Jika Perang Dunia III Meletus, Siapa yang Akan Menang?

  Jika Perang Dunia III Meletus, Siapa yang Akan Menang?

BIBLIOTIKA - Di uraian sebelumnya (Perang Dunia III: Siapa Lawan Siapa?), kita telah melihat negara-negara mana saja yang akan bergabung dengan blok timur (Rusia), dan negara-negara mana saja yang akan bergabung dengan blok barat (Amerika Serikat). Pertanyaannya kemudian, di antara blok barat dan blok timur tersebut, siapakah kira-kira yang akan menjadi pemenang?

Untuk menjawab pertanyaan itu, kita tentu harus memetakan kekuatan masing-masing terlebih dulu. Selain jumlah personil militer yang dimiliki, hal penting yang tak bisa diabaikan dalam Perang Dunia III adalah persenjataan canggih, meliputi nuklir.

Senjata nuklir, itulah yang paling berbahaya dalam Perang Dunia III, karena senjata itu dapat menghancurkan bagian mana pun yang diinginkan, menceraiberaikan pasukan mana pun yang dituju, sekaligus membumihanguskan negara mana pun yang diincar. Karenanya, mari kita lihat negara-negara mana saja yang memiliki persenjataan nuklir, baik negara di blok timur maupun di blok barat.

Blok barat

Negara-negara di blok barat yang memiliki senjata nuklir adalah Amerika Serikat, Israel, Pakistan, India, Inggris, dan Arab Saudi.

Blok timur

Sedangkan negara-negara di blok timur yang memiliki senjata nuklir adalah Rusia, Cina, Libya, Korea Utara, dan Iran.

Bisa dibilang, kekuatan nuklir blok barat maupun blok timur berimbang. Pihak barat memiliki sederet negara dengan persenjataan nuklir, begitu pun pihak timur. Artinya, jika Perang Dunia III terjadi, Amerika bisa saja menggunakan nuklir untuk menghancurkan negara lain di blok timur, namun juga sebaliknya. Negara-negara di blok timur juga bisa menggunakan serangan nuklir untuk menghancurkan Amerika atau pun sekutunya.

Karenanya, jika Perang Dunia III terjadi, kawasan bumi diperkirakan akan hancur hingga 80 persen, akibat penggunaan senjata nuklir yang besar-besaran. Jika Perang Dunia II menewaskan sekitar 80 juta orang, maka Perang Dunia III diperkirakan akan menewaskan korban dalam jumlah lima kali lipat.

Perang Dunia III pasti akan menjadi perang yang sengit, karena masing-masing pihak—di blok barat maupun di blok timur—akan mati-matian menghancurkan lawan, akibat perasaan tertekan dan kebencian diam-diam yang mungkin selama ini mereka simpan. Bagaimana pun, Amerika dan Israel sudah terlalu banyak membuat masalah di muka bumi, dan sudah saatnya mereka dihentikan.

Tetapi, yang jelas, Perang Dunia III tidak akan melahirkan pemenang. Karena bisa dibilang kedua pihak akan sama-sama kalah. Kenyataan itu tak bisa dilepaskan dari faktor persenjataan nuklir yang digunakan. Bayangkan saja, di masa lalu, Perang Dunia II berhenti ketika Jepang hancur oleh bom. Pada masa lalu, pemilik bom hanya Amerika, dan bom itu hanya dijatuhkan di Jepang. Di masa sekarang, negara-negara yang terlibat perang sama-sama memiliki senjata yang sama, dan mereka tentunya bisa menggunakannya untuk menghancurkan negara mana pun yang menjadi lawan.

Karenanya, Perang Dunia III tidak akan menghasilkan pemenang. Semua yang terlibat akan sama-sama kalah, sama-sama hancur. Karena itu pula, Perang Dunia III kerap dianggap sebagai perang akhir zaman, karena perang itu akan memusnahkan miliaran manusia, sekaligus mengubah bumi menjadi padang gersang yang menyedihkan. Jangankan negara yang terlibat perang, bahkan negara-negara yang tidak terlibat dalam perang pun akan sama terkena dampaknya.

Namun, satu hal pasti jika perang itu selesai, dunia akan lebih stabil, karena Amerika dan sekutunya pasti telah kehilangan banyak kekuatan. Konsekuensinya, negara-negara yang semula berada di bawah pengaruh dan cengkeraman Amerika akan mulai bebas dan benar-benar mandiri. Israel, yang merupakan negara kecil, mungkin akan hilang selamanya dari peta. Sementara nilai dolar akan anjlok, perekonomian Eropa lumpuh, dan... bisa jadi, akan muncul negara-negara super power baru, seperti Cina, Jepang, dan Indonesia.