Rangkaian Peristiwa yang Akan Memicu Perang Dunia III (Bagian 1)

Rangkaian Peristiwa yang Akan Memicu Perang Dunia III

BIBLIOTIKA - Meski kita tentu tidak mengharapkan, namun banyak pihak yang meramalkan kalau Perang Dunia III akan terjadi. Ramalan atau prediksi itu didasarkan pada kondisi global saat ini—meliputi perkembangan politik, militer, dan pengaruh ekonomi global—yang tampaknya akan mengarah pada pecahnya perang dalam skala dunia. Prediksi itu bisa dilihat secara lebih mudah melalui kepingan-kepingan peristiwa berikut ini.

Pertama, AS dan sekutu-sekutunya—termasuk NATO—telah lama diketahui menginginkan globalisasi (pemerintahan satu dunia), dan mereka tampak ingin memulainya di Suriah. Hal itu memancing Rusia dan Cina yang kemudian berkomitmen untuk saling mengisi kekuatan mereka, agar potensi AS dan sekutunya tidak semudah yang diinginkan AS. Iran bahkan diketahui telah mengirimkan belasan ribu pasukan elit dari divisi Quds, untuk memasuki Suriah.

Surat kabar Kommersant, yang mengutip sumber mereka—seorang pedagang senjata Rosoboronexport—menyatakan bahwa Rusia telah mengirimkan 36 kapal perang dan 120 pesawat tempur untuk Suriah, dalam kontrak senilai $.550.000.000. Pemerintah Rusia tentu menolak membenarkan hal tersebut, karena sama artinya dengan menentang terang-terangan embargo senjata yang diterapkan oleh PBB dan Uni Eropa terhadap Suriah.

Kemudian, pasukan Suriah diberitakan telah berada pada posisi di perbatasan Israel. Meski tujuannya adalah untuk mengejar Pasukan Pembebasan Suriah (FSA), namun posisi mereka di dataran tinggi Golan telah membuat Israel menyiapkan pasukan, dan menebar ranjau-ranjau di perbatasan. Dalam prinsip hubungan internasional, menggelar pasukan dalam jumlah besar ke perbatasan negara lain dapat diartikan sebagai sebuah provokasi atau tantangan.

Kedua, Uni Eropa telah mendesak Turki agar keluar dari organisasi tersebut. Uni Eropa menganggap Turki lebih memanfaatkan organisasi Uni Eropa untuk kepentingan politik ketimbang ekonomi, terutama dalam memandang Israel sebagai musuh baru mereka, dan di sisi lain merapat ke Iran.

Ketiga, Cina telah memberi sinyal kepada AS, bahwa mereka memiliki hubungan dengan Suriah sejak era Hafiz al-Assad (ayah Bashir al-Assad). Bagi Cina, Suriah adalah terminal penting dalam urusan perdagangan mereka. Lebih dari itu, Cina tidak akan membiarkan Suriah hancur begitu saja, khususnya karena melihat kecenderungan pemerintah Suriah yang baru nanti akan berhaluan ke barat (AS).

Keempat, Mesir telah memperlihatkan sikap kurang bersahabat dengan Israel, dan terindikasi melanggar Perjanjian Camp David yang dibuat mantan presiden Anwar Sadat, Jimmy Carter, dan Manachem Begin, pada 1972. Kenyataannya, banyak pihak yang telah memprediksikan bahwa Perjanjian Camp David memang akan dilanggar, kapan pun waktunya.

Kelima, Rusia telah menegur Prancis karena terlalu keras dan “berlebihan” menentang Rusia dalam sikap terhadap Suriah. Sementara itu, India dan Pakistan masing-masing tengah menyiapkan rudal. India telah mendapat pasokan militer dari AS, dan mungkin merasa di atas angin karena unggul dalam kualitas teknologi. Sebaliknya, Pakistan kemungkinan akan meminta bantuan Iran dan Cina serta Rusia.

Keenam, sisa pergolakan di Irak. Kelompok perlawanan yang hancur dalam pendudukan AS di Irak, diprediksi akan muncul kembali melawan pemerintahan bentukan AS. Kelompok perlawanan tersebut berasal dari berbagai lapisan, dan bertujuan menggulingkan pemerintahan bentukan AS di Irak.

Ketujuh, Afghanistan kembali memanas. Sama seperti yang terjadi di Irak, kelompok-kelompok militan di Afghanistan juga tentu akan berjuang bersama-sama menggulingkan pemerintahan bentukan AS. Setelah itu, bisa dipastikan mereka akan terlibat pertempuran yang sengit. Kondisi itu jelas akan memperburuk kawasan Pakistan, Iran, Irak, dan Afghanistan sendiri.

Baca lanjutannya: Rangkaian Peristiwa yang Akan Memicu Perang Dunia III (Bagian 2)