Berfokuslah pada Solusi, Bukan pada Masalah (2)

 Berfokuslah pada Solusi, Bukan pada Masalah

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Berfokuslah pada Solusi, Bukan pada Masalah 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Ketika banyak orang mengeluh karena tarif dasar listrik dinaikkan beberapa persen, ada beberapa orang yang berpaling dari masalah itu dan mencari solusinya. Maka ditemukanlah suatu alat yang bisa dipakai untuk menghemat pemakaian listrik di rumah kita.

Karena orang-orang positif ini pulalah kita kemudian tahu bahwa sebenarnya energi listrik yang mengalir dalam lampu-lampu dan peralatan rumah tangga kita itu tidak mengalir secara maksimal, dan alat yang mereka ciptakan itu berfungsi untuk me-maksimalkannya sehingga pemakaian listrik tidak terlalu boros.

Alat itu sudah dipakai oleh begitu banyak orang dan tersebar di banyak agen dan toko. Jauh sebelum itu, sekelompok orang-orang kreatif yang berpikir positif juga telah berhasil menemukan suatu alat yang dapat digunakan untuk menghemat pulsa telepon. Ini bukan alat yang ilegal dimana kita bisa mencuri pulsa secara tidak benar, ini adalah alat yang berfungsi untuk memaksimalkan sinyal dalam kabel telepon, dan kabarnya pihak Telkom pun sudah mensahkan alat ini.

Nah, bukankah memikirkan solusi itu lebih konstruktif, lebih berguna dan lebih bermanfaat daripada hanya sekedar terus-menerus mengutuk masalah? Negeri ini membutuhkan orang-orang yang mau berpikir mencari solusi, karena negeri ini sudah penuh dengan orang-orang yang suka bikin masalah.

Ada kisah hebat yang sempat tercatat dalam Guinness Book of Records. Ini adalah kisah tentang orang yang berhasil memakan sebuah sepeda, lengkap dengan ban-bannya. Iya, benar, kamu tidak salah dengar.

Mungkinkah seorang manusia memakan sebuah sepeda? Orang yang melakukan hal yang menghebohkan ini bernama Michel Lotito dari Perancis. Michel memang tidak memakan sepeda itu secara sekaligus ketika sepeda itu masih utuh. Untuk bisa memakan sebuah sepeda, yang dilakukan oleh Michel pertama-tama adalah menghancurkan sepeda itu hingga menjadi keping-keping kecil, hingga dapat ditelan dan dimakannya sedikit demi sedikit.

Nah, bukankah menghadapi masalah itu tidak jauh berbeda dengan memakan sebuah sepeda? Sebuah sepeda, ketika masih utuh, mungkin sulit untuk ditelan. Tetapi ketika ia sudah dipecah-pecah hingga menjadi serpihan-serpihan kecil, bahkan seorang manusia pun bisa memakan sepeda!

Untuk menghadapi sebuah masalah, sebesar apapun, yang perlu kita lakukan adalah memecahnya hingga menjadi serpihan-serpihan kecil hingga lebih mudah untuk diselesaikan. Sebagaimana orang Cina mengatakan bahwa perjalanan satu mil dimulai dengan satu langkah, masalah sebanyak apapun akan bisa diselesaikan semua dengan cara diambil satu persatu.

Untuk bisa meraih impian yang diinginkan, usahakanlah untuk selalu berfokus pada solusi dan penyelesaian, bukannya pada masalah dan beban. Tuhan tidak menurunkan masalah yang manusia tidak sanggup mengatasi-nya. Dan masalah itu sebenarnya seperti TTS dimana kita bisa mengisi setiap kotak soalnya jika kita mau tekun belajar, dan tekun mengerjakannya.

Yang penting, sebagaimana yang dipesankan oleh Robert T. Kiyosaki, “Mimpikanlah impian besar dan tinggi, lalu raihlah sedikit demi sedikit.”

Sekali lagi, biasakanlah untuk fokus pada solusi, bukan pada masalah!