Dokumen Rahasia Tentang Skenario Perang Dunia III (Bagian 1)

  Dokumen Rahasia Tentang Skenario Perang Dunia III

BIBLIOTIKA - Salah satu dokumen penting dan rahasia yang dibocorkan oleh Wikileaks adalah sebuah dokumen yang bisa dibilang mengerikan, yang mengungkap skenario Perang Dunia III yang diprakarsai Amerika dan sekutunya. Dalam dokumen itu disebutkan bagaimana kerangka perang besar-besaran dalam ukuran global akan direncanakan, dan bagaimana skenario itu akan dijalankan, yang melibatkan persenjataan berteknologi tinggi sampai kekuasaan media dalam mempengaruhi opini massa.

Rencana atau skenario Perang Dunia III tersebut sebenarnya telah digambarkan oleh Pentagon sejak pertengahan tahun 1990-an. Pada 1995, menurut dokumen Wikileaks, Komando Sentral Amerika Serikat telah merencanakan untuk melakukan agresi terhadap Irak, yang kemudian akan dilanjutkan ke Iran.

Eskalasi merupakan bagian dari agenda militer Amerika Serikat. Setelah Irak ditundukkan, Iran adalah target berikutnya bersama-sama Suriah dan Lebanon. Penyebaran militer strategis itu juga mengancam Korea Utara, Cina, dan Rusia.

Memasuki tahun 2005, Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk mitra Amerika, NATO, dan Israel, telah terlibat dalam penyebaran luas dan penimbunan sistem senjata mutakhir. Sistem pertahanan udara Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO serta Israel sepenuhnya terintegrasi.

Hal itu merupakan upaya terkoordinasi Pentagon, NATO, Israel Defense Force (IDF), dengan keterlibatan militer aktif dari beberapa negara mitra non-NATO, termasuk negara-negara Arab garis depan (members of NATO’s Mediterranean Dialogue and the Istanbul Cooperation Initiative), antara lain Arab Saudi, Jepang, Korea Selatan, India, Indonesia, Singapura, dan Australia.

Sekadar catatan, NATO terdiri dari 28 negara anggota NATO, dan 21 negara lain yang merupakan negara anggota Euro-Atlantic Partnership Council (EAPC), Dialog Mediterania, dan Istanbul Cooperation Initiative, termasuk sepuluh negara Arab ditambah Israel.

Dalam aliansi militer yang luas, Mesir dan negara-negara Teluk serta Arab Saudi, memiliki hubungan khusus. Mesir mengontrol transit kapal perang dan kapal tanker minyak melalui Terusan Suez. Arab Saudi dan negara-negara Teluk menempati garis pantai Barat di selatan Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Teluk Oman.

Muriel Mirak Weissbach mengatakan, “Mesir dilaporkan mengizinkan kapal Israel dan sebelas kapal Amerika Serikat melewati Terusan Suez... yang merupakan sinyal jelas kepada Iran... Pada tanggal 12 Juni, sumber pers daerah melaporkan bahwa Saudi telah memberikan hak kepada Israel untuk terbang di atas wilayah udaranya...” (lihat Israel’s Insane War on Iran Must Be Prevented, Global Research, July 31, 2010).

Setelah terjadinya peristiwa serangan 9/11, doktrin militer Amerika Serikat memang berfokus pada penyebaran besar-besaran perangkat keras militer, yang dijelaskan sebagai bagian dari “perang global melawan terorisme”, dengan sasaran organisasi teroris “non-negara”, termasuk Al Qaeda, dan yang disebut sebagai “negara sponsor terorisme”, termasuk Iran, Suriah, Lebanon, dan Sudan.

Amerika Serikat membangun pangkalan militer baru, menimbun sistem persenjataan canggih, termasuk senjata nuklir taktis, yang sudah diimplementasikan sebagai bagian dari doktrin pertahanan militer di bawah slogan “perang global melawan terorisme”.

Lebih lanjut, berikut ini adalah hal-hal yang merupakan bagian dari skenario Perang Dunia III yang direncanakan Amerika Serikat.

Perang dan krisis ekonomi

Implikasi lebih luas dari serangan Amerika Serikat, NATO, dan Israel terhadap Iran memiliki jangkauan yang jauh. Perang dan krisis ekonomi sangat terkait erat. Ekonomi perang dibiayai oleh Wall Street, yang berdiri sebagai kreditur pemerintah Amerika Serikat. Produsen senjata Amerika Serikat adalah penerima kontrak pengadaan sistem senjata mutakhir yang bernilai miliaran dolar dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Pada gilirannya, “pertempuran untuk minyak” di Timur Tengah dan Asia Tengah secara langsung melayani kepentingan raksasa minyak Anglo-Amerika.

Amerika Serikat dan sekutunya “memukul genderang perang” di puncak depresi ekonomi di seluruh dunia, belum lagi bencana lingkungan paling serius dalam sejarah dunia. Dalam memutarbalikkan malapetaka yang menyedihkan, salah satu pemain utama dalam permainan geopolitik Timur Tengah-Asia Tengah adalah Anglo-Persian Oil Company, yang merupakan sumber bencana ekologis di Teluk Meksiko.

Baca lanjutannya: Dokumen Rahasia Tentang Skenario Perang Dunia III (Bagian 2)