Perang Dunia III Telah Sampai di Ambang Mata (1)

Perang Dunia III Telah Sampai di Ambang Mata

BIBLIOTIKA - Pada waktu Perang Dunia I pecah, perang itu disebut “perang untuk mengakhiri semua perang”. Banyak orang yang waktu itu percaya bahwa konflik atau peperangan semacam itu tidak akan pernah terjadi lagi. Tetapi, kemudian, Perang Dunia II terjadi, dan membuktikan bahwa konflik dalam skala besar semacam itu bisa kembali terjadi, bahkan lebih buruk dibanding konflik sebelumnya.

Perang Dunia II bisa dibilang selesai pada tahun 1945. Apakah sejak itu konflik benar-benar selesai? Jawabannya tidak. Karena dua tahun seusai Perang Dunia II, muncul hal lain, yang disebut Perang Dingin. Perang itu berlangsung dari 1947 sampai 1991, dan dipicu oleh ancaman senjata nuklir antara Amerika dan Rusia. Disebut “Perang Dingin”, karena waktu itu tidak ada konflik bersenjata secara terang-terangan, namun terjadi perang di dunia politik.

Karena itulah, ketika hari-hari ini sebagian orang mulai mengkhawatirkan terjadinya Perang Dunia III, kekhawatiran itu sebenarnya beralasan. Karena kenyataannya sebagian negara di dunia ini memang terus menyiapkan segala sesuatu yang ditujukan untuk keperluan perang. Rusia menyiapkan senjata-senjata canggih untuk perang, begitu pula Amerika, Cina, dan negara-negara lain. Jika memang dunia tidak menginginkan perang kembali terjadi, kenapa mereka sibuk mempersiapkan aneka peralatan perang?

Memang tidak ada kepastian apakah benar Perang Dunia III akan terjadi, atau kapan terjadinya. Tetapi yang memprediksi dan mengkhawatirkan perang besar itu tidak hanya kalangan awam, namun juga para politisi, pakar intelijen, sampai tokoh agama.

Seusai terjadinya serangan di Prancis, pada November 2015, misalnya, Paus Fransiskus berkata, “Bahkan saat ini, setelah kegagalan kedua dari perang dunia, mungkin seseorang dapat berbicara tentang perang ketiga, satu tahap sedikit demi sedikit, dengan kejahatan, pembantaian, kehancuran.”

Satu tahun sebelumnya, pada 2015, kalimat yang sama ia nyatakan di Italia, pada waktu acara seremonial penghormatan bagi tentara Italia yang tewas pada Perang Dunia I. Ucapan Paus Fransiskus perlu diberi perhatian khusus, karena Paus adalah tokoh agama yang diikuti kata-katanya, khususnya oleh umat kristiani, sejak zaman dulu sampai sekarang.

Terkait kekhawatiran pecahnya Perang Dunia III, banyak pihak memprediksi bahwa konflik yang terjadi saat ini—khususnya di Timur Tengah—akan menjadi pemantik api besar yang menyalakan perang dalam skala besar-besaran. Selain itu, ada pula faktor pemicu lain, yang sama-sama mengarah ke Perang Dunia III, yang salah satunya invasi Rusia ke Ukraina

Invasi Rusia ke Ukraina

Invasi itu dimulai pada Februari 2014. Sebanyak 6.000 tentara Rusia bergerak ke Semenanjung Krimea, dan mengambil alih beberapa bandara di sana. Tapi itu hanya langkah awal, karena kemudian pasukan Rusia juga mengambil alih pangkalan militer, gedung-gedung pemerintah, dan banyak lagi.

Sebagian pribumi Ukraina menyebut tindakan Rusia tersebut sebagai tindakan perang. Tetapi banyak pula pendukung Rusia di negara itu yang senang melihat langkah yang dilakukan Rusia. Dua kubu itu pun lalu menyulut kerusuhan yang mengisi jalan-jalan di Ukraina, hingga terjadi bentrokan. Para pemimpin lokal melarikan diri, meninggalkan sejumlah besar pendukung yang berjuang melawan kehadiran Rusia.

Menghadapi kedatangan Rusia di Ukraina, PBB, NATO, dan AS pun siaga. Vladimir Putin, pemimpin Rusia, memang mengatakan bahwa invasi Rusia ke Ukraina bukan tindakan agresi, tapi hanya upaya untuk menjadikan Ukraina “lebih terasa Rusia” di bidang budaya dan politik.

Apa pun dalih Putin, yang jelas kedatangan pasukan Rusia ke Ukraina telah menimbulkan konflik. Barack Obama, Presiden Amerika Serikat, memperingatkan Putin bahwa invasi yang dilakukan Rusia akan memiliki konsekuensi. Tetapi Putin tampaknya mengabaikan peringatan itu.

Baca lanjutannya: Perang Dunia III Telah Sampai di Ambang Mata (2)