Daftar Negara Anggota OPEC

  Daftar Negara Anggota OPEC

BIBLIOTIKA - Organization of the Petrolium Exporting Countries (OPEC) adalah organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi. OPEC didirikan oleh 5 negara pada 14 September 1960 di Bagdad, Irak. Tujuan didirikannya OPEC adalah untuk menyatukan dan melindungi kepentingan negara-negara penghasil minyak dunia.

OPEC memungkinkan negara anggotanya untuk menjamin pendapatan mereka, dengan mengkoordinasi kebijakan dan harga minyak. Kenyataannya, organisasi ini dibentuk antara lain sebagai respons atas upaya perusahaan minyak barat untuk mendorong harga minyak terus turun. Pada 1962, Indonesia pernah bergabung dengan organisasi tersebut, namun kemudian memutuskan untuk keluar pada 2008 akibat terus menurunnya produsi minyak bumi yang menjadikan Indonesia mengimpor minyak dari negara lain.

Semula, anggota OPEC yang sekaligus pendirinya hanya lima negara, yang kemudian diperluas dengan merangkul negara-negara lain sesama pengekspor minyak.

Lima negara pendiri yang juga menjadi anggota awal OPEC adalah:
  1. Arab Saudi (September 1960).
  2. Irak (September 1960).
  3. Iran (September 1960).
  4. Kuwait (September 1960).
  5. Venezuela (September 1960).

Kini, OPEC memiliki anggota sejumlah 12 negara. Selengkapnya adalah:
  1. Aljazair (1969).
  2. Angola (2007).
  3. Arab Saudi (1960).
  4. Ekuador (1973-1993, masuk kembali menjadi anggota pada 2007).
  5. Irak (1960).
  6. Iran (1960).
  7. Kuwait (1960).
  8. Libya (1962).
  9. Nigeria (1971).
  10. Qatar (1961).
  11. Uni Emirat Arab (1967).
  12. Venezuela (1960).

Di dunia internasional, OPEC mewakili kekuatan politik dan ekonomi yang cukup signifikan. Dua pertiga cadangan minyak dunia serta setengah ekspor minyak dunia dimiliki negara anggota OPEC. Pada 1970-an, OPEC menunjukkan kekuatannya dalam pentas politik dunia, ketika mereka melakukan embargo terhadap Amerika Serikat.

Pada masa itu, Perang Yom Kippur meletus di Timur Tengah, antara Israel yang berperang dengan Mesir dan Suriah. Amerika Serikat kemudian membantu Israel dalam peperangan tersebut. Sebagai respons atas langkah Amerika, OPEC lantas menerapkan embargo minyak yang ditargetkan kepada Amerika Serikat dan sekutu Eropanya. Embargo berlangsung dari tanggal 19 Oktober 1973 hingga 17 Maret 1974.

Embargo itu berdampak sangat luas, meliputi inflasi serta resesi ekonomi di Amerika Serikat dan negara-negara lain yang menjadi target embargo. Pada waktu itu, akibat embargo, pemilik mobil di Amerika Serikat dibatasi untuk hanya membeli bensin pada hari tertentu, serta penerapan plat nomor genap-ganjil untuk beroperasi bergantian. Embargo minyak juga mendorong produsen mobil memproduksi kendaraan berukuran lebih kecil dan hemat bahan bakar.

Bahkan setelah embargo berakhir, harga minyak terus naik, dan ekonomi Amerika Serikat semakin morat-marit. Meski karena hal itu OPEC dianggap telah berlaku “jahat” dalam arena politik, namun organisasi itu juga memiliki tujuan yang bisa dijustifikasi.

Selain itu, OPEC berfungsi mencegah anggotanya dimanfaatkan oleh negara-negara industri, dengan memastikan negara-negara pengekspor minyak memperoleh harga minyak yang adil.