Mengenal Pulau Socotra, Tempat Dajjal Dipenjara (1)

Mengenal Pulau Socotra, Tempat Dajjal Dipenjara

BIBLIOTIKA - Di kawasan Yaman, ada sebuah pulau bernama Socotra. Pulau terpencil itu terletak di 240 KM sebelah timur Tanduk Afrika, dan 380 KM sebelah selatan Jazirah Arab. Pulau Socotra memiliki banyak keunikan, meliputi flora fauna hingga pemandangan alam, dan dunia menyebut pulau tersebut dengan berbagai julukan. Sebagian menyebutnya Pulau Alien, sementara sebagian lain menyebutnya Pulau Neraka.

Pulau Socotra sebenarnya sangat indah. Namun, karena letaknya yang terpencil, jarang sekali turis atau wisatawan yang datang ke sana. Di pulau itu terdapat aneka hewan dan tumbuhan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Karena kenyataan itu pula, Pulau Socotra pernah dicalonkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang baru. Selain itu, UNESCO memberikan penghargaan kepada Pulau Socotra sebagai salah satu Warisan Dunia.

Yang menarik mengenai Pulau Socotra, ada sebagian orang yang mengemukakan teori bahwa di pulau itulah Dajjal dikurung atau dipenjara. Teori itu didukung oleh kenyataan bahwa alam di pulau tersebut memiliki keanehan yang tidak biasa. Sementara itu, hadist (dalam ajaran Islam) juga menyatakan bahwa tempat Dajjal dipenjara adalah sebuah pulau di Laut Yaman.

Berdasarkan penelitian-penelitian yang dilakukan, para ilmuwan berpendapat bahwa makhluk hidup yang ada di Pulau Socotra adalah sejenis makhluk hidup yang berasal dari masa lampau, dan belum pernah teridentifikasi sebelumnya. Menurut mereka, Pulau Socotra terbentuk sejak jutaan tahun lalu, dengan kondisi yang sama seperti saat ini. Bentuk dan keberadaan pulau itu tidak pernah terganggu oleh pergerakan geologi dari wilayah bumi lainnya.

Karena sejak zaman lampau kawasan pulau itu tidak terjamah manusia, habitat di pulau itu pun bersifat endemik, yaitu tidak ditemukan di daerah lain. Dunia wisata menyebut Pulau Socotra sebagai Dunia Yang Hilang. Di sana, setidaknya ada 900 jenis tanaman aneh yang tidak terdapat di tempat lain. Di antara tumbuhan aneh yang terdapat di Pulau Socotra adalah pohon yang disebut Darah Naga (Dracanea Cinnabari).

Pohon Darah Naga tidak hanya memiliki nama aneh, tapi juga sifat yang aneh. Berbentuk seperti payung, pohon itu memiliki getah berwarna merah seperti darah.

Selain Darah Naga, ada berbagai jenis tumbuhan atau pohon lain yang tak kalah aneh, di antaranya pohon Delima Socotra, Dorstenia, dan pohon Dendrosicyos.

Selain tumbuh-tumbuhan, Pulau Socotra juga memiliki hewan-hewan aneh, yang tidak pernah ditemukan di tempat lain. Di antara hewan-hewan aneh yang terdapat di sana berasal dari spesies burung, kepiting, hingga laba-laba yang langka, dengan bentuk berbeda dari hewan-hewan yang biasa kita temui.

Terkait Dajjal yang kemungkinan dikurung di Pulau Socotra, ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim. Hadist itu cukup panjang, menjelaskan tentang keberadaan Dajjal, dan berikut ini isi hadist tersebut seutuhnya:

Fatimah binti Qais mengatakan, “Aku telah mendengar muadzin Rasulullah SAW memanggil untuk shalat. Aku pun pergi ke masjid, dan shalat bersama Rasulullah SAW. Selesai shalat, Rasulullah SAW naik ke atas mimbar. Tampak semacam bergurau, Baginda berkata sambil tertawa, ‘Jangan ada yang bergerak.’

Kemudian, beliau berkata, “Tahukah kalian mengapa aku memerintahkan jangan ada yang pulang?”

Kami menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”

Rasulullah SAW berkata lagi, “Demi Allah, aku menyuruhmu berkumpul di sini bukan ingin menakut-nakuti, dan bukan karena kabar gembira. Aku ingin menceritakan kepadamu bahwa Tamim Al-Dariy adalah seorang Nasrani, kemudian dia datang menjumpaiku dan masuk Islam. Dia bercerita kepadaku tentang satu kisah mengenai Dajjal.

“Kisah yang dia ceritakan sesuai dengan yang telah kuceritakan kepada kalian sebelumnya. Dia menceritakan, bersama 30 orang temannya pergi ke laut dengan menaiki kapal. Angin kencang datang bertiup, dan ombak besar membawa mereka ke tengah-tengah samudera yang luas.

“Mereka tidak dapat mengarahkan kapal ke pantai, sehingga harus berada di atas laut selama satu bulan. Akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau menjelang terbenamnya matahari.

“Di pulau yang tidak berpenghuni itu, mereka bertemu hewan yang sangat tebal bulunya, sehingga tidak tampak mana kelamin dan duburnya.

Baca lanjutannya: Mengenal Pulau Socotra, Tempat Dajjal Dipenjara (2)