Dokumen Rahasia Tentang Skenario Perang Dunia III (Bagian 3)

Dokumen Rahasia Tentang Skenario Perang Dunia III

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Dokumen Rahasia Tentang Skenario Perang Dunia III - Bagian 2). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Dalam dokumen yang dibocorkan Wikileaks juga terdapat sorotan mengenai peran lanjutan Korea Utara dalam perdagangan senjata dunia. Hal itu termasuk penyelundupan peluru kendali atau rudal yang mampu membawa muatan nuklir ke Iran. Lebih lanjut, berikut adalah topik sejumlah bocoran dari dokumen rahasia AS yang dipublikasikan oleh WikiLeaks:

AS tengah menjalankan kampanye intelijen rahasia yang ditargetkan pada pimpinan PBB, termasuk Sekretaris Jenderal PBB dan para wakil anggota Dewan Keamanan PBB dari Cina, Rusia, Prancis, dan Inggris. Bahkan, AS berusaha untuk mengetahui kata sandi dari jaringan komunikasi, jadwal kerja, dan informasi pribadi lainnya.

Raja Arab Saudi telah berulang kali mendesak Amerika Serikat untuk menyerang Iran dalam misi menghancurkan program nuklirnya. Dalam dokumen tersebut, Arab Saudi dan sekutunya gelisah terhadap aksi militer terhadap Teheran. Pimpinan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir, menyebut Iran sebagai ancaman eksistensial yang akan membawa keadaan ke dalam perang.

Dalam dokumen rahasia itu tercantum bahwa Iran telah memperoleh rudal canggih yang didesain berdasarkan rancangan Rusia, dan dipercaya menjadi senjata utama terhadap serangan di Teheran. Iran juga memperoleh 19 rudal dari Korea Utara, pada 24 Februari 2010.

Badan Intelijen AS telah meningkatkan kewaspadaan mengenai program senjata nuklir di Pakistan. Para pejabat AS berpendapat bahwa kondisi ekonomi yang tengah terpuruk di Pakistan dapat memungkinkan penyelundupan bahan nuklir kepada para teroris.

Perang akan meluas ke Lebanon dan Suriah

Sangat tidak mungkin bahwa pemboman, jika benar dilaksanakan, hanya akan terbatas pada fasilitas nuklir Iran sebagaimana pernyataan resmi yang diklaim oleh Amerika Serikat-NATO. Yang lebih mungkin terjadi adalah sebuah serangan udara habis-habisan, baik terhadap infrastruktur militer maupun sipil, termasuk sistem transportasi, pabrik, dan gedung-gedung publik.

Iran diperkirakan memiliki cadangan minyak dan gas sebesar sepuluh persen, menduduki peringkat ketiga setelah Saudi Arabia (25%) dan Irak (11%) dalam ukuran cadangannya. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat memiliki kurang dari 2,8% dari cadangan minyak dunia.

Cadangan minyak Amerika Serikat diperkirakan kurang dari 20 miliar barel. Daerah yang lebih luas di Timur Tengah dan Asia Tengah memiliki cadangan minyak lebih dari tiga puluh kali yang dimiliki Amerika Serikat, yang mewakili lebih dari 60% dari total cadangan minyak dunia. (Lihat Waddell Eric, The Battle for Oil, Global Research, Desember 2004).

Signifikansinya, penemuan baru-baru ini di Iran mengenai cadangan minyak kedua terbesar yang diketahui berupa gas alam di Soumar dan Halgan, yang diperkirakan mencapai 12,4 triliun kubik kaki.

Unsur utama penargetan serangan atas Iran tidak hanya sekedar menyatakan kembali kontrol Anglo-Amerika atas minyak Iran dan gas murah, termasuk juga rute pipa dan menantang kehadiran pengaruh Cina serta Rusia di kawasan itu.

Serangan yang direncanakan terhadap Iran merupakan bagian dari peta jalan militer global yang terkoordinasi. Itu adalah bagian dari “perang yang berlangsung lama”, yaitu perang yang didorong oleh keuntungan ekonomi tanpa batas, sebuah proyek dominasi dunia, yang diwujudkan dalam rangkaian operasi militer.

Perencana militer Amerika Serikat-NATO telah memikirkan berbagai skenario eskalasi militer. Mereka juga menyadari implikasi geopolitiknya, yaitu bahwa perang bisa melampaui kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah. Termasuk dampak ekonomi di pasar minyak, serta yang lain-lain, juga telah dianalisis.

Sementara Iran, Suriah, dan Lebanon merupakan target langsung, Cina, Rusia, Korea Utara, termasuk Venezuela dan Kuba, akan menjadi tujuan yang sama-sama terancam oleh agresi Amerika Serikat.

Baca lanjutannya: Dokumen Rahasia Tentang Skenario Perang Dunia III (Bagian 4)