Tanda-Tanda Perang Dunia III Akan Terjadi (Bagian 1)

Tanda-Tanda Perang Dunia III Akan Terjadi

BIBLIOTIKA - Mengapa banyak pihak begitu yakin kalau Perang Dunia III akan terjadi? Mungkin memang terdengar gila kalau kita mengatakan bahwa Perang Dunia III akan terjadi, padahal dunia saat ini tampak baik-baik saja. Tetapi, kenyataannya, perkembangan yang terjadi dari waktu ke waktu menunjukkan kalau Perang Dunia III akan terjadi, meski belum bisa dipastikan kapan waktunya.

Yang jelas, dunia tidak tampak baik-baik saja, sebagaimana yang mungkin disangka kebanyakan orang. Dunia saat ini sedang penuh masalah. Kita yang hidup di Indonesia mungkin tidak mengetahui apalagi menyadari kalau dunia saat ini sedang terkena banyak masalah. Tetapi orang-orang yang tinggal di negeri lain—yang sedang dilanda perang—tahu betul bahwa dunia sedang dalam masalah.

Lebih dari itu, kita juga selalu bisa belajar dari sejarah. Dalam sejarah, sebagaimana yang kita tahu, ada dua perang besar yang pernah melanda dunia, yaitu Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Mempelajari dua perang besar itu akan membantu kita memahami bagaimana kedua perang global tersebut bisa meletus, meliputi tanda-tanda yang menandai awal perang, sampai bagaimana akhir perang.

Yang menjadi masalah sekarang, tanda-tanda yang sama mulai terjadi saat ini. Tanda-tanda yang sama menunjukkan bahwa dunia sedang menuju perang besar. Berikut ini beberapa tanda yang bisa kita amati dan pelajari.

Invasi satu negara ke negara lain

Masih ingat bagaimana dulu Jerman melakukan invasi ke negara-negara lain? Invasi yang dipimpin Hitler waktu itu memulai pecahnya perang global. Hal yang sama terjadi saat ini.

Pada 27 Februari 2014, pasukan Rusia menginvasi Krimea, Ukraina, lalu sekitar 6.000 pasukan Rusia mengambil paksa basis militer, pusat komunikasi, dan bangunan pemerintahan tempat tersebut. Invasi tersebut sebenarnya salah satu bentuk permainan kekuatan Rusia terhadap Ukraina, yang telah lama terjadi. Kedatangan pasukan Rusia itu pun menyulut unjuk rasa dalam beberapa minggu di Rusia.

Terhadap invasi yang dilakukan Rusia, Nasionalis Ukraina menganggapnya sebagai tindakan mengajak perang. Sementara Rusia menganggap invasi tersebut sebagai tindakan pembebasan. Apa pun dalih yang diberikan, yang jelas kerusuhan terjadi di seluruh penjuru negara, menyusul adanya invasi tersebut.

Rusia yang makin agresif

Invasi yang dilakukan Rusia terhadap Krimea memang menimbulkan masalah, dan banyak pihak yang meributkan, termasuk AS, PBB, dan NATO. Tetapi, bagaimana pun, tidak ada pihak yang benar-benar berusaha menghentikan apalagi melawan Rusia. Obama, Presiden Amerika, memang mengecam agresi Rusia terhadap Krimea, tetapi bagaimana pun Obama tidak bisa gegabah, karena Rusia memiliki ancaman mengerikan, yaitu bom nuklir.

Vladimir Putin, pemimpin Rusia, tahu betul bahwa tindakannya tidak akan dihentikan atau dihalang-halangi. Dunia sudah menyaksikan betapa kuatnya Rusia, dan menantang Rusia bisa menjadi masalah. Hal itu sudah terbukti pada Georgia.

Sebelumnya, pada 2008, ketika Vladimir Putin masih menjadi Perdana Menteri, Rusia dan Georgia berselisih. Karena perselisihan itu, Rusia menjatuhkan bom di ibu kota Georgia. Pada waktu itu, organisasi kemanusiaan di seluruh dunia mengecam keras, AS mengeluarkan peringatan yang tak kalah keras dan meminta pasukan Rusia mundur dari Georgia. Tetapi tidak ada satu orang pun yang benar-benar berani menghentikan Rusia.

Pemerintah Rusia sendiri yang akhirnya menarik pasukannya dari Georgia, setelah menganggap bahwa Georgia telah “dihukum secara setimpal”. Karena itulah, sejak itu, Rusia semakin berani melakukan agresi, karena tahu bahwa orang-orang hanya berani meributkan tindakan mereka, tapi tidak benar-benar berani menghentikan mereka.

Konflik beberapa negara

Italia bukan satu-satunya negara yang dapat memicu perang global. Sebagaimana yang terjadi pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II, perang besar-besaran tidak terjadi begitu saja. Perang besar itu dimulai konflik yang sedikit demi sedikit, oleh beberapa negara, hingga akhirnya meletus tanpa bisa dikendalikan.

Pada Perang Dunia II dulu, terjadi konflik yang meliputi Jepang, Italia, dan Jerman, hingga Liga Bangsa-Bangsa tidak mampu menghentikan mereka. Italia menginvasi Ethiopia pada 1935, sementara Jepang menginvasi Cina pada 1937.

Di masa sekarang, konflik semacam itu juga terjadi, meski memiliki latar belakang berbeda. Masalah yang terjadi adalah konflik di Pulau Senkaku yang ada di Laut Cina Timur. Cina dan Jepang menganggap wilayah itu milik mereka, dan tidak ada satu pun yang mengalah. Wilayah perairan itu memang penting dan vital, karena siapa pun pemiliknya akan dapat mengendalikan pulau tersebut, serta mengendalikan jalur perdagangan, perairan, perikanan, hingga potensi minyak.

Baca lanjutannya: Tanda-Tanda Perang Dunia III Akan Terjadi (Bagian 2)