikan....

“Di Amerika, kami menerbitkan uang kami sendiri. Kami menyebutnya Colonial Scrip. Kami menerbitkannya sesuai proporsi permintaan dari perdagangan dan industri yang memproduksi semua barang dari produsen ke konsumen. Dengan mengendalikan mata uang kami sendiri, kami mengendalikan daya beli mata uang kami, dan kami tidak berutang kepada siapa pun.” —Benjamin Franklin, salah satu Bapak kemerdekaan Amerika, 1764

“Biarkan saya yang mengontrol uang sebuah negara, maka saya tidak peduli siapa yang menulis hukum di negara tersebut.” —Mayer Amchel Rothschild, 1790 

“Bila pemerintah tergantung pada para bankir untuk mendapatkan uang, maka bankirlah dan bukan pemerintah yang sedang memegang kendali. Tangan yang memberi di atas tangan yang menerima. Uang tidak mengenal nasionalisme, para bankir tidak memiliki patriotisme, satu-satunya tujuan mereka adalah keuntungan.” —Napoleon Bonaparte, 1800 

“Bila rakyat Amerika mengizinkan perbankan swasta untuk mengontrol uang dari mereka, pertama-tama lewat inflasi dan kemudian dengan deflasi, bank-bank dan korporasi yang mengelilinginya akan memisahkan rakyat Amerika dari properti mereka, sampai suatu hari anak-anak mereka akan bangun dari tidur tanpa rumah di atas tanah yang ditaklukkan oleh leluhur mereka.” —Thomas Jefferson, Presiden Amerika, 1802 

“Kalian (bankir internasional) para penjahat busuk, saya akan mengusir kalian, demi Tuhan, saya akan mengusir kalian!” —Andrew Jackson, Presiden Amerika, 1833 

Baca lanjutannya: Konspirasi Rahasia di Balik Mata Uang (2)