Manuskrip Kuno di Turki, dan Ramalan Perang Dunia (2)

 Manuskrip Kuno di Turki, dan Ramalan Perang Dunia

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Manuskrip Kuno di Turki, dan Ramalan Perang Dunia 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

“Dalam rangkaian Hijrah sesudah seribu tiga ratus (tahun), terhitung lima atau enam, Mesir diperintah oleh seorang laki-laki yang dipanggil dengan nama “Nashir”, yang disebut bangsa Arab sebagai “Sang Pemberani dari Mesir“. Allah membuatnya hina dalam perang dan perang, dan ia tidak memperoleh kemenangan. Kemudian Allah menghendaki Mesir memperoleh kemenangan di bulan-bulan yang mereka cintai, dan itu adalah untuk-Nya.

“Mesir diterima sebagai pemelihara Al-Bait dan Arab, dengan seorang laki-laki bernama Sada, ayahnya bernama Anwar. Tetapi ia berdamai dengan pencuri Masjid Al-Aqsa di negeri Al-Hazin. Di Irak muncul seorang lali-laki yang bertindak sewenang-wenang …… dan …... Sufyani (ada bagian yang hilang).

“Di salah satu matanya terdapat tanda sedikit kemalasan. Namanya Ash-Shaddam, yakni penghancur orang-orang yang bersekutu untuk menentangnya di Kuwait kecil yang dimasukinya. Ia adalah Mahdun. Tidak ada kebaikan bagi Sufyani, kecuali dengan Islam. Ia baik dan buruk, dan kecelakaan bagi pengkhianat Al-Mahdi yang terpercaya.

“Dalam rangkaian Hijrah seribu empat ratus (tahun) dan hitungan dua atau tiga ……. (ada bagian yang hilang) Al-Mahdi Al-Amin keluar dan memerangi seluruh dunia, dan menghimpun orang-orang sesat dan dimurkai Tuhan, dan orang-orang yang terseret dalam kemunafikan di bumi Isra’ dan Mi’raj di tepi bukit Majidun.

“Dalam perang itu keluar seorang ratu dunia, pelaku makar dan penjahat. Namanya Amirika. Ia menggoda dunia waktu itu dalam kesesatan dan kekafiran. Sementara itu, Yahudi di dunia saat itu berada di tempat yang paling tinggi. Mereka menguasai seluruh Al-Quds dan Al-Madinah Al-Muqaddasah (Kota yang Disucikan).

“Semua negeri datang dari laut dan udara, kecuali negeri salju yang menakutkan dan negeri panas yang menakutkan. Al-Mahdi melihat bahwa seluruh dunia melakukan makar buruk kepada dirinya, dan ia melihat bahwa makar Allah lebih hebat lagi. Ia melihat seluruh alam Tuhan berada dalam kekuasaannya. Akhir dari perang itu ada di tangannya, dan seluruh dunia merupakan pohon yang dimilikinya, dari dahan hingga ranting-rantingnya.

“Di tanah Isra’ dan Mi’raj terjadi Perang Dunia, yang di situ Al-Mahdi memberi peringatan kepada orang-orang kafir, bila mereka tidak mau keluar. Maka orang-orang kafir dunia berkumpul untuk memerangi Al-Mahdi dalam pasukan sangat besar yang belum pernah dilihat sebelumnya.

“Dalam kelompok kekuatan Yahudi Al-Khazar dan Bani Israel masih terdapat pasukan lain yang tidak diketahui jumlahnya. Al Mahdi melihat bahwa siksa Allah sangat mengerikan, dan bahwa janji Allah benar-benar telah datang dan tidak diakhirkan lagi.

“Kemudian, Allah melempari mereka dengan lemparan yang dahsyat. Bumi, lautan, dan langit, terbakar untuk mereka, dan langit menurunkan hujan yang sangat buruk. Seluruh penduduk bumi mengutuk orang kafir dunia, dan Allah mengizinkan lenyapnya seluruh orang kafir di Perang Dajjal, dan perang terjadi di negeri Syam, dan kejahatan ……” (ada bagian yang hilang).