Akar Segala Macam Kejahatan (2)

 Akar Segala Macam Kejahatan

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Akar Segala Macam Kejahatan ~ 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlbih dulu.

Kalau hari ini kamu menganggap uang sepuluh juta adalah jumlah yang besar, maka saya berani bertaruh kamu belum memiliki uang itu. Kelak, ketika kamu telah memiliki uang itu, dan kamu telah menggenggamnya di tanganmu, kamu tak akan lagi berpikir itu jumlah besar, karena uang adalah air laut! Semakin diminum, kamu akan semakin kehausan! Semakin banyak uangmu, kamu akan semakin merasa kurang, dan terus kurang.

Uang adalah penghancur pribadi nomor satu, perusak moral paling hebat, sekaligus pemerkosa nilai-nilai yang paling kuat. Uang jugalah yang paling bisa menjadikan persahabatan yang paling erat dan akrab menjadi ajang pengkhianatan dan penistaan.

Uang menjadikan Tsa’labah yang alim dan dekat dengan Rasulullah berubah menjadi pendusta agama. Uang menjadikan Malin Kundang sampai berani mendurhakai ibunya yang begitu mencintai. Bahkan uang menjadikan Qarun sampai mengaku diri sebagai Tuhan. Dan tentang persahabatan yang menjadi hancur binasa karena uang...?

Tiga orang di zaman Khalifah Harun al-Rasyid bekerja sebagai penambang emas. Mereka satu kampung, satu profesi, dan lebih dari itu mereka tiga sahabat dalam suka maupun duka. Sebagaimana biasa, setiap hari mereka berkelana mencari urat-urat emas di daerah-daerah yang dianggap sebagai tambang emas, kemudian mereka membawanya untuk dijual ke kota.

Sampai suatu hari, di daerah yang belum banyak dikenal orang, mereka berhasil menemukan urat-urat emas yang begitu besar, bahkan paling besar yang pernah mereka temukan. Mereka pun langsung menghitung-hitung jumlah uang yang akan mereka terima dari hasil penjualan emas yang begitu besar itu, dan mata mereka pun berbinar-binar membayangkan tak lama lagi akan menjadi orang kaya-raya!

Tetapi di situlah kemudian ‘hukum kegelapan’ dari uang mulai menanamkan pengaruhnya. Tiga orang itu memasukkan emas temuan mereka ke dalam karung besar, lalu bertiga menggotongnya untuk dibawa ke kota. Karena begitu besar emas yang mereka bawa, mereka pun kelelahan di tengah jalan, dan mereka beristirahat melepas lelah. Karena kehausan, salah satu dari mereka diminta untuk membelikan minuman bagi dua sahabatnya.

Nah, ketika seorang dari mereka pergi untuk membeli minuman, dua sahabat yang masih menunggui emas itu saling berunding. Kalau emas yang besar itu hanya dibagi mereka berdua saja, maka uang hasil penjualan akan semakin besar, dibanding kalau dibagi bertiga dengan sahabat yang satunya. Maka mereka pun kemudian memutuskan untuk membunuh sahabatnya yang tengah pergi kalau nanti ia kembali.

Sementara itu, seorang dari mereka yang tengah pergi untuk membeli minuman berpikir-pikir; kalau emas itu dibagi bertiga dengan sahabat-sahabatnya, maka jumlah yang akan mereka peroleh akan sedikit. Begitu pun kalau dibagi berdua. Satu-satunya jalan yang harus ia lakukan untuk bisa memperoleh hasil besar dari penjualan emas itu adalah jika hanya dirinya yang memiliki emas itu. Maka rencana jahat pun disusun dalam otaknya. Ia kemudian mencampurkan racun pada minuman yang telah dibelinya.

Ketika sahabat yang membelikan minuman itu datang, dua sahabatnya yang telah berencana untuk membunuh pun langsung menebaskan pedang mereka, dan sahabatnya pun tewas bermandi darah. Dua sahabat itu pun senyum-senyum lega, karena kini emas besar itu tinggal milik mereka berdua. Mereka lalu mengambil minuman yang tadi mereka pesan untuk menghilangkan haus mereka. Begitu minuman itu diteguk, dua orang itu pun langsung meregang nyawa, karena adanya racun yang telah dicampur dalam minuman.

