Perang Dunia III Telah Sampai di Ambang Mata (2)

  Perang Dunia III Telah Sampai di Ambang Mata

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Perang Dunia III Telah Sampai di Ambang Mata 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Satu tahun seusai konflik di Ukraina, masalah itu pun reda, dan Rusia merasa berada di atas angin. Ulahnya di Ukraina tidak lagi dipersoalkan, karena fokus negara-negara di dunia mulai teralih ke konflik lain—sebuah konflik yang tengah berlangsung dan lebih lama, serta menimbulkan korban jiwa lebih besar—dan lebih banyak negara yang terlibat di dalamnya. Yaitu konflik di Suriah.

Konflik di Suriah

Konflik di Suriah belum selesai hingga saat ini, meski telah terjadi cukup lama. Konflik itu dimulai dari keinginan rakyat Suriah yang meminta Presiden Suriah, Bashar Assad, turun dari tahta. Tuntutan rakyat Suriah dilakukan dalam bentuk unjuk rasa dan demonstrasi, dan banyak rakyat yang turun ke jalan.

Bashar Assad, Presiden Suriah, membalas aksi unjuk rasa itu dengan menurunkan tentara. Demonstrasi rakyat dibalas tembakan pasukan Suriah. Perlawanan damai pun berubah menjadi perlawanan bersenjata.

Dari situlah, kemudian muncul faksi-faksi pejuang yang didirikan rakyat Suriah, sebagai wadah untuk menghadapi serangan tentara rezim Bashar Assad. Seiring dengan itu, para pejuang asing berdatangan ke Suriah. Mereka datang dari negara-negara lain, yang bertujuan untuk membantu mujahidin/demonstran melawan rezim, atau membantu Bashar Assad melawan rakyatnya.

Yang menjadikan masalah di Suriah banyak disorot dunia, karena kekerasan yang dilakukan Bashar Assad terhadap rakyatnya dinilai keterlaluan. Misalnya, Bashar Assad diketahui menggunakan senjata kimia berupa gas beracun untuk membunuh rakyatnya sendiri. PBB dan lembaga pemerhati Hak Asasi Manusia pun menyorot serta mengecam tindakan pemimpin Suriah tersebut.

Karena kenyataan itu pula, PBB melakukan investigasi, dan telah mengeluarkan resolusi untuk Suriah. Tetapi, resolusi Dewan Keamanan PBB bisa dibilang tak berguna, karena Rusia dan Cina—sekutu utama Bashar Assad—selalu memveto setiap resolusi DK PBB yang akan memberi sanksi atau melakukan penyelidikan atas kejahatan Assad terhadap rakyatnya.

Konflik semakin memanas dan berkepanjangan, ketika tema utama konflik Suriah bergeser dari konflik rakyat dengan penguasa menjadi perang melawan terorisme. Sejak itu, semua negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB terlibat dalam konflik Suriah. Hal yang menjadikan konflik itu semakin rumit adalah ketiadaan konsensus atas definisi terorisme. Definisi terorisme tidak pernah disepakati oleh semua negara.

Melihat kerumitan masalah yang terjadi di Suriah, dengan banyaknya negara yang terlibat dengan misi serta kepentingan masing-masing, konflik Suriah dikhawatirkan banyak pihak dapat pemicu terjadinya Perang Dunia, dan Suriah menjadi titik ledaknya.

Untuk mengetahui negara-negara mana saja yang terlibat dalam konflik di Suriah, silakan baca: Negara-negara yang Terlibat Konflik Suriah