Akar Segala Macam Kejahatan (1)

Akar Segala Macam Kejahatan

BIBLIOTIKA - Di dalam sebuah majalah bisnis yang pernah saya baca, terdapat sebuah data statistik yang begitu mengerikan menyangkut uang. Statistik itu menyebutkan bahwa hampir semua kehancuran menyangkut manusia di muka bumi, sebagian besar disebabkan oleh uang.

Kehancuran rumah tangga, kehancuran persahabatan, kehancuran hubungan, kehancuran organisasi, kehancuran perkumpulan atau persatuan, bahkan kehancuran sebuah pribadi, 10% disebabkan oleh tidak adanya komitmen, 5% disebabkan karena adanya faktor eksternal (semacam orang ketiga dalam suatu hubungan, atau resesi panjang dalam perusahaan), 5% disebabkan oleh hal-hal lain yang tak terdeteksi, sementara 80% disebabkan oleh uang.

Uang menjadi faktor terbesar yang menghancurkan sendi-sendi hubungan, entah dalam bentuk apa pun, yang dibangun oleh manusia. Uang menghancurkan perkawinan yang pada mulanya tenang dan tenteram. Uang menghancurkan persahabatan yang telah dibina selama bertahun-tahun. Uang menghancurkan perusahaan yang telah dibangun dalam jangka waktu lama. Uang menghacurkan organisasi yang telah begitu kukuh dilestarikan. Uang juga menghancurkan setiap individu yang telah tercemari olehnya. Uang adalah benda kecil yang paling menghancurkan di muka bumi.

Alkitab menyatakan, uang adalah akar segala macam kejahatan.

Memang tak bisa dipungkiri bahwa uang memiliki hubungan yang sangat akrab dengan berbagai bentuk kejahatan yang dilakukan manusia. Bacalah di koran-koran. Lihatlah di televisi. Motivasi apakah yang paling besar yang menggerakkan orang hingga melakukan pembunuhan, perampokan, pencurian, penjambretan, penodongan, atau pun perampasan dan pencopetan?

Uang jawabannya! Uanglah yang menggerakkan seseorang yang pada mulanya takut menjadi berani untuk melakukan kejahatan, uanglah yang membutakan pikiran banyak orang hingga tega melukai, bahkan sampai membunuh orang lain demi sesuatu yang diinginkannya.

Uanglah yang menjadikan sepasang suami istri yang rukun bertahun-tahun memilih bercerai. Uanglah yang menyebabkan sahabat rela mengkhianati sahabatnya, saudara membohongi saudaranya, kerabat menyikat kerabatnya. Uang melahirkan kejahatan lebih banyak dibanding apa pun penyebab lain yang bisa disebutkan.

Uang telah membawa sekian banyak laki-laki untuk menjadi pembunuh, perampok, pencuri, pencopet, dan penjahat lainnya. Uang telah menyeret begitu banyak laki-laki masuk ke dalam jeruji besi penjara di mana pun. Uang telah membawa sekian banyak laki-laki waras ke dalam bilik-bilik rumah sakit jiwa, karena tekanan batin yang luar biasa.

Uang juga telah menggiring sekian banyak perempuan untuk melepaskan baju yang dikenakannya, dan mempertontonkannya. Uang telah membujuk begitu banyak perempuan untuk melepaskan kehormatannya, uang telah menyudutkan sekian banyak perempuan untuk menghuni kamar-kamar private, dari yang paling mewah di hotel berbintang lima sampai yang lusuh di lokalisasi-lokalisasi.

Kalau Alkitab mengatakan bahwa uang adalah akar segala macam kejahatan, maka hari ini kita telah tahu bahwa uang bukan hanya menjadi akar segala macam kejahatan, tetapi juga menjadi akar dari segala runtuhnya moral kemanusiaan.

Di dalam psikologi ada semacam fakta yang mengatakan bahwa ‘laki-laki kalah oleh perempuan, sementara perempuan kalah oleh uang’. Benarkah fakta ini...? Sebenarnya, tanpa harus saya jelaskan pun, kamu mungkin sudah tahu jawabannya.

Uang adalah daya tarik yang paling kuat sekaligus paling cepat untuk memikat cewek-cewek di mana pun, khususnya cewek-cewek yang tidak punya moral. Benar, bahwa masih ada banyak perempuan yang tak silau oleh gemerlap uang. Benar, bahwa masih ada perempuan terhormat yang tak mau menukarkan harkat kemanusiaannya demi uang. Benar, bahwa di antara sekian banyak cewek matere di dunia ini masih ada perempuan yang menilai segalanya bukan dari uang semata. Tetapi bahwa uang begitu memikat di mata perempuan, itu fakta yang tak bisa disangkal.

