Mengenal Pulau Socotra, Tempat Dajjal Dipenjara (2)

 Mengenal Pulau Socotra, Tempat Dajjal Dipenjara

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Mengenal Pulau Socotra, Tempat Dajjal Dipenjara 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

“Mereka bertanya kepada hewan itu, ‘Makhluk apa kau ini?’ Hewan itu menjawab, ‘Aku adalah Al-Jassasah.’

“Mereka bertanya, ‘Apa itu Al-Jassasah?’

“Hewan itu hanya menjawab, ‘Hai kelompok pria, pergilah ke tempat itu untuk menemukan seseorang, sesungguhnya dia pun ingin bertemu dengan kalian.’

“Mereka pun pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh hewan tadi. Di sana mereka menemukan seorang pria yang sangat besar dan tegap. Mereka tidak pernah melihat orang sebesar itu. Dari tangannya sampai ke tengkuknya sebegitu kuat seperti besi, begitu juga dari lututnya sampai telapak kakinya. 

“Mereka bertanya, ‘Siapa kau?’

“Orang seperti raksasa itu menjawab, ‘Kau telah mendengar cerita tentangku. Sekarang aku ingin bertanya siapa kalian?’

“Mereka menjawab, ‘Kami orang Arab. Kami pergi ke laut naik kapal, tiba-tiba datang ombak besar membawa kami ke tengah-tengah samudera luas, dan kami berada di lautan selama satu bulan. Akhirnya kami terdampar di pulau ini.’

“’Awalnya kami bertemu hewan yang sangat tebal bulunya, sehingga kami tidak dapat mengenali jenis kelaminnya. Kami tanya siapa dia, katanya Al-Jassasah. Kami tanya apa maksudnya, dia hanya menjawab, ‘Hai kelompok pria, pergilah ke tempat itu untuk menemukan seseorang, sesungguhnya dia pun ingin bertemu dengan kalian.’

“’Itulah sebabnya kami datang ke tempat ini. Sekarang kami sudah bertemu denganmu, dan kami ingin tahu siapa kau sebenarnya.’

“Makhluk yang sangat besar itu belum menjawab pertanyaan mereka, tapi terus saja mengajukan pertanyaan, ‘Ceritakan kepadaku keadaan kebun kurma yang di ada Bisan (nama tempat di negeri Syam).”

“’Mereka menjawab, ‘Kondisi apa yang kau maksudkan?’ 

“Orang besar itu menjawab, ‘Maksudku, apakah pohon kurma itu berbuah?’

“Setelah mereka menjawab bahwa pohon kurma itu berbuah, orang besar tadi berkata, ‘Aku takut pohon itu tidak berbuah.’

“Orang besar itu bertanya lagi, ‘Ceritakan kepadaku tentang sungai Tabarah (Danau Tiberias).’

“Mereka menjawab, ‘Tentang apanya yang kau maksudkan?’ 

“Lelaki itu menjawab, ‘Maksudku, apakah airnya masih ada?’ 

“Mereka menjawab, ‘Airnya tidak susut.’ 

“Lelaki itu berkata, ‘Air sungai itu disangsikan akan mengering.’

“Akhirnya lelaki seperti raksaksa itu berkata, ‘Kalau begitu, ceritakan kepadaku tentang Nabi Al-Amin itu, apa yang dia lakukan?’ 

“Mereka menjawab, ‘Dia telah berhijrah dari Makkah ke Madinah.’

“Lelaki itu bertanya lagi, ‘Apakah dia diperangi orang-orang Arab?’ 

“Mereka menjawab, ‘Ya, dia diperangi orang-orang Arab.’

“Lelaki itu bertanya lagi, ‘Kalau begitu, apa yang dia lakukan terhadap mereka?’ 

“Mereka ceritakan bahwa Rasulullah SAW telah mengembangkan dakwahnya, dan sudah banyak pengikutnya. 

“Orang besar itu berkata lagi, ‘Memang begitulah, padahal mereka beruntung jika taat kepadanya.’

“Kemudian, orang itu berkata, ‘Sekarang aku terangkan kepadamu, bahwa aku adalah Al-Masih Dajjal. Nanti aku akan diberi izin keluar, lalu aku pun akan menjelajahi dunia ini. Dalam waktu empat puluh malam, sudah dapat aku jelajahi semua, kecuali Makkah dan Madinah yang tidak dapat kumasuki. Negeri Makkah dan Madinah dijaga oleh para Malaikat, hingga aku tidak dapat menembusnya.’

Rasulullah SAW menekankan tongkatnya di atas mimbar, sambil berkata, “Inilah negeri yang tidak dapat dimasukinya, yaitu Madinah. Saudara-saudara sekalian, apakah sudah kusampaikan cerita ini kepadamu?” 

Mereka menjawab, “Ya, sudah ya Rasulullah.”

Rasulullah SAW berkata lagi, “Sesungguhnya cerita Tamim itu lebih meyakinkanku lagi. Ceritanya sesuai dengan yang telah kusampaikan kepadamu sebelumnya, yaitu tentang Makkah dan Madinah yang tidak dapat dimasuki Dajjal.”

“Hanya saja dia mengatakan di lautan Syam atau di laut Yaman. Dia dari arah timur. Dia dari arah timur,” kata Rasulullah SAW sambil menunjuk ke arah timur.

Dengan hadits tersebut, Rasulullah SAW kembali menyampaikan kabar bahwa Dajjal akan muncul dari arah timur Madinah. Melihat letak Pulau Socotra, berbagai flora-fauna dan keunikan alamnya, serta tempatnya yang terpencil dan tepat di Laut Yaman, maka bukan tidak mungkin kalau teori yang menyatakan Dajjal dikurung di pulau tersebut memang benar adanya.