Memahami Kekuatan Impian untuk Meraih Cita-cita (1)

Memahami Kekuatan Impian untuk Meraih Cita-cita

BIBLIOTIKA - Apa yang menjadi salah satu tanda yang membedakan manusia dengan binatang? Benar, manusia memiliki impian, sementara binatang tak pernah memilikinya. Karena impianlah yang membuat manusia rela bekerja dan membanting tulang, tidak hanya menjalani hidup seadanya sebagaimana binatang.

Saya yakin kamu memiliki impian, entah apapun impianmu. Mungkin kamu memiliki suatu impian yang besar, mungkin juga impian yang ‘biasa-biasa saja’. Tetapi apapun impianmu, yakinilah bahwa dengan impian itulah kamu akan terus bertumbuh dan semakin kuat dalam menjalani kehidupan. Karena memiliki impian artinya memiliki suatu tujuan.

Mungkin saat ini kamu belum memiliki peta yang pasti atau arah kompas yang jelas dalam menuju impianmu, namun setidaknya bahwa kamu memiliki impian dan tujuan itu, kamu berada di tempat yang lebih menguntungkan dibanding orang-orang yang tak memiliki impian dan tujuan. Dan bersama berjalannya waktu, kamu pun akan menyadari bahwa pelan namun pasti kamu akan mampu menentukan peta tujuanmu, kompas hidupmu, yang akan menuntun-mu menjemput impianmu.

Mungkin pada saat-saat tertentu dalam upayamu mengejar impian itu kamu akan tersesat, tapi…tersesat dengan memiliki suatu tujuan itu lebih baik daripada tersesat tanpa pernah punya tujuan sama sekali. Dan yakinilah bahwa bila kamu telah memutuskan bahwa kamu akan mewujudkan impianmu, kehidupan pun akan membantumu membukakan jalan itu.

Pepatah lama mengatakan, “Dimana ada tujuan, di situ selalu ada jalan.” Penyair Ralp Waldo Emerson juga mengatakan, “Dunia akan memberikan jalan bagi mereka yang tahu kemana mereka akan pergi.”

Nah, apa yang membedakan orang-orang yang memiliki impian dengan orang-orang yang tidak memiliki impian? Orang-orang yang memiliki impian akan memperoleh sebuah arah yang jelas bagi hidupnya, sementara orang-orang yang tidak memiliki impian hanya akan terhempas kesana-kemari tanpa tujuan sebagaimana ombak di lautan. Impian akan memberikan sesuatu kepada orang yang memilikinya, bukan hanya dalam bentuk perwujudannya, tetapi juga dalam bentuk perjalanannya.

Impian memberikan arah untuk dituju

Apakah kamu pernah menjumpai seseorang yang sukses dalam hidupnya namun sama sekali tak tahu apa yang ia inginkan? Saya belum pernah. Saya yakin kamu pun belum pernah menjumpai orang semacam itu. Semua orang sukses, semua orang yang telah berhasil mewujudkan impian mereka, adalah orang-orang yang tahu kemana mereka akan menuju, dan mereka terus menuju ke arah itu.

Nah, impian memberikan kepada kita suatu arah tujuan yang jelas dalam hidup ini sehingga kita tidak menjalani hidup secara asal-asalan. Dengan impian, kita memiliki semacam kompas yang mengarahkan jalan mana yang harus kita tempuh, dan sambil menjalani hidup, kita bisa memastikan diri kita bahwa kita terus bergerak maju.

Sebaliknya, tanpa impian, tanpa adanya satu tujuan, kita tidak tahu apa yang kita inginkan, dan akibatnya kita pun tak tahu ke arah mana kita harus menuju. Kita menjadi semacam kapal tanpa layar di tengah-tengah lautan yang dihempaskan ombak dan gelombang. Barangkali kita terus bergerak, namun tidak memiliki arah yang jelas. Seperti kata Mark Twain, “Jika kamu tidak tahu kemana kamu akan pergi, mungkin kamu akan sampai ke tempat yang salah.”

Impian menumbuhkan potensi kita

Banyak orang yang tidak berani bermimpi karena mereka pikir bahwa mereka tak memiliki potensi yang dibutuhkan untuk mewujudkan impian itu. Yang terjadi sesungguhnya adalah bahwa potensi itu sebenarnya ada namun hanya tersimpan tanpa pernah dikenali. Salah satu cara kita dalam mengenali bakat serta potensi yang kita miliki adalah dengan memiliki suatu impian.

Dengan adanya impian, kita bisa melakukan refleksi dan menengok ke dalam diri kita sekaligus memandang ke depan, ke arah mana kita ingin menuju. Apakah Schumacher sudah menyadari potensinya sebagai seorang pembalap sebelum dia memutuskan impiannya untuk menjadi pembalap di Formula 1? Tentu saja tidak. Schumacher baru menyadari bahwa ia memiliki potensi itu ketika ia telah memutuskan untuk meraih impiannya sebagai seorang pembalap. Dan ketika impian itu ditaburkan, maka potensi pun kemudian bertumbuh.

Namun di sinilah susahnya. Banyak orang yang buru-buru berpikir bahwa mereka tak memiliki bakat atau potensi apapun yang mereka perlukan untuk mewujudkan suatu impian. Di antara mereka kadang berpikir, “Ah, apa aku mampu mewujudkan impian semacam itu?”

Mereka telah terburu-buru meremehkan dirinya sendiri tanpa mau mengenali terlebih dulu potensi yang mereka miliki. Padahal kalau saja mereka meyakini apa yang mereka impikan dan mereka bertekad untuk mewujudkan impian itu, maka potensi yang terkubur dalam diri mereka pun akan segera keluar hingga dapat mereka kenali, sekaligus dapat mereka gunakan.

Baca lanjutannya: Memahami Kekuatan Impian untuk Meraih Cita-cita (2)