Armagedon dan Skenario Perang Dunia III

  Armagedon dan Skenario Perang Dunia III

BIBLIOTIKA - Isu Perang Dunia III menghangat kembali akhir-akhir ini, setelah surat kabar Rusia, Moskovsky Komsomolets, memperingatkan bahwa Presiden Vladimir Putin memainkan peran di Suriah, yang berisiko menyebabkan Perang Dunia III. Surat kabar tersebut mengulas tentang permusuhan di Suriah, yang bisa memicu “konfrontasi militer langsung” antar-bangsa dari skala yang sama dengan Krisis Misil Kuba 1962.

Peringatan itu datang, setelah petinggi militer Amerika Serikat mengumumkan sesuatu terkait tiga faktor utama yang akan menarik mereka ke dalam Perang Dunia III. Karenanya, surat kabar Moskovsky Komsomolets pun memperingatkan bahwa Perang Dunia III bisa pecah. Media itu menulis, “Bayangkan jika Amerika menyerang Assad secara sengaja ataupun tidak sengaja. Rusia pasti akan bertindak membela sekutunya tersebut, yang akan mengarah pada Perang Dunia III.”

Kenyataannya, hubungan antara Rusia dan Amerika terus memburuk akhir-akhir ini, menyusul serangkaian peristiwa yang menempatkan keduanya selalu berbeda posisi, termasuk masalah Krimea, Ukraina, Yaman, dan Suriah.

Baru-baru ini, Presiden Putin pernah mengatakan akan menembak jatuh jet tempur Amerika, jika mencoba melancarkan serangan udara ke posisi militer Suriah. Sementara petinggi militer Amerika dilaporkan mengatakan bahwa ancaman dari Rusia, kekuatan militer yang berkembang dari Cina, dan perubahan iklim, bisa menjadi faktor yang mengarahkan Amerika ke dalam Perang Dunia III.

Isu mengenai meletusnya Perang Dunia III sebenarnya sudah dibahas sebagian orang sejak lama, meski banyak pula yang tidak mempercayai. Teori mengenai akan terjadinya Perang Dunia III didasarkan pada konflik hipotesis yang merupakan kelanjutan dari Perang Dunia II (1939-1945). Konflik tersebut akan berskala global, dengan spekulasi yang umum bahwa akan mungkin terjadi perang nuklir dan menghancurkan alam.

Perang Dunia III, jika kelak benar terjadi, diyakini merupakan akibat dari Perang Dunia I, Perang Dunia II, dimulainya Perang Dingin, dan pengembangan, pengujian, serta penggunaan senjata nuklir. Semua itu seakan membentuk satu arah yang sama, yaitu terjadinya perang dalam skala global.

Bahkan, sebagian orang makin meyakini akan terjadinya Perang Dunia III, karena menyandarkannya pada ajaran agama. Dalam ajaran Islam, misalnya, terdapat petunjuk tentang perkiraan terjadinya perang global, yaitu saat umat Islam dalam keadaan berdamai dengan kaum Nasrani maupun Yahudi, lalu muncullah suatu pihak yang menjadi musuh bersama. Umat Islam akan ikut berperang bersama Nasrani maupun Yahudi menghadapi musuh bersama tersebut, di bawah 80 bendera yang masing-masing terdiri dari 120.000 pasukan.

Dalam hadist tersebut dinyatakan bahwa peperangan terjadi di Syam (Suriah, Lebanon, Yordania, Palestina, dan Israel, serta sebagian Turki).

Sementara itu, dalam ajaran Kristen juga terdapat penjelasan mengenai perang global yang sama, yang disebut sebagai Armagedon. Armagedon adalah perang besar yang memakan korban sangat banyak, dan melibatkan alat canggih serta mematikan.

Jika kita mengamati kondisi yang terjadi saat ini, kenyataannya memang terjadi konflik di Timur Tengah, meliputi Irak, Suriah, Yaman, Turki, Palestina, Israel, dan Mesir. Di luar itu, muncul pihak lain yang secara garis besar bisa digolongkan menjadi tiga pihak.

Pihak pertama berisi Amerika dan negara-negara NATO, Eropa, negara Arab, dan negara persemakmuran Inggris serta pendukungnya. Pihak kedua berisi Rusia, Suriah, Iran, dan Syiah Lebanon. Sementara pihak ketiga berisi Daulah Islamiyah/IS, Al-Qaeda, serta kelompok militan lain yang bertempur secara terpisah.

Di luar kenyataan yang telah disebutkan, masih terdapat konflik antar negara lain di kawasan masing-masing, di antaranya konflik Laut Cina selatan antara Cina dan negara yang bersinggungan (Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunai) yang didukung Amerika serikat dan sekutunya; konflik pengembangan senjata strategis dan nuklir Korea Utara dengan Korea Selatan dengan dukungan Amerika Serikat; konfilk pemberontakan pro-Rusia yang berusaha melepaskan Krimea dari Ukraina; dan konflik terselubung eksplorasi sumber daya alam di negara berkembang oleh perusahaan/negara maju di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.

Di luar konflik-konflik tersebut, sebagian pihak memprediksikan adanya faktor lain, yaitu dendam Jepang yang kalah pada Perang Dunia II, setelah negerinya dibom oleh Sekutu hingga hancur lebur.

Berdasarkan kenyataan-kenyataan di atas, maka ada beberapa perkiraan tentang pihak yang berperang, yaitu:

Amerika dan NATO, negara Arab, Persemakmuran Inggris dan pendukungnya berdamai dengan Daulah Islamiyah/IS, Al-Qaeda, Kurdi, sampai 80 bendera, berperang melawan Rusia, Suriah, Iran, Syiah Lebanon, dan Yaman, dengan dukungan Cina dan Korea Utara serta Jepang.
 
Amerika, NATO, negara Arab, Persemakmuran Inggris, Rusia, Iran, Suriah, Lebanon, dan pihak lainnya, sampai 80 bendera, melawan Daulah Islamiyah/IS, Boko Haram, Al-Sabab, Hamas dan Fatah, serta organisasi militan lainnya setelah bersatu di Syam.
   
Amerika dan NATO, negara Arab, Persemakmuran Inggris dan pendukungnya, sampai 80 bendera, berperang melawan Rusia, Suriah, Iran, Syiah Lebanon dan Yaman, dengan dukungan Cina dan Korea Utara serta Jepang, juga Daulah Islamiyah/IS, serta Al-Qaeda.