Menapak Jejak Impian Soekarno

Menapak Jejak Impian Soekarno

BIBLIOTIKA - Suatu hari, Soekarno punya mimpi. Sebagai seorang yang berpendidikan tinggi, impian Soekarno sangat idealis; ia ingin negara dan bangsanya terbebas dari belenggu penjajahan dan penindasan kaum kolonial.

Waktu itu, Soekarno hanyalah seorang pemuda biasa, sama dengan ribuan pemuda lain di negeri ini. Yang membedakan hanyalah, bahwa Soekarno punya cita-cita setinggi langit, dan ia benar-benar terobsesi dengan cita-citanya, dengan impiannya. Dan begitu benih impiannya ditaburkan, Soekarno pun mulai berjuang.

Berkali-kali ia harus keluar-masuk penjara karena perjuangannya. Berkali-kali pula ia harus dibuang dan diasingkan karena idealisme impiannya. Tapi Soekarno pantang menyerah! Ia menyadari sepenuhnya bahwa untuk memiliki impian, seseorang perlu berjuang. Dan untuk sebuah perjuangan, pengorbanan mutlak diperlukan.

Soekarno memahami itu, bahkan ia meyakini bahwa segala pengorbanan dan penderitaan yang ia alami (bersama para pejuang lainnya) tidak akan ada artinya jika dibandingkan dengan kebahagiaan yang akan mereka peroleh jika impian kemerdekaan telah terwujud. Soekarno adalah seorang yang optimis!

Dan sejarah pun kemudian membuktikan bahwa segala perjuangan yang disertai dengan doa dan optimisme selalu menghasilkan perwujudan dari apa yang diperjuangkan. Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, saat penjajah angkat kaki dari Indonesia karena negerinya hancur oleh bom sekutu, Soekarno pun menyadari bahwa kinilah saatnya ia mendeklarasikan impiannya, mem-proklamirkan kemerdekaan bangsanya!

Indonesia yang telah terjajah selama 350 tahun mampu menjadi sebuah bangsa yang merdeka karena memiliki para pemuda yang berani memiliki impian dan berani berjuang serta berkorban untuk impian itu. Maka tak heran bila Soekarno, dalam orasi-orasinya yang menggelegar, seringkali berteriak, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit!”

Sebenarnya, Soekarno pun ingin mengatakan, “Milikilah impian… setinggi apa pun!”