Isu Rasialisme Terkait Kemenangan Donald Trump Jadi Presiden

 Isu Rasialisme Terkait Kemenangan Donald Trump Jadi Presiden

BIBLIOTIKA - Banyak yang merasa khawatir ketika Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Kekhawatiran banyak orang itu terkait dengan janji-janji serta ucapan-ucapan Donald Trump—khususnya selama berkampanye—yang cenderung kontroversial. Trump dengan jelas menyatakan sikapnya terhadap ras lain (imigran), juga kepada agama atau keyakinan lain.

Di antara banyak isu lain yang melekat pada kemenangan Donald Trump jadi presiden, isu rasial tampaknya yang paling dikhawatirkan banyak orang. Trump memiliki program kerja untuk mengembalikan integritas sistem imigrasi AS, dengan memprioritaskan kepentingan warga asli Amerika lebih utama. Trump bahkan sampai menuduh bahwa imigran hanya membawa kekacauan di AS.

Karena itulah, ketika kini Donald Trump benar-benar terpilih menjadi Presiden AS, banyak pihak yang mengkhawatirkan isu rasial tersebut. Salah seorang yang ikut menyoroti hal ini adalah Devin Wenig, CEO eBay (situs lelang dan jual beli raksasa di internet).

Selama masa pemilihan presiden, Devin Wenig bisa dibilang tak pernah menyuarakan pendapat apa pun, dan tak pernah terlibat diskusi secara terbuka mengenai Donald Trump atau Hillary Clinton. Tapi ketika Donald Trump yang akhirnya menang, dan akan dilantik menjadi Presiden AS pada 20 Januari 2017 mendatang, Davin khawatir lanskap industri teknologi dan inovasi akan berubah.

Menurutnya, teknologi dan inovasi membutuhkan kombinasi orang dari berbagai latar belakang. Sedangkan Donald Trump serta tim di baliknya cenderung berada di kutub berlawanan, karena mendorong sikap anti-imigran. Dalam situs Recode, Davin menceritakan mengenai salah satu bagian sejarah berdirinya eBay.

Dia menyoroti dua hal. Pertama, eBay sebagai sebuah situs belanja online multinasional yang didirikan seorang imigran asal Prancis, Pierre Omidyar. Kedua, kesuksesan eBay saat ini yang ditopang oleh pegawai dari bermacam-macam latar belakang negara. Karena itulah, ketika kini Donald Trump menjadi Presiden AS, dan isu rasialisme menjadi bahan pembicaraan bahkan kekhawatiran, Devin Wenig merasa perlu menenangkan para karyawannya yang berasal dari berbagai ras dan etnis.

Dia menulis memo cukup panjang untuk para karyawannya, yang berisi pemikiran dan harapan. Berikut ini isi lengkap memo Devin Wenig, yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Tim Global,

AS telah memilih presiden berikutnya. Ini merupakan sebuah pemilihan bersejarah dan menguras emosi.

Beberapa bulan lalu, para pemilih di Inggris telah membuat keputusan bersejarah dengan nilai serupa; keputusan mengenai hubungan mereka dengan Uni Eropa (Brexit). Orang-orang pun menunjukkan sentimen bahwa pertumbuhan ekonomi tidak tersebar rata. Kami juga melihat ada nuansa ketakukan, serta gangguan yang dipicu oleh efek perubahan tren ekonomi terhadap kehidupan seseorang, termasuk dalam hal teknologi dan inovasi.

Selama ini saya memang selalu menghindari mengeluarkan pernyataan langsung terkait kandidat atau pemilu. Tapi sangat jelas bagi saya, bahwa pernyataan dan tindakan seorang pemimpin teknologi global itu memiliki pengaruh. eBay pertama kali didirikan oleh seorang imigran di AS. Pierre membangun pijakan awal bisnis kami sambil membawa keyakinan bahwa pada dasarnya semua orang memiliki kebaikan, dan warisan budaya perusahaan seperti inilah yang membuat saya bangga.

Sejak awal, eBay telah bekerja menciptakan marketplace yang inklusif, memiliki semangat perdagangan global, dan ditenagai oleh nilai kewirausahaan para pebisnis kecil. Seiring saya mengunjungi kantor kami yang ada di berbagai belahan dunia, saya mendapat kesempatan berinteraksi dengan orang dari macam-macam kewarganegaraan dan latar belakang. Keberagaman seperti ini adalah aset berharga yang kita miliki, seiring berusaha memajukan bisnis.

Meski kami merupakan salah satu pemimpin teknologi, platform kami berpusat pada manusia, baik itu pembeli, penjual, dan pegawai. Kami membuat orang bisa saling terhubung dalam sebuah marketplace global. Ketika teknologi dianggap sebagai pemicu dehumanisasi dan perusak, kami mewakili filosofi yang menilai bahwa teknologi merupakan alat untuk mengangkat derajat manusia dan menciptakan kesempatan di segala lini.

Kami akan terus mendukung prinsip serta kebijakan yang dibutuhkan oleh komunitas global eBay, dan tetap berbicara mengenai inklusi, perdagangan serta aspek positif teknologi bagi kehidupan orang.

Sekarang, banyak sekali pekerjaan yang harus dituntaskan, dan kita pun sudah menjelang musim liburan. Kita mesti tetap fokus pada pekerjaan yang sedang dikerjakan. Perusahaan kita berada di jalur yang tepat. Tapi kita tetap membutuhkan usaha bersama demi menyelesaikan segala hal yang dimulai pada 2016 lalu, kemudian menyiapkan akselerasi perusahaan pada 2017.

Meski musim politik akan selalu silih berganti, kami akan tetap mengingat jati diri, tujuan hidup, dan kepada siapa kita mengabdi.

Devin


Baca juga: Donald Trump Akan Memicu Perang Dunia III