Kemampuan Melihat Kesempatan di Mana-mana (2)

 Kemampuan Melihat Kesempatan di Mana-mana

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Kemampuan Melihat Kesempatan di Mana-mana 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Saya tidak menutup mata bahwa acara-acara itu memang berbau promosi. Tetapi saya pikir, bahwa di dalam acara itu juga ada hal-hal positif yang dapat kita ambil sebagai keuntungan. Bukan makanan dan minuman gratisnya lho. Biasanya, dalam acara-acara semacam itu ada presentasi bisnis yang disampai-kan oleh seorang pakar, dan isi presentasinya biasanya sangat bermanfaat.

Dalam acara-acara itu juga seringkali saya mendengar kata-kata yang penuh motivasi, menguatkan, dan membangun rasa percaya diri. Asal tahu saja, untuk bisa menghadiri acara presentasi semacam itu, biasanya kita dikenai biaya yang tidak sedikit, bahkan biasanya mencapai ratusan ribu rupiah untuk tiap satu acara.

Bukankah itu menguntungkan? Lebih dari itu, saya menyukai menghadiri acara-acara semacam itu karena di situlah saya bisa bertemu dengan orang-orang yang positif, orang-orang yang berpikir positif, orang-orang yang penuh semangat dan menganggap hidup ini sebagai bagian dari perjalanan mewujudkan impian dan bukannya sekedar untuk makan, tidur dan menonton televisi.

Harap dicatat juga, saya bukan anggota bisnis jaringan yang biasa mengadakan acara-acara semacam itu, saya juga bukan sedang mempromosikan acara-acara semacam itu.

Saya hanya ingin menyatakan bahwa di tengah-tengah keadaan yang dianggap banyak orang sebagai krisis yang ber-kepanjangan ini, di tengah keluh-kesah banyak orang yang memandang hidup ini dengan kacamata yang semakin pesimistis, masih ada sekelompok orang yang mau berkumpul bersama membicarakan kemungkinan-kemungkinan dan sekaligus mencari serta mendapatkan kesempatan.

Dan bagi saya pribadi, berkumpul bersama-sama orang-orang yang positif ini seperti menemukan oase di padang gurun tandus yang hanya berisi kekeringan hidup yang penuh keluh-kesah kepasrahan.

Ada kisah unik yang tepat sekali menggambarkan bagaimana banyaknya kesempatan yang hadir di depan pintu kita namun kita tak menghiraukannya karena sudah terburu-buru menilainya secara sinis.

Ada seorang milyuner yang nyentrik, yang memiliki kebiasaan-kebiasaan aneh dan kadang tak masuk akal. Pada suatu malam yang telah sangat larut, sang milyuner ini membungkus uang sejumlah satu juta dolar dalam sebuah koper sederhana, dan kemudian memerintahkan pembantu kepercayaannnya untuk memberikan uang sejumlah satu juta dolar itu kepada siapa saja yang mau membukakan pintu rumahnya.

Pembantu yang dipercaya itu pun segera pergi melaksanakan perintah sang milyuner. Ia mendatangi ke sebuah rumah dan mengetuk pintunya, mengatakan bahwa dia datang untuk memberikan uang sejumlah satu juta dolar tunai untuk mereka, namun anehnya, setiap rumah yang diketuknya tak pernah mau membukakan pintunya.

Ia terus berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lain, menyampaikan tujuannya untuk memberikan uang itu, namun tetap saja tak ada satu pun yang mau membukakan pintunya. Beberapa dari penghuni rumah itu ada yang berteriak dari dalam, “Maaf, saya tidak tertarik dengan apapun yang Anda tawarkan!” Sementara yang lain mengatakan dari dalam, “Saya tidak tertarik membeli apapun yang kamu jual!” Dan yang lainnya lagi berteriak dengan galak, “Pergi! Malam-malam mengganggu orang saja!”

Apapun alasan orang-orang itu, apapun yang ada dalam pikiran orang-orang itu, yang jelas mereka telah kehilangan kesempatan untuk memiliki uang tunai sejumlah satu juta dolar!

Kesempatan ada dimana-mana, hanya saja kita perlu mencari dan mengejarnya. Kesempatan ada dimana-mana, hanya saja kita perlu menajam-kan mata dan pikiran kita. Orang sukses adalah orang yang selalu berusaha untuk melihat kesempatan ada dimana-mana, dan berusaha menggunakan kesempatan itu untuk membantu mewujudkan impian-impiannya!

Baca lanjutannya: Berfokuslah pada Solusi, Bukan pada Masalah