6 Tanda Akan Meletusnya Perang Dunia III (Bagian 2)

 6 Tanda Akan Meletusnya Perang Dunia III

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (6 Tanda Akan Meletusnya Perang Dunia III - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Kini, setelah Uni Soviet—yang dianggap raksasa komunisme—telah runtuh, muncul raksasa komunis serupa, dan kali ini berada di daratan Asia. Raksasa komunis baru itu adalah negara Korea Utara.

Yang menjadi masalah, Korea Utara tidak hanya berhaluan komunis, tapi juga berpotensi menimbulkan masalah. Negara yang dipimpin Kim Jong-un itu dituduh melakukan uji coba rudal nuklir setidaknya tiga kali sejak tahun 2006. Korea Utara juga dicurigai mengembangkan rudal balistik yang berpotensi melintasi lautan dan mendarat di AS.

Hubungan Amerika dan Cina yang memburuk

Cina telah tumbuh menjadi negara besar, baik dalam jumlah penduduk, juga dalam bidang lain termasuk militer. Karenanya, sudah cukup lama AS merasa khawatir dengan pertumbuhan Cina yang sangat pesat. Selama itu, hubungan AS dengan Cina bisa dibilang tidak terlalu mengalami masalah, sampai kemudian Cina terlibat dalam urusan di Suriah.

Bagi Cina, Suriah adalah tempat perdagangan mereka, sehingga Cina punya kepentingan untuk menjaga tempat itu. Di sisi lain, AS menganggap Suriah sebagai sarang teror, dan bermaksud menghancurkan terorisme di sana. Dua kepentingan itu menjadikan hubungan AS dan Cina mulai memburuk, dan makin memburuk seiring waktu. Jika ketegangan dua negara itu mencapai titik krisis, konflik mereka akan berimbas pada seluruh dunia.

Guncangnya perekonomian di benua biru

Semula hanya prediksi yang dicetuskan pada tahun 2009, yang mengatakan bahwa benua biru akan mengalami masalah keuangan atau ekonomi. Ternyata, masalah itu benar-benar terjadi, bahkan menjadi krisis yang menggucang banyak negara di sana.

Di antara negara yang terkena dampak paling buruk akibat krisis ekonomi yang terjadi adalah Yunani dan Spanyol, yang kemudian melahirkan pengangguran besar-besaran di dua negara tersebut, dan terus meningkat dari tahun ke tahun, mencapai 27 persen.

Masalah lingkungan yang tak kunjung selesai

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tampaknya tidak juga mampu mengatasi satu masalah yang telah terjadi sejak dulu, yaitu masalah lingkungan. Hutan-hutan terus dibabat, sawah-sawah dan ladang diubah menjadi perumahan, sungai disempitkan karena dibutuhkan sebagai jalan raya, sumber-sumber air bersih tercemar oleh limbah, panas matahari makin tidak ramah, dan serangkaian masalah lingkungan lain yang membawa inti sama, yaitu rusaknya bumi.

Akibat banyaknya masalah lingkungan, bencana pun susul menyusul sebagai tanda bahwa alam mengalami masalah dalam tingkat tinggi. Tapi bencana sesungguhnya belum terjadi, dan dikhawatirkan akan benar-benar terjadi, yaitu mencairnya es di dua kutub bumi. Jika itu terjadi, maka bumi akan mengalami zaman kegelapan seperti di masa lalu.

Tentu akan ada pihak-pihak yang tidak menginginkan bencana mengerikan itu terjadi. Karena mereka tidak mungkin mengatasi atau menghentikan dua kutub bumi mencair, mereka pun mengarahkan perhatian pada penyebab masalah lingkungan bumi, yaitu populasi manusia. Perang Dunia III, sebenarnya, lebih ditujukan untuk mengurangi populasi manusia di bumi, agar tidak semakin banyak kerusakan alam yang terjadi.