Pembangunan Proyek Spionase Paling Gila di Dunia

Pembangunan Proyek Spionase Paling Gila di Dunia

BIBLIOTIKA - Mengetahui sesuatu yang akan terjadi membuat kita lebih siap untuk menghadapi yang akan terjadi. Rumus itulah yang kemudian melahirkan praktik spionase atau mata-mata. Spionase dibangung untuk tujuan itu, yaitu mengetahui segala hal yang perlu, yang mungkin akan terjadi, sehingga bisa lebih siap dalam menghadapi ketika hal itu benar-benar terjadi.

Terkait dengan hal itu, Amerika Serikat sudah lama diketahui membangun proyek spionase dalam skala besar dan luas, meliputi CIA, NSA, dan lain-lain dalam banyak nama. Tujuannya sama, yaitu memata-matai semua hal yang mereka anggap perlu, demi—meminjam istilah mereka—“menjaga stabilitas negara”. Untuk tujuan itu pula, mereka tidak segan melakukan penyadapan, perekaman, atau apa pun, termasuk terhadap warganya sendiri.

Saat ini, Amerika kembali membangun proyek spionase dalam skala besar-besaran, bahkan gila-gilaan. Majalah bulanan Wired menyatakan bahwa pusat spionase itu dibangun di Bluffdale, sebuah lembah terpencil di Negara Bagian Utah, AS, dan dapat memproses data dalam skala yottabytes (satu juta miliar gigabyte). Itu angka yang sangat fantastis.

Dengan kemampuan memproses data sebesar itu, maka Amerika—melalui Badan Keamanan Nasional AS (NSA)—dapat menyadap dan menyimpan setiap lalu lalang komunikasi elektronik yang dikumpulkan dari seluruh dunia, termasuk warga Amerika Serikat sendiri. Rinciannya, menurut majalah Wired, kapasitas dari 2 miliar gigabytes dirancang untuk “menyadap, mengurai, menganalisa, dan menyimpan petak besar komunikasi di dunia, termasuk isi panggilan telepon, e-mail swasta, teks pesan ponsel (SMS), dan pencarian di Internet.”

Laporan tersebut juga menyatakan bahwa fasilitas mata-mata yang dibangun Amerika itu merupakan bagian dari proyek “badan intelijen paling rahasia yang pernah ada”, dan fasilitas itu akan menggunakan 65 megawatt listrik per tahun, dengan tagihan tahunan sebesar USD 40 juta. Pusat penyadapan mata-mata itu akan mengganti dan memperkecil sinyal data, yang didapat dari satelit melalui kabel bawah tanah dan bawah laut internasional serta jaringan domestik, dengan kompres zip.

Selain itu, jaringan spionase tersebut juga akan menggunakan komputer super cepat dan super canggih di dunia, sehingga NSA dapat mengumpulkan data-data dari cara-cara yang paling “bodoh” melalui peralatan rumah tangga seperti lemari es, oven, dan semua sistem pencahayaan yang terhubung dengan internet.

Menurut laporan Reuters, fasilitas spionase itu akan memberi bantuan dalam bentuk teknis kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) untuk mengumpulkan data-data intelijen tentang ancaman cyber, dan menjalankan keamanan di dunia cyber.