Kisah Panjang di Balik Lahirnya Hamburger McDonald (1)

Kisah Panjang di Balik Lahirnya Hamburger McDonald

BIBLIOTIKA - Saya berani bertaruh, pasti di antara kita ada yang sangat menyukai hamburgernya McDonald. Ya, hamburger apa lagi yang lebih ngetop di dunia ini selain hamburgernya McDonald? Tapi, tahukah kamu, kalau saja hamburger McDonald itu bisa bicara, dia pasti akan bercerita tentang seseorang bernama Ray Kroc.

Lho, apa hubungannya?

Ada hubungannya! Karena Ray Kroc inilah yang membuat kita hari ini bisa mengenal dan menikmati hamburger ala McDonald. Siapa sebenarnya Ray Kroc...?

Ray Kroc dilahirkan pada tahun 1902 di Oak Park, suatu daerah yang berbatasan dengan bagian barat Chicago. Ia hidup dalam keluarga miskin dan menjadi anak yatim semenjak kecil. Untuk menopang hidup, ibunya mengajar les piano di rumah. Dari situ pulalah Ray Kroc mulai tertarik dengan musik dan alat-alat musik.

Karena tuntutan kemiskinan, Ray sudah mulai belajar bekerja semenjak masih remaja. Ia mengajak teman sebayanya untuk membuka sebuah toko harmonika dan buku berisi not-not musik. Dengan uang patungan, mereka menyewa sebuah ruangan milik seseorang, mulai menjalankan usaha mereka, dan dalam waktu singkat mereka bangkrut.

Beranjak dewasa, Ray mulai bekerja sebagai penjual kain. Pekerjaan ini tak bertahan lama. Ia kemudian pindah kerja menjadi pemain piano di suatu orkestra. Namun itu pun tak membuatnya bertahan lama. Setelah menikah, ia membutuhkan penghasilan yang lebih besar, maka ia pun melamar kerja ke sebuah perusahaan bernama Lily Tulip yang memproduksi gelas kertas, dan bekerja sebagai penjual gelas kertas. Tetapi itu pun tak bertahan lama. Ia pindah kerja lagi menjadi makelar tanah yang bernaung di bawah perusahaan WP. Morgan & Son.

Pekerjaan sebagai makelar tanah ini cukup lumayan dan penghasilannya meningkat cukup baik. Namun kemudian pasaran tanah merosot dan harga-harga tanah turun secara drastis. Ray Kroc kembali keluar dari pekerjaan itu, dan kembali lagi bekerja sebagai penjual gelas kertas produksi perusahaan Lily Tulip.

Ketika tengah menawarkan gelas kertas ke tempat-tempat yang mungkin membutuhkannya, Ray Kroc bertemu dengan Earl Prince, seorang insinyur yang merintis usaha toko es krim. Ray banyak memasok gelas-gelas kertasnya ke toko es krim milik Prince ini. Karena seringnya bertemu, mereka pun lalu bersahabat.

Suatu hari, Prince mengajak Ray untuk menjadi rekanan bisnis. Waktu itu, Prince baru saja menciptakan multimixer, suatu alat untuk mengocok susu. Rencana Prince, Ray akan dijadikan agen penjualan dan pemasaran eksklusif di seluruh negara, dan Prince menjadi produsennya.

Ray melihat ini sebagai peluang baru, dan ia pun nekat meninggalkan pekerjaannya yang lama; menjual gelas kertas. Namun usahanya yang baru itu tidak seratus persen mulus. Apalagi Perang Dunia yang waktu itu tengah berlangsung menyebabkan keadaan menjadi begitu sulit untuk mendapatkan lempengan tembaga yang digunakan sebagai bahan pembuat multimixer. Ray Kroc pun akhirnya menjual alat itu sambil mengisi waktu senggangnya dengan menjual susu tepung malta.

Setelah Perang Dunia usai dan keadaan mulai membaik, Ray Kroc kembali memfokuskan diri dalam usaha penjualan multimixer. Bisnis ini pun menjadi semakin maju dibanding sebelumnya. Lagi pula, waktu itu mulai muncul makanan-makanan jenis baru. Ray selalu berusaha untuk mengunjungi restoran-restoran dan rumah makan dimana pun untuk memeriksa apakah ada makanan baru yang membutuhkan alat yang dijualnya itu, dan segera pula ia menawarkannya.

Memasuki tahun 1984, Ray berhasil menjual multimixer sebanyak 8000 buah. Jumlah sebanyak itu tentunya tidak hanya dijual oleh Ray seorang diri. Ia memiliki orang yang dikoordinirnya untuk ikut menjualnya.

Pada saat itu ia mulai memeriksa restoran mana saja yang paling banyak menggunakan multimixer yang dijualnya. Dan barulah ia sadar kalau restoran hamburger milik McDonald Bersaudara adalah yang paling banyak memakai multimixernya. Ray menjadi penasaran. Seramai apakah restoran itu hingga membutuhkan begitu banyak multimixernya?

Baca lanjutannya: Kisah Panjang di Balik Lahirnya Hamburger McDonald (2)