Karena kerakusan terhadap uang, tiga orang yang sebenarnya bisa kaya-raya justru mati sia-sia. Lebih dari itu, ketika belum memiliki uang, ketiga orang itu bisa menjadi sahabat yang sehati dan sejiwa. Tetapi ketika uang dalam jumlah besar hadir dalam hidup mereka, persahabatan berubah menjadi arena pengkhianatan dan pembunuhan karena rebutan uang yang membutakan pikiran.

Tahun 1923, delapan orang paling kaya di dunia berkumpul di sebuah hotel di Chicago untuk sebuah pertemuan penting. Konon, jika uang yang dimiliki delapan orang itu dikumpulkan menjadi satu, maka jumlahnya lebih besar dan lebih banyak daripada jumlah seluruh uang yang ada di muka bumi. Delapan orang itu adalah:
Charles Schwab, Presiden Direktur Bethlehem Steel, perusahaan besi baja independen terbesar di dunia;
  1. Richard Whitny, Presiden Bursa Saham New York;
  2. Jesse Livermore, pialang saham terhebat di Wall Street;
  3. Ivan Krueger, penguasa monopoli dagang terbesar di dunia;
  4. Howard Hopson, Presiden Direktur perusahaan gas terbesar di Amerika Utara;
  5. Arthur Cotton, spekulan komoditi gandum terbesar di dunia;
  6. Leon Fraser, Presiden Bank International Seattlement;
  7. Albart Fall, anggota Kabinet Presiden Amerika.

Delapan orang itu dikenal dunia sebagai orang-orang sukses yang telah banyak mengumpulkan kekayaan. Kisah-kisah mereka ditulis dalam berbagai buku oleh penulis-penulis top, dan foto-foto mereka nyaris setiap hari nongol di surat kabar dan majalah.

Tetapi, dua puluh lima tahun kemudian, sesuatu yang ironis terjadi dalam hidup mereka. Inilah yang terjadi...

Charles Schwab, Presiden Direktur Bethlehem Steel, perusahaan besi baja independen terbesar di dunia, mati dalam keadaan bangkrut. Richard Whitny, Presiden Bursa Saham New York, dimasukkan ke penjara Sing-sing, penjara khusus kriminal berat. Jesse Livermore, pialang saham terhebat di Wall Street, mati bunuh diri. Lalu Ivan Krueger, penguasa monopoli dagang terbesar di dunia, juga mati bunuh diri.

Howard Hopson, Presiden Direktur perusahaan gas terbesar di Amerika, menjadi gila. Arthur Cotton, spekulan komoditi gandum terbesar di dunia, mati di luar negeri dalam keadaan tidak mampu membayar hutang. Kemudian Leon Fraser, Presiden Bank International Seattlement, mati bunuh diri. Dan Albart Fall, anggota Kabinet Presiden Amerika, mati dalam keadaan menjadi narapidana.

Mereka barangkali termasuk orang-orang yang pintar mencari uang, tetapi barangkali bukan orang yang pintar mencari uang dengan cara yang benar.

Dan kita menyaksikan di sekeliling, orang-orang yang memiliki banyak barang yang dihasilkan dari uang haram. Berapa lama barang-barang yang mereka miliki itu sanggup bertahan? Berapa panjang kekuatan yang dimiliki oleh kekayaan yang dihasilkan dari uang haram? Kalau barangnya masih kuat, maka pemiliknyalah yang akan dihancurkan, entah dengan cara apa pun yang tak terbayangkan.

Kenal dengan nama Aristottle Onasis? Orang ini adalah pengusaha tanker Yunani yang disebut sebagai orang paling kaya di dunia pada waktu itu. Saking kayanya, dia sampai sanggup membeli sebuah pulau di suatu bagian Yunani, yang kemudian ia beri nama Pulau Scorpio.

Tapi Onasis hidup dalam keadaan merana karena istrinya meninggal ketika dua orang anaknya sedang membutuhkan belaian kasih seorang ibu. Dua orang anaknya, laki-laki dan perempuan, yang menjadi tumpuan harapan ayahnya itu pun kemudian menambah beban batin Onasis.

Si anak laki-laki (Alexander Onasis) tewas dalam olah raga pesawat, sementara si anak perempuan (Maria Onasis) juga tewas karena overdosis. Aristottle Onasis merana, dan kemudian dia mengasingkan diri di pulau Scorpio, seorang diri, dan meninggal secara mengenaskan tanpa seorang pun tahu. Istananya yang megah kemudian hancur tanpa ada yang mewarisi, sementara dia ditemukan orang sekian tahun kemudian dalam keadaan telah menjadi tengkorak yang membusuk.

Baca lanjutannya: Akar Segala Macam Kejahatan (3)