Dokumen Rahasia Tentang Skenario Perang Dunia III (Bagian 2)

 Dokumen Rahasia Tentang Skenario Perang Dunia III

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Dokumen Rahasia Tentang Skenario Perang Dunia III - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Disinformasi media

Opini publik dipengaruhi oleh agitasi media yang secara diam-diam mendukung, acuh tak acuh, atau berpura-pura bodoh, mengenai dampak yang mungkin terjadi, dari sesuatu yang terus menerus dipropagandakan sebagai sebuah operasi “hukuman” yang khusus diarahkan terhadap fasilitas nuklir Iran.

Di sisi lain, media sengaja tidak memberitakan peperangan yang bersifat habis-habisan, termasuk persiapan perang serta penyebaran senjata nuklir yang diprodukasi Amerika Serikat dan Israel. Dalam konteks ini, konsekuensi yang menghancurkan dari perang nuklir memang sengaja tidak disebutkan atau disepelekan.

Menurut media dan pemerintah, “krisis nyata” yang sebenarnya mengancam kemanusiaan bukan perang nuklir, melainkan pemanasan global. Media akan membuat rekayasa krisis, walaupun sebenarnya tidak ada krisis. Mereka akan menakut-nakuti dunia dengan pandemi global H1N1, dan di waktu bersamaan akan membuat orang-orang tidak takut terhadap perang nuklir yang disponsori Amerika Serikat.

Rencana perang terhadap Iran disajikan untuk opini publik antara lain sebagai sebuah isu. Hal itu tidak dipandang sebagai sebuah ancaman atas tanah air, seperti dalam kasus pemanasan global. Perang terhadap Iran bukan berita yang pantas dimuat di halaman depan. Fakta bahwa serangan terhadap Iran bisa menimbulkan eskalasi dan berpotensi memicu perang global yang tidak terkendali, bukanlah masalah yang perlu mendapat perhatian.

Pembunuhan dan pembinasaan

Amerika Serikat, dalam upaya membenarkan tindakan-tindakannya, akan berusaha untuk membuat pembunuhan serta pembinasaan manusia sebagai hal yang biasa. Dalam hal itu, Hollywood menjadi salah satu corong sekaligus media paling ampuh untuk menunjukkan hal tersebut. Selain film-film Hollywood, media seperti televisi, jaringan televisi, dan radio, memiliki peranan penting yang semuanya bertujuan mempropagandakan perang.

Matthew Alford dan Robbie Graham, dalam Global Research menyatakan, “Mantan agen CIA, Bob Baer, mengatakan kepada kami, bahwa ada simbiosis antara CIA dan Hollywood. Dia juga mengungkapkan bahwa mantan direktur CIA, George Tenet, sekarang ini keluar-masuk Hollywood, berbicara dengan orang-orang di studio. (lihat Covert Action: The Deep Politics of Hollywood, Global Research, January 31, 2009).

Propaganda perang ala Amerika Serikat itu kenyataannya disebarkan pada tingkat global. Hal itu secara rutin dikuatkan oleh instansi pemerintah, pemilik media dan birokrat, serta intelektual dari The New World Order serta think-tank di Washington dan lembaga penelitian studi strategis, sebagai sebuah instrumen yang tidak diragukan dari perdamaian dan kemakmuran global.

Dalam propaganda perang ala Amerika Serikat, budaya pembunuhan dan kekerasan telah menjadi bagian penting dalam kesadaran manusia. Perang secara luas harus dapat diterima sebagai bagian dari proses sosial, bahwa tanah air harus dibela dan dilindungi. “Kekerasan yang dilegitimasi” dan pembunuhan di luar hukum yang ditujukan kepada “teroris” perlu dijunjung tinggi dalam demokrasi barat, sebagai instrumen penting dari keamanan nasional. “Perang kemanusiaan” ala Amerika harus ditegakkan oleh mereka yang menyebut diri sebagai masyarakat internasional.

Sehubungan dengan Iran, yang diungkapkan dalam propaganda tersebut adalah legitimasi langsung terhadap perang atas nama suatu gagasan ilusi keamanan global.

Saat ini, secara terpisah, terdapat tiga medan perang di Timur Tengah dan Asia Tengah, yaitu Irak, Afghanistan-Pakistan, dan Palestina. Dalam hal ini, Iran menjadi objek serangan udara oleh pasukan sekutu, hingga seluruh kawasan—dari Mediterania Timur ke perbatasan barat Cina dengan Afghanistan dan Pakistan—akan bergejolak, yang secara potensial akan menggiring dunia kepada sebuah skenario Perang Dunia III.

Baca lanjutannya: Dokumen Rahasia Tentang Skenario Perang Dunia III (Bagian 3)