Panduan Mengubah Impian Menjadi Kenyataan (2)

Panduan Mengubah Impian Menjadi Kenyataan

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Panduan Mengubah Impian Menjadi Kenyataan 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Impian haruslah bersifat pribadi. Maksudnya, impian harus dapat di-wujudkan dengan dan oleh diri kita sendiri. Memang kita membutuhkan orang-orang lain untuk ikut mendukung terwujudnya impian itu, tetapi bahwa kitalah yang paling bertanggung jawab terhadap impian itu dan diri kitalah penggerak utamanya dalam impian tersebut, itu harus kita tekankan.

Benar sekali apa yang diucapkan oleh Elbert Hubbard saat ia menyatakan, “Dunia memberi hadiah-hadiah besar, baik berupa uang maupun kehormatan, semata-mata kepada satu hal. Dan satu hal itu ialah: inisiatif. Dan apakah inisiatif itu? Saya akan mengatakannya kepadamu. Inisiatif adalah keinginan melakukan hal-hal yang tepat dan baik, tanpa ada orang yang memerintahkannya.”

Ingat, impian adalah adanya inisiatif pribadi.

Impian harus spesifik

Salah satu syarat untuk bisa mewujudkan impian menjadi kenyataan adalah dengan membuat impian itu menjadi spesifik. Jika tidak spesifik, impian pun akan menjadi kabur, buram dan tidak jelas. Dan mungkinkah kamu memperoleh sesuatu yang kabur, buram dan tidak jelas? Kalau impianmu hanya, “Saya ingin menjadi orang yang sukses!”, maka itu belum spesifik. Sukses dalam hal apa? Sukses yang bagaimana? Sukses dalam ukuran seperti apa?

Bayangkanlah kamu pergi ke sebuah restoran, lalu seorang pelayannya datang menanyakan apa pesananmu. Dengan penuh percaya diri kamu mengatakan, “Saya ingin makanan!”

Apa yang kira-kira akan disuguhkannya kepadamu? Nah, kamu pun tidak tahu apa yang akan disuguhkan kepadamu, bukan? Bahkan untuk sebuah makanan pun kamu harus spesifik, karena sebuah restoran menyediakan begitu banyak macam dan jenis makanan. Kehidupan ini menjanjikan begitu banyak hal untuk diraih dan didapatkan, namun terlebih dulu kamu harus spesifik saat ‘memesan’nya.

Atau, mungkinkah kamu datang ke loket di bandara untuk memesan tiket dan hanya berkata, “Saya menginginkan satu tiket!” Kamu harus menentukan tujuan perjalananmu, karena kalau tidak, kamu pun tak akan pernah sampai di manapun.

Kamu harus tahu dulu apa yang kamu inginkan, dan setelah itu, kamu harus tahu apa yang akan kamu kerjakan. Mungkin impianmu tergolong sebagai sebuah impian besar, namun kamu bisa memecah-mecahnya hingga menjadi kecil-kecil dan mudah dilakukan satu-persatu, serta juga mudah melakukannya.

Yang jelas, kamu harus menjadikan impianmu sebagai sesuatu yang spesifik dan jelas untuk diraih. Ingat kata Lily Thomlin, “Sedari dulu saya ingin menjadi seseorang. Tetapi seharusnya saya lebih spesifik.”

Nah, seharusnya, kamu pun lebih spesifik.

Impian harus dapat diraih

“Orang sukses menetapkan sasaran di luar jangkauan tetapi tidak di luar pandangan.” Paham maksudnya? Ini yang ngomong bukan saya, tapi John C. Maxwell, salah satu pembicara hebat Amerika itu. Maksudnya adalah, orang yang menginginkan impiannya terwujud haruslah menetapkan impian itu secara realistis. Benar, impian itu haruslah sesuatu yang belum kita peroleh, tapi ingat, impian itu haruslah sesuatu yang bisa kita raih.

Saat mengidentifikasikan impian, kamu juga harus mengidentifikasikan aktivitas yang harus kamu lakukan untuk impian itu, dan dengan itu, kamu akan tahu apakah kamu mampu melakukannya ataukah tidak. Memang, tidak ada impian yang terlalu tinggi untuk diraih, namun setiap impian mem-butuhkan harga yang tergantung besar kecilnya impian itu.

Di sinilah kamu perlu melakukan koreksi dan introspeksi untuk menakar; mampukah kamu membayar harganya? Selama kamu merasa mampu dan mau mambayar harga itu, no problem. Tapi ingat, sasaran yang terlalu tinggi dan tidak realistis akan membuatmu semakin sakit saat kamu terjatuh.

Wilma Rudolph memang bisa menjadi seorang pelari wanita tercepat sepanjang sejarah meski dia terserang penyakit polio. Hellen Keller memang bisa menjadi seorang penulis hebat dan menjadi salah satu wanita paling dikagumi di Amerika meski ia buta, bisu dan tuli. Winston Churchill memang bisa menjadi Perdana Menteri paling berhasil sekaligus orator hebat meskipun ia menderita gagu.

Tetapi mereka adalah orang-orang yang mau membayar harga kesuksesannya dengan kerja keras dan ketabahan hati yang luar biasa. Mereka rela berjuang dan mengorbankan hampir seluruh hidup mereka untuk impiannya, dan karena itulah mereka berhasil mencapai prestasi-prestasi yang bisa dibilang mustahil itu.

Baca lanjutannya: Panduan Mengubah Impian Menjadi Kenyataan (3)