Sikap yang Baik untuk Mencapai Takdir yang Baik (1)

Sikap yang Baik untuk Mencapai Takdir yang Baik

BIBLIOTIKA - John. C. Maxwell mengatakan, “Mimpi tanpa sikap positif hanya akan meng-hasilkan pelamun. Sikap positif tanpa mimpi hanya menciptakan seseorang yang menyenangkan tetapi tidak pernah maju. Mimpi yang dibarengi dengan sikap positif akan menghasilkan seseorang dengan kemungkinan dan potensi yang tanpa batas.”

Impian saja memang tidak cukup. Impian yang positif harus diikuti dengan sikap yang sama positifnya, karena sikap inilah yang akan menjadi semacam bahan bakar yang akan menggerakkan mesin impianmu menuju tinggal landas. Bahkan sikap ini, memiliki nilai yang lebih penting dibanding hal yang lainnya semacam bakat, kepandaian, pendidikan, ketrampilan teknis, kesempatan, dan lain-lain.

Mungkin ini terdengar agak berlebihan, tetapi kenyataan ini telah diungkapkan berpuluh-puluh tahun yang lahu, dan kenyataan ini diucapkan oleh seorang psikolog terbesar yang penah dimiliki oleh Amerika, William James. Ia mengatakan, “Penemuan terbesar dari generasi sekarang adalah bahwa manusia bisa mengubah hidup mereka dengan cara mengubah sikap pikiran mereka.”

Sikapmu tidak hanya mempengaruhi masa depanmu saja, tetapi juga mempengaruhi siapa kamu hari ini. Pilihan-pilihan sikap yang telah kamu buat hari ini merupakan hasil dari sikapmu. Sikap menentukan perbuatan, dan perbuatan menentukan keberhasilanmu.

Mungkin kamu tidak suka memikirkannya, namun kamu menjadi seperti sekarang ini dan dimana kamu berada sekarang ini adalah hasil dari sikap yang telah kamu ambil di masa lalu.

Ketika kamu dilahirkan, segala sesuatu dalam hidupmu memang terjadi di luar kekuasaan dan kendalimu. Kamu tidak bisa memilih siapa orang tuamu, kamu tidak bisa menentukan di negeri mana kamu akan lahir, kamu juga tidak bisa meminta kapan waktu kamu dilahirkan.

Tetapi, ketika makin bertumbuh besar, kamu mulai memutuskan sendiri, dan kamu pun mulai bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi pada hidupmu. Pada masa remaja, jumlah keputusan yang kamu buat makin banyak, dan ketika kamu mendekati dewasa, saat kamu menjelang berumur dua puluhan, kamu membuat semua pilihanmu, terlepas kamu menyukainya atau tidak, dan jumlah pilihanmu semakin berlipat.

Sekarang, jika kamu telah berusia lebih dari dua puluh satu tahun, kamu bertanggung jawab penuh atas semua pilihan yang kamu ambil berdasarkan sikapmu.

Sekali lagi, bagaimana sikapmu di masa lalu akan menentukan bagaimana keadaanmu di masa sekarang, dan bagaimana sikapmu di masa sekarang akan menentukan keadaanmu di masa depan. Impian yang kamu miliki hari ini akan menjadi terwujud atau hanya akan tinggal menjadi impian, tergantung bagaimana sikapmu dalam hidupmu, tergantung bagaimana sikapmu dalam membawa impianmu.

Ini juga yang menjadi hasil dari survei yang dilakukan oleh Fortune 500 ketika mereka mengadakan penelitian terhadap ribuan eksekutif, dimana mereka menghasilkan bahwa 94 persen dari semua eksekutif yang disurvei itu menghubungkan kesuksesan mereka dengan sikap mereka, melebihi faktor lain.

Hal itu sudah jelas menunjukkan bahwa jika kamu ingin meraih tujuanmu, kamu juga harus mulai menata sikapmu. William of Wykeham menyatakannya dengan sangat ringkas saat ia mengatakan, “Manusia dibentuk oleh sikap.”

Baca lanjutannya: Sikap yang Baik untuk Mencapai Takdir yang Baik (2)