Uanglah yang menjadikan Dody al-Fayed yang sama sekali tidak terkenal berhasil memacari Lady Diana yang sangat terkenal dan terhormat. Uanglah yang membuat anak Sultan Brunei yang berusia hampir 40 tahun bisa mengawini gadis imut berusia 17 tahun. Uang pula yang menjadi pertimbangan besar ketika anak-anak gadis di kampung kita rela dikawinkan dengan laki-laki yang lebih pantas disebut kakek atau setidaknya ayahnya!

Memang bisa saja hubungan-hubungan di atas adalah hubungan yang berdasarkan cinta. Bisa saja Lady Diana memang jatuh cinta kepada Dody al-Fayed. Bisa saja gadis imut berusia sweet seventeen itu memang jatuh hati kepada anak Sultan Brunei. Dan bisa saja anak-anak gadis di kampung kita memang jatuh cinta pada suami-suami tua mereka. Tapi...

Mungkinkah Lady Diana sampai mempertaruhkan nama besar dan kehormatannya di mata dunia, jika Dody al-Fayed adalah anak dari orangtua miskin? Mungkinkah seorang gadis berusia 17 tahun lebih memilih seorang yang berusia hampir 40 tahun, kalau saja lelaki itu bukan anak Sultan Brunei? Mungkinkah anak-anak gadis di kampung kita rela dikawini laki-laki tua yang sebaya ayah atau kakeknya, jika lelaki-lelaki itu tak punya apa-apa yang bisa dijanjikan?

Uang adalah akar segala macam kejahatan, dan uang juga sering kali dijadikan fondasi dasar ketika seseorang ingin menjalin suatu hubungan.

Selain itu, uang adalah air laut yang akan membuat orang semakin kehausan jika meminumnya. Timbunlah banyak uang, dan kau bukan semakin cukup tetapi justru semakin kurang.

Saya kadang mendengar beberapa orang yang sesumbar mengatakan, “Nggak usah khawatir deh, ntar kalau aku udah dapat uang yang sepuluh juta itu, kamu dapat separuhnya!”

Saya tersenyum dan membayangkan bahwa kelak, ketika orang itu telah mendapatkan uangnya yang sepuluh juta itu, dia tidak akan sudi memberikan separuh uangnya kepada orang yang dijanjikannya.

Mengapa ia berani menjanjikan seperti itu? Jawabannya karena ia belum menggenggam uang itu di tangannya! Tetapi nanti, ketika uang dalam jumlah sepuluh juta itu telah tampak di matanya, telah ia rasakan dalam genggamannya, dia tak akan lagi menganggap jumlah itu besar, tetapi justru akan merasa kurang. Sepuluh juta yang masih belum terlihat memang tampak begitu besar. Tetapi jangankan sepuluh juta, bahkan seratus juta pun yang telah terlihat akan tampak kecil.

Sekali lagi, uang laksana air lautan. Semakin diteguk, semakin membuat haus. Karena ‘hukum’ uang ini pulalah yang menyebabkan John D. Rockefeller sampai melakukan monopoli terbesar sepanjang masa, ketika membangun perusahaan Standar Oil-nya.

Dengan kekuatan dan kecerdasan yang dimilikinya, Rockefeller berhasil menjadikan dirinya sebagai orang paling kaya sepanjang masa yang hingga hari ini belum ada yang bisa menandingi. Namun apakah ia puas? Tidak! Dari hari ke hari, bahkan dari detik ke detik, ia terus memikirkan segala cara untuk terus menambah jumlah rekeningnya, meski telah disebut sebagai manusia paling kaya sepanjang sejarah!

Dan ambisinya yang membuta terhadap uang itu pun kemudian dikalahkan oleh pengadilan, dan Rockefeller menuai akibat yang lebih mengerikan. Dia terjangkit sebuah penyakit, hingga tidak bisa memakan apa pun selain hanya bubur gandum yang telah diasamkan, yang bahkan orang paling miskin pun akan segan untuk memakannya!

Dia tergolek di atas tempat tidur, tak bisa melakukan apa-apa selama bertahun-tahun, hingga yang tinggal di tubuhnya hanya kulit yang membalut tulang. Uangnya yang berjumlah milyaran dollar tak bisa mengobati penyakitnya, kekayaan luar biasa berlimpah tak lagi memiliki harga bagi hidupnya.

Baca lanjutannya: Akar Segala Macam Kejahatan (2)