6 Tanda Akan Meletusnya Perang Dunia III (Bagian 1)

6 Tanda Akan Meletusnya Perang Dunia III

BIBLIOTIKA - Berdasarkan sejarah, manusia di planet bumi telah mengalami dua kali perang global yang melibatkan negara-negara di dunia, yaitu Perang Dunia I yang terjadi pada 1914 sampai 1918, dan Perang Dunia II yang terjadi pada 1939 sampai 1945. Kini, sebagian orang di dunia mulai khawatir akan meletusnya Perang Dunia III, yang sama-sama akan menyeret negara-negara di dunia saling berperang sebagaimana pada perang global yang terjadi di masa lalu.

Kita memