Kisah Abraham Lincoln yang Pantang Menyerah

  Kisah Abraham Lincoln yang Pantang Menyerah

BIBLIOTIKA - Suatu hari, Abraham Lincoln punya mimpi. Mimpinya tidak tanggung-tanggung; dia ingin menjadi Presiden Amerika yang berhasil!

Tapi ternyata, hampir sepanjang hidupnya dalam meniti karir, ia lebih banyak gagal daripada berhasil. Bayangkan, ketika berumur 31 tahun, ketika dia mulai belajar berbisnis, dia mengalami kebangkrutan. Umur 32, dia nekat mengajukan diri pada pencalonan legislatif, tapi gagal karena dikalahkan para pesaingnya.

Umur 34, ketika berencana kembali ke dunia usaha, dia kembali mengalami kebangkrutan. Dia mencoba bangkit dari kegagalan dan kesedihannya, tapi gelombang kehidupan kembali menghempaskannya.

Ketika menginjak usia 35, kekasihnya tercinta, yang telah dijanjikan akan dinikahinya, meninggal dunia. Sepanjang umur 36, Abraham Lincoln mengalami frustrasi berat dalam depresi hidup.

Dia kemudian mencoba bangkit kembali pada umur 38 dan kemudian mengajukan diri pada pen-calonan legislatif di negaranya. Tapi gagal lagi. Bahkan kemudian secara berturut-turut pada umur 43, 46 dan 48 tahun, dia juga secara berturut-turut dikalahkan dalam pencalonan anggota Kongres.

Tapi, Abraham Lincoln benar-benar sosok yang luar biasa. Ia tak patah semangat meski kegagalan demi kegagalan terus menghantam hidupnya. Buktinya, pada umur 55 tahun dia mengajukan diri untuk pencalonan Senator di negara bagiannya, tapi… gagal lagi.

Kegagalan juga kembali menghantamnya pada usia 56 tahun ketika dia nekat mencalonkan dirinya menjadi Wakil Presiden. Dan saat berumur 58 tahun, untuk kesekian kalinya dia harus menelan pahitnya kegagalan dalam pencalonan Senator untuk kedua kalinya.

Akhirnya, saat dia mencapai usia 60 tahun, saat segala keteguhan hati, kecerdasan dan kearifannya mencapai puncak, Abraham Lincoln yang perkasa menghadapi kegagalan itu pun akhirnya terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat! Bahkan dia menjadi salah satu Presiden Amerika yang paling berpengaruh dalam sejarah!

Saat ditanya bagaimana dia bisa mampu menghadapi kegagalan demi kegagalan yang pahit dalam hidupnya, dengan bijak Abraham Lincoln menjawab, “Yang penting bukan berapa kali kau gagal, tapi berapa kali kau bangkit dari kegagalan!”