Sikap Sukses: Gigih, Tak Tergoyahkan (2)

Sikap Sukses: Gigih, Tak Tergoyahkan

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Dampak Positif Kebiasaan Memberi 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Nah, tentunya sekarang pemuda ini sudah punya alasan untuk menyerah, bukan? Dan apakah dia menyerah? Sekali lagi tidak. Dia lalu berjalan berkeliling kantor pos sejenak dan kemudian menemukan suatu ide.

Dia melihat bahwa deretan kotak pos terdapat di bagian samping kantor pos itu, maka dia pun berdiri di dekat situ, dan menunggu. Dia menunggu selama dua jam, tetapi tidak ada seorang pun yang datang mengambil surat dari kotak pos. Waktu dua jam lagi berlalu, dan masih juga belum ada orang yang datang.

Akhirnya, menjelang sore hari, seorang laki-laki datang dan mengambil surat dari Kotak Pos 1935. Dia mengikuti laki-laki ini sejauh beberapa blok dan memasuki sebuah gedung kantor besar. Ketika laki-laki itu naik lift, dia mengikuti. Lift berhenti di lantai sebelas, dan laki-laki itu turun serta berjalan memasuki kantor sebuah perusahaan.

Pemuda ini mengikuti memasuki kantor dan kemudian dengan sopan dan hormat bertanya kepada sekretaris apakah dia bisa bertemu dengan manajernya. Sekretaris ini begitu terkesan dengan kesopanan si pemuda ini, hingga ia pun mempersilakan pemuda ini untuk masuk.

Pemuda ini lalu memperkenalkan diri dan mengatakan kepada sang manajer bahwa dia telah menulis tiga surat lamaran untuk pekerjaan yang diiklankan oleh perusahaannya, dan bahwa tidak ada seorang pun yang membalas suratnya.

Dia mengatakan kepada manajer itu bahwa dia sangat ingin bekerja untuk perusahaan ini sehingga dia naik kereta api ke Boston, menunggu sepanjang hari di kantor pos sampai seseorang mengambil surat dari Kotak Pos 1935, lalu mengikuti orang itu ke kantor ini. Kemudian dia berkata, “Dan saya ingin memegang pekerjaan ini pada perusahaan Anda. Saya bisa menjanjikan, Anda akan senang sekali mempekerjakan saya.”

Sang manajer begitu terkesan dengan sikap dan kegigihan si pemuda ini sehingga dia pun mempekerjakannya. Pemuda ini kemudian mulai bekerja keras, dan dia mempelajari semua perincian pekerjaannya.

Sikapnya, ketekunannya, dan pengabdiannya menghasilkan karir yang sangat sukses, dan dia menjadi salah satu tokoh terkemuka dalam bidang analis keuangan. Siapakah nama pemuda yang gigih dan tak mudah tergoyahkan ini? Namanya Roger Babson. Sekarang dia telah menjadi salah satu orang paling sukses dan paling kaya di Amerika!

Napoleon Hill menulis, “Motto dari kehidupan adalah: Seorang pemenang tidak pernah menyerah, dan seorang yang menyerah tidak pernah menang!” Sementara Bob Dylan menyanyikan, “Dia yang tidak sibuk dilahirkan pasti sibuk sekarat.”

Untuk memperoleh impian yang kita inginkan, kita pasti akan disibukkan oleh perjuangan, proses pembelajaran, dan kerja keras yang melelahkan. Namun lebih baik, seribu kali lebih baik, sibuk selagi hidup daripada sibuk saat sekarat!

Baca lanjutannya: Sikap Sukses: Bertanggung Jawab Terhadap Hidup Sendiri