7 Alasan Amerika Tidak Berani Menyerang Iran (Bagian 1)

7 Alasan Amerika Tidak Berani Menyerang Iran

BIBLIOTIKA - Masih segar dalam ingatan kita, ketika Amerika Serikat menyerang Irak, dengan dalih Irak mempersiapkan senjata biologi berbahaya. Meski akhirnya terbukti bahwa Irak tidak memiliki atau menyimpan senjata sebagaimana yang dituduhkan AS, tapi yang jelas AS tetap menyerang Irak hingga negara itu berakhir menjadi puing reruntuhan. Sementara Saddam Hussein, pemimpin Irak, berakhir di tiang gantungan.

Seusai melakukan invasi terhadap Irak, Amerika Serikat kemudian memilih Libya sebagai sasaran baru. Dengan dalih meruntuhkan rezim yang korup, Amerika mengirimkan pasukannya ke Libya dan menciptakan perang di sana, dan meninggalkan puing serta reruntuhan. Ghadafi, pemimpin Libya, menghadapi nasib naas serupa seperti yang dialami Saddam Hussein. Riwayat Ghadafi pun tamat.

Setelah Libya, Amerika Serikat masuk ke Suriah. Ketika sebagian rakyat Suriah menuntut pemimpin mereka turun, Amerika masuk dan mendukung kaum demonstran. Tapi kali ini AS harus menghadapi masalah. Konflik di Suriah tidak bisa mereka bereskan semudah di Irak atau Libya.

Ketika AS masuk ke Suriah, Rusia ikut masuk ke sana, dan mengambil posisi berhadapan dengan AS. Jika AS ingin rezim Suriah turun, Rusia ingin mempertahankan rezim. Masalah di Suriah bisa dibilang tetap belum selesai sampai saat ini, apalagi kemudian ditambah masalah lain berupa lahirnya ISIS yang menciptakan teror di mana-mana.

Jika kita perhatikan, negara-negara yang diinvasi Amerika Serikat—setidaknya tiga negara yang disebut di atas—merupakan negara Arab yang memiliki kekayaan alam berupa minyak. Itu pula yang menjadi alasan AS ingin masuk ke negara-negara tersebut, yang tujuannya tentu ikut menguasai sumber daya alam yang ada di sana. Tetapi, ada satu negara Arab lain yang juga kaya minyak, namun AS—sejauh ini—tak pernah berani mengusik terang-terangan. Negara itu adalah Iran.

Tidak jauh beda dengan negara Arab lain, Iran adalah negara yang kaya, karena memiliki sumber minyak berlimpah. Karena kekayaannya pula, Iran bisa membangun pasukan militer yang kuat, bahkan disinyalir juga membangun persenjatan nuklir. Untuk hal terakhir itu, Amerika memang sudah mengusik Iran, tapi hanya sebatas menjatuhkan sanksi atas persenjataan nuklir.

Sebenarnya, Iran memiliki semua hal yang juga dimiliki negara Arab lain yang pernah diserang Amerika. Dengan kata lain, Amerika sebenarnya bisa saja menciptakan dalih atau kebohongan untuk menyerang Iran, misalnya karena Iran menyiapkan senjata nuklir berbahaya, mendanai teroris, atau apa pun, lalu Amerika bisa menyerang Iran untuk menguasai minyak di sana. Tapi kenapa sejauh ini Amerika tidak berani menyerang Iran terang-terangan?

Adam Lowther, analis pertahanan Amerika Serikat, memperingatkan para politisi AS untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka sebelum memilih opsi serangan militer terhadap Iran. Setidaknya ada 7 penyebab atau latar belakang yang menjadikan Amerika harus berpikir berkali-kali untuk menyerang Iran secara frontal. Berikut ini uraiannya.

Iran telah bersiap berperang

Meski tidak terlalu yakin, Amerika telah memprediksi atau memperkirakan bahwa Iran telah memiliki kekuatan militer yang setara dengan AS, dan Iran juga telah siap menghadapi beberapa kemungkinan yang akan terjadi.

Amerika memang pernah sukses saat melakukan invasi ke Irak, Grenada, Afghanistan, Bosnia, Serbia, atau lainnya, dan semua lawan itu tak berkutik, tidak mampu mengalahkan AS, karena tidak mampu bersaing dalam hal kemiliteran. Hal itu berbeda dengan Iran. Negara Arab itu memiliki militer yang kuat dan kompeten. Kemampuan mereka sudah terbukti saat terjadi perang antara Irak-Iran selama satu dekade, dan Iran paham betul bagaimana menjalankan taktik serta strategi.

Lebih dari itu, Iran juga menguasai wilayah perairan yang vital, yaitu Selat Hormuz, yang dijaga ketat oleh angkatan laut Iran. Selat itu digunakan banyak negara untuk keperluan perdagangan. Jika Amerika mencoba menyerang Iran, besar kemungkinan Iran akan menutup Selat Hormuz, demi melampiaskan malapetaka ekonomi secara global. Kenyataannya, angkatan laut Iran memang telah dilatih untuk menjalankan strategi itu.

Baca lanjutannya: 7 Alasan Amerika Tidak Berani Menyerang Iran (Bagian 2)