Rusia Telah Menyiapkan Tentara Super untuk Perang Dunia III

 Rusia Telah Menyiapkan Tentara Super untuk Perang Dunia III

BIBLIOTIKA - Pada pertengahan 2016, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia sedang membangun kekuatan berupa “tentara super” dan mempersiapkan konflik dalam “skala besar”. Pernyataan itu dirilis oleh surat kabar The Sun.

Menanggapi kabar tersebut, para pakar intelijen menyatakan bahwa Vladimir Putin melakukan langkah-langkah itu (mempersiapkan tentara super) untuk mengantisipasi aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang berusaha mengontrolnya.

Dinas intelijen Kanada, CSIC, juga melaporkan bahwa Putin sedang mempersiapkan “tentara super” Rusia untuk Perang Dunia III melawan NATO. Mereka juga telah memperingatkan bahwa militer Rusia sedang berusaha memodernisasi diri dalam persiapan untuk perang di Eropa Timur.

Tampaknya, Vladimir Putin merasa sangat terancam setelah NATO mengerahkan empat batalyon tentara, dengan jumlah personil 4.000, yang ditugaskan untuk berotasi di negara-negara Baltik dan Polandia. Sekretaris Jenderal NATO, Jen Stoltenberg, di Brussels, Belgia, mengatakan bahwa pengerahan 4.000 personil itu untuk meningkatkan pertahanan di kawasan tersebut.

Menurutnya, kawasan Estonia, Latvia, dan Lithuania di kawasan Baltik, dan Polandia, telah sangat mengharapkan kehadiran NATO di wilayah mereka, karena khawatir terhadap kemungkinan agresi Rusia.

Negara-negara di Eropa Timur saat ini merasa khawatir oleh kemungkinan akan terjadinya invasi militer Rusia, seperti yang mereka lakukan ketika menganeksasi Semenanjung Krimea dari Ukraina, pada Februari-Maret 2014.

Invasi yang dilakukan Rusia, menurut sebuah laporan, didasari ambisi Presiden Putin yang ingin menyatukan kembali negara-negara pecahan Uni Soviet, untuk kembali bersatu membentuk “Rusia Raya” (Greater Russia). Laporan itu juga mengatakan, militer konvensional Rusia akan menghadapi sebuah pergolakan luar biasa, jika mau mewujudkan misi besar tersebut.

Karena itulah, kemudian, Rusia “sedang memobilisasi kemampuan militer konvensionalnya ke dalam skala yang lebih besar. Negara ini melakukan mobilisasi untuk perang.”

Hal mengejutkan itu muncul setelah Inggris diminta menyediakan pasukan yang lebih banyak, guna mendukung 4.000 personil, sekelompok besar “tentara super” NATO yang berbasis di Polandia. Setidaknya 1.000 tentara Inggris dipersiapkan sejak September 2014 untuk melawan agresi Rusia terhadap mantan negara satelitnya. Namun, jumlah tersebut ternyata baru akan siap bekerja pada tahun 2017.

Sementara itu, CNN mengabarkan bahwa Presiden Putin sebelumnya menegaskan bahwa Rusia dipaksa untuk mencari cara guna menetralisasi ancaman terhadap keamanan nasional, karena penyebaran kekuatan NATO di Eropa. Vladimir Putin juga mengatakan telah mendukung strategi keamanan baru untuk menjaga negaranya dari kemungkinan serangan AS dan sekutunya.

Kantor berita Rusia, Tass, menyebutkan, penumpukan militer NATO di Eropa yang semakin dekat ke perbatasan Rusia merupakan ancaman terhadap keamanan nasional Rusia. Tampaknya wajar kalau kemudian Vladimir Putin merasa terancam, hingga membangun “tentara super” untuk persiapan perang.