Kemampuan Melihat Kesempatan di Mana-mana (1)

Kemampuan Melihat Kesempatan di Mana-mana

BIBLIOTIKA - Beberapa waktu yang lalu di kota saya muncul suatu bisnis jaringan bernama Voucher-Key, suatu bisnis yang menjadikan pulsa ponsel sebagai alat untuk mendapatkan komisi. Lalu belum lama ini, saya juga membaca dalam sebuah tabloid wirausaha tentang suatu bisnis jaringan yang tidak jauh berbeda dengan yang pertama, hanya kali ini namanya V-Net.

Bisnis ini juga menjadikan pulsa ponsel untuk memperoleh komisi. Bila dihitung per-komisinya mungkin memang sedikit, bahkan sangat sedikit, tetapi ini adalah bisnis jaringan dimana semakin banyak jaringan yang berhasil dibentuk, hasil komisi yang didapat pun menjadi berlipat-lipat sesuai jumlah jaringannya.

Terlepas dari kontroversi yang mungkin mengikuti bisnis semacam itu, saya lebih melihat bahwa itu adalah suatu terobosan bisnis yang cerdas sekaligus cerdik. Lima atau tujuh tahun yang lalu mungkin orang masih cukup asing dengan ponsel atau telepon genggam, tapi sekarang ini, hampir bisa dipastikan setiap orang memiliki ponsel dalam sakunya.

Ponsel sudah bukan lagi menjadi barang mewah untuk kebutuhan, ponsel sudah menjadi gaya hidup. Persis seperti bunyi salah satu iklan di televisi, “Hari gini belum punya handphone...?”

Nah, orang-orang yang menggagas bisnis jaringan dengan menjadikan pulsa ponsel sebagai alat untuk mendapatkan komisi itu adalah contoh orang-orang yang mau melihat kesempatan ada dimana-mana.

Hari ini, berapa juta orang yang telah memiliki ponsel dan berapa juta orang yang harus mengisi pulsa setiap bulannya? Itu adalah pasar yang cukup besar untuk dijadikan sebagai lahan bisnis, dan orang-orang kreatif ini tahu bahwa selalu ada kesempatan di mana-mana selama kita mau membuka mata.

Orang-orang yang sinis mungkin bisa saja mengatakan, “Rasanya kok kurang bermoral ketika kita menjadikan segala sesuatunya sebagai bisnis.”

Dalam perspektif saya, selama itu tidak merugikan orang lain, selama itu bisa memberikan keuntungan yang timbal-balik, why not? Harap dicatat, saya bukan salah satu penggagas bisnis jaringan itu, saya juga bukan anggota dari salah satu bisnis jaringan itu, dan sekarang saya bukan sedang mengiklankan bisnis jaringan itu.

Saya hanya sedang mengedepankan bahwa dalam hidup kita ini ada begitu banyak kesempatan yang muncul di sekitar kita, hanya saja kita perlu menajamkan mata dan pandangan untuk mengenalinya. Selalu ada kesempatan dimana-mana yang bisa kita gunakan untuk membangun hidup kita, memperbaiki potensi kita, sekaligus menolong kita untuk meraih impian dan cita-cita kita.

Hampir setiap bulan saya selalu memperoleh beberapa undangan untuk menghadiri acara-acara presentasi bisnis ataupun workshop kewirausahaan. Undangan-undangan ini diberikan secara gratis dan acaranya biasanya di-adakan di kafe-kafe atau di balroom-balroom hotel.

Pihak penyelenggara juga menyediakan minuman dan makanan kecil. Memang, biasanya acara-acara itu diadakan untuk mempromosikan suatu bisnis tertentu atau untuk mem-presentasikan suatu usaha tertentu. Dan setiap kali ada waktu, saya selalu berusaha untuk menghadirinya.

Beberapa kawan pernah mengatakan dengan sinis, “Mengikuti acara-acara semacam itu hanya buang-buang waktu saja. Mereka hanya sedang promosi dan mencari anggota baru. Acara itu pun diselenggarakan dengan anggaran biaya yang telah mereka peroleh dari anggota lama.”

Baca lanjutannya: Kemampuan Melihat Kesempatan di Mana-mana (2)