Kegegeran Setelah Donald Trump Jadi Presiden Amerika (2)

  Kegegeran Setelah Donald Trump Jadi Presiden Amerika

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Kegegeran Setelah Donald Trump Jadi Presiden Amerika 2). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Yang tidak dikatakan Trump di pidato kemenangan

Pidato kemenangan Donald Trump menunjukkan hal yang berbeda: untuk pertama kalinya dia berpidato dengan nada rendah, tenang, dan merangkul kalangan lain.

Banyak hal yang menjadi kunci kampanyenya selama ini, yang tak dibicarakan, tak disinggung-singgungnya di pidato ini; tak ada pembicaraan tentang pembangunan tembok sepanjang perbatasan Meksiko, tak ada ucapan tentang rencananya memenjarakan Hillary Clinton, tak ada pula ucapan tentang “pemeriksaan secara ekstrem” bagi Muslim yang mau masuk AS.

Reaksi netizen Indonesia atas kemenangan Donald Trump

Menjelang menit-menit kemenangan Donald Trump, keresahan mulai terasa di linimasa. “Bayangkan andai di RI ada tokoh rasis, intoleran, suka ngafir-ngafirin nyalonin jadi presiden. Terus menang. Alangkah suramnya. AS kayak begitu sekarang,” kata sebuah cuitan.

David Duke, bekas pemimpin kelompok kulit putih radikal, Ku Klux Klan, bercuit memberi selamat pada Donald Trump dan pada “rakyat kita” yang memilih Trump.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyakini bahwa siapa pun pemimpin baru Amerika Serikat tidak akan berpengaruh terhadap hubungan baik Indonesia dan Amerika Serikat.

“Hubungan kita tetap akan baik, terutama hubungan dagang dan investasi. Kita tahu Amerika termasuk investor lima besar di Indonesia. Saya kira tidak akan ada perubahan,” kata presiden Jokowi sebelum hasil pemilu AS diumumkan.

Presiden Trump masuk 10 risiko tertinggi dunia

Kemenangan Donald Trump pada pemilihan presiden Amerika Serikat merupakan salah satu dari 10 risiko tertinggi yang dihadapi dunia, begitu menurut kajian the Economist Intelligence Unit (EIU) beberapa waktu lalu.

Divisi riset dan analisa majalah The Economist itu memperingatkan bahwa keberadaan Trump di kursi presiden AS bisa berdampak pada situasi keamanan dan politik dunia.

Saham di pasar Asia berjatuhan


Saham-saham Asia berjatuhan setelah hasil sementara penghitungan suara presiden AS menunjukkan kemenangan Donald Trump semakin dekat. Semua pasar bursa utama di kawasan tersebut kini lebih rendah, dan uang mengalir ke saham-saham safe haven, emas dan mata uang termasuk yen. Sementara itu Peso Meksiko berada di posisi terendah pada dolar.

Hubungan AS-Indonesia jika Donald Trump menang


Jika Hillary Clinton terpilih sebagai presiden, kebijakan luar negeri Amerika Serikat kemungkinan tak mengalami perubahan, sedangkan Donald Trump mungkin tak akan mewujudkan jargon-jargon kerasnya.

Pendapat itu disampaikan oleh Direktur Pusat Kajian Wilayah Amerika di Universitas Indonesia, Suzie Sudarman dan anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon.

Kemungkinan Trump menang, mengerikan bagi Asia


Perkiraan yang nyata dari kemungkinan Trump menjadi presiden AS menimbulkan kekhawatiran yang besar di kalangan para pelaku pasar. Pasar saham India yang baru saja dibuka memperlihatkan penurunan indeks harga saham 3,7%. 

Seluruh pasar saham seperti Australia, Jepang, Hong Kong, Shanghai, dan Korea Selatan juga anjlok. Dan dana segar mengalir ke dalam investasi saham yang aman, emas dan nilai tukar. 

Orang-orang Amerika ingin pindah negara


Situs departemen kewarganegaraan dan imigrasi Kanada tak dapat diakses, seperti ditemukan oleh pengguna Twitter. Orang-orang yang berupaya mengakses situs tersebut menemui kesulitan, pada pukul 22.30 waktu setempat.

Sebelum malam pemilihan, banyak selebriti dan pengguna media sosial yang mengklaim jika Trump menang, mereka akan pindah ke utara.

Orang lama marah kalau Trump menang

Sean Harsha, warga AS keturunan Indonesia mengatakan, “Ini pemilu yang sangat penting untuk AS. Akan sangat berbahaya jika Trump yang terpilih.

“Jika Trump menang, saya tidak akan senang dengan Hakim Agung yang akan dipilihnya. Saya juga khawatir dengan kebijakan luar negerinya. Dia berbicara seenaknya dalam kampanyenya.

“Seperti lelucon yang dibuat Presiden Obama; jika dia tidak dapat mengurus akun Twitter-nya sendiri, maka dia tidak akan dapat mengurus Kode nuklir. Banyak orang bilang akan meninggalkan AS jika Trump menang. Saya pun sering bercanda, jika Trump menang saya akan jadi warga Indonesia. Tapi itu yang dikatakan orang setiap pemilu. Namun kali ini, banyak orang yang akan marah dalam waktu lama jika Trump yang menang.”

Baca juga: Detik-detik Kemenangan Donald Trump Menjadi Presiden AS