Posisi Indonesia Dalam Perang Dunia III

Posisi Indonesia Dalam Perang Dunia III

BIBLIOTIKA - Jika Perang Dunia III benar-benar terjadi, di manakah posisi Indonesia? Jika perang Dunia III terpecah dalam dua blok besar—barat dan timur atau Amerika dan Rusia—di mana kira-kira posisi Indonesia?

Sangat menarik untuk memikirkan jawaban atas pertanyaan itu, karena mungkin saja jawaban atau kenyataan yang akan terjadi di luar dugaan. Bisa saja Indonesia bergabung dengan Amerika untuk melawan Rusia dan sekutunya, atau bisa jadi pula Indonesia menjadi sekutu Rusia dan ikut berperang melawan Amerika. Mari kita pikirkan.

Selama ini, secara politik maupun ekonomi, Indonesia memang memiliki ikatan bahkan hubungan yang bisa dibilang baik dengan Amerika. Tetapi, diakui atau tidak, sebagian besar orang Indonesia membenci Amerika. Latar belakang pertimbangan itu bisa jadi akan membuat Indonesia sulit memutuskan pilihan.

Jika Perang Dunia III pecah, pemerintah Indonesia bisa saja menyatakan tidak mendukung blok barat atau blok timur. Namun, kondisi ketika perang itu benar-benar pecah akan memaksa Indonesia untuk ikut masuk arena. Karena wilayah indonesia—dari Samudera Pasifik hingga Samudera Hindia—akan menjadi medan pertempuran tentara Australia, India, Pakistan, Malaysia, Singapura, dan Thailand, yang merupakan sekutu Amerika dalam menghadapi perlawanan sekutu Rusia seperti Vietnam, Iran, dan Korea Utara.

Karenanya, ketika Perang Dunia III pecah, dan pertempuran berkecamuk di sekeliling wilayah Indonesia, maka mau tak mau Indonesia harus ikut terjun ke peperangan. Bahkan, kalau pun tidak, sebagian besar wilayah Indonesia akan terkena dampak langsung dari perang yang sedang terjadi.

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita lihat posisi negara-negara dunia ketiga berikut ini, untuk mengira-ngira langkah dan posisi Indonesia selanjutnya.

Jepang

Pada waktu Perang Dunia II, Jepang adalah salah satu negara yang menderita kekalahan, setelah negaranya dibom oleh Amerika Serikat. Di masa lalu, Jepang telah memiliki angkatan perang yang hebat. Karenanya, dengan bantuan teknologi canggih di zaman sekarang, Jepang bisa dipastikan akan memiliki kekuatan yang lebih dahsyat dibanding masa lalu.

Jika Perang Dunia III terjadi, kira-kira ke mana Jepang akan berpihak? Kemungkinan besar, Jepang akan bersekutu dengan Rusia. Meski Jepang juga berselisih dengan Korea Utara—yang menjadi sekutu Rusia—namun Jepang harus mengesampingkan konfliknya tersebut saat harus menghadapi musuh besar yang sama, yaitu Amerika. Bagaimana pun, Amerika telah menjadi bencana bagi Jepang di masa lalu, dan tidak menutup kemungkinan juga di masa depan.

Cina

Saat ini, Cina telah menjadi negara yang besar sekaligus kuat. Dengan jumlah penduduk yang luar biasa banyak, Cina mampu membangun kekuatan ekonomi yang bahkan membuat Amerika khawatir. Kenyataannya, dengan kekuatan ekonomi dan sumber daya yang dimilikinya, dunia memandang Cina sebagai penerus Amerika Serikat di masa depan.

Cina pun tampaknya memang berambisi menjadi negara adidaya yang akan menggantikan Amerika. Karenanya, jika Perang Dunia III pecah, dan Amerika berhadapan dengan Rusia, kemungkinan besar Cina akan berpihak pada Rusia. Pertama, karena Cina memiliki ideologi yang sama dengan Rusia, dan kedua karena dendam masa lalu Cina terhadap Amerika.

Jerman

Sama seperti Jepang, Jerman adalah salah satu negara yang mengalami kekalahan saat Perang Dunia II. Kini, Jerman memang menjalin hubungan kerja sama dengan Amerika, namun hubungan mereka tidak bisa dianggap baik-baik saja. Apalagi setelah Amerika ketahuan melakukan penyadapan terhadap kanselir Jerman, beberapa waktu lalu.

Karenanya, jika Jerman harus memilih antara Rusia dan Amerika saat Perang Dunia III terjadi, kemungkinan besar Jerman akan menjadi sekutu Rusia. Pertama karena sejarah dulu pernah mempertemukan mereka dalam Perang Dunia II, dan kedua karena dendam masa lalu.

Negara Arab

Negara-negara Arab, seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, juga Irak, diketahui merupakan kaki tangan Amerika. Karenanya, jika Amerika harus berhadapan dengan Rusia, kemungkinan negara-negara tersebut akan bersekutu dengan Amerika.

Meski begitu, tidak semua negara Arab akan bergabung dengan Amerika. Negara-negara Arab seperti Libya, Mesir, dan Suriah, bisa dibilang merupakan korban Amerika. Karenanya, hampir bisa dipastikan mereka akan bergabung dengan Rusia.

Indonesia

Jika Perang Dunia III terjadi, kemungkinan besar Amerika dan Rusia sama-sama berharap Indonesia akan menjadi sekutu mereka. Hal itu tidak bisa dilepaskan dari jumlah personil militer yang dimiliki negara ini, yang mencapai 1 juta personil aktif. Jika personil TNI dan POLRI digabungkan, maka Indonesia akan menyumbang 5-10 persen kekuatan di medan perang. Pertanyaannya, manakah yang akan dipilih Indonesia untuk bersekutu?

Meski secara ekonomi dan politik Indonesia memiliki keterikatan dengan Amerika, namun kemungkinan besar Indonesia akan bergabung dengan Rusia. Hal itu tak bisa dilepaskan dari kenyataan bahwa sebagian besar rakyat Indonesia membenci Amerika. Mayoritas muslim di Indonesia juga membenci Israel, yang merupakan kawan dekat Amerika, karena menjadi dalang pembantaian muslim di dunia.

Selain itu, Indonesia juga pasti akan memandang bahwa mayoritas pendukung Amerika adalah negara musuh Indonesia, seperti Israel, atau Australia yang ketahuan menyadap Indonesia, juga Malaysia yang selalu berkonflik dengan indonesia.

Kemudian, Indonesia memiliki sejarah yang baik di masa lalu dengan Rusia. Terakhir, bagaimana pun, Indonesia pasti akan berpikir sudah saatnya untuk melepaskan diri dari intervensi Amerika selama ini terkait, dengan urusan politik, ekonomi, dan lain-lain.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, sepertinya kecil kemungkinan jika Indonesia memilih bergabung dengan Amerika. Sebaliknya, besar kemungkinan Indonesia akan memilih bergabung dengan blok timur, dan menjadi sekutu Rusia. Apalagi blok timur juga memiliki negara-negara kuat seperti Cina, Iran, Jerman, Jepang, Korea Utara, dan tentu saja Rusia.

Baca juga: Perang Dunia III dan Senjata Paling Mengerikan