Perang Dunia III: Rusia Siap Menghancurkan Amerika (2)

 Perang Dunia III: Rusia Siap Menghancurkan Amerika

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Perang Dunia III: Rusia Siap Menghancurkan Amerika 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Kembali ke persaingan antara Amerika dan Rusia. Setelah upaya gencatan senjata gagal antara Rusia dan Amerika Serikat, eskalasi hubungan antar-aliansi di Suriah semakin memanas. Bahkan, jet-jet tempur Amerika terus menyerang posisi pasukan Bashar Assad di wilayah-wilayah strategis.

Sementara itu, intelijen Rusia telah membaca arah ancaman, bahwa koalisi Amerika dan NATO berencana menggempur kekuatan udara Bashar. Rusia menjawab hal itu dengan mengaktifkan semua rudal anti serangan udara S300 dan S400. Situasi juga memanas dengan merapatnya lagi Turki ke Amerika.

Belum jelas bagaimana arah hubungan Turki dan Rusia. Tetapi, Rusia juga menyiapkan kekuatan penuh di Laut Mediterania, dengan kapal-kapal selam rudal nuklir. Jika Turki dijadikan senjata boneka oleh NATO dan Amerika untuk menyerang Rusia, Moskow telah siap membalasnya dengan serangan nuklir ke segala penjuru Eropa Barat.

Salah satu rudal mematikan milik Rusia adalah SS-18. Pentagon menyebut rudal itu sebagai “rudal setan”, karena mampu mencapai dan menghancurkan negara bagian New York dalam 18 menit sejak diluncurkan. Rudal SS-18 membawa 10 hulu ledak, masing-masing memiliki kekuatan berkisar 750-1.000 kiloton, atau 1.333 kali lebih besar dari bom yang dijatuhkan Amerika di Hiroshima, pada Perang Dunia II.

Yang menarik untuk dipikirkan, bagaimana kira-kira Perang Dunia III akan terjadi? Meski Amerika dan Rusia terus bersaing, mereka tidak bisa secara frontal saling serang. Harus ada sesuatu yang memantik atau memicu “sumbu”, sehingga perang terbuka antara Amerika dan Rusia bisa dilangsungkan.

Untuk menjawab pertanyaan itu, Pepe Escobar mengajukan suatu teori. Dalam teorinya, Turki bisa saja berpura-pura menyerang Rusia, lalu Rusia membalas serangan itu tidak ke wilayah Turki, melainkan ke Eropa Barat dan Amerika. Hancurnya Amerika akan membuat Rusia menjadi adidaya, dan Turki bisa semakin berkuasa di Eropa.

Kemungkinan yang paling riil, jika hal itu benar-benar terjadi, kita akan menyaksikan Suriah menjadi medan perang paling dahsyat antara Rusia melawan Amerika. Sementara Turki akan berjaga di bagian belakang, memunguti rampasan perang berupa minyak murah.

Mungkinkah Rusia benar-benar bisa menang melawan Amerika? Pada saat ini, Rusia memiliki armada bomber supersonik Tupolev Tu-160s, yang dapat lepas landas dari setiap bagian wilayah Rusia, termasuk terbang di atas Kutub Utara. Cukup dengan meluncurkan rudal nuklir dari jarak yang aman di atas Atlantik, pesawat itu bisa kembali ke Rusia, dan hasil pengebomannya dapat ditonton langsung di televisi.

Pepe Escobar bahkan menyatakan bahwa Rusia dapat melumpuhkan hampir semua pangkalan militer NATO dengan senjata nuklir kecil taktis. Selain itu, mengingat fakta bahwa pesawat Rusia telah berkali-kali menguji kesigapan udara NATO selama beberapa bulan terakhir, Moskow sepenuhnya siap untuk skenario serangan nuklir dan memulai Perang Dunia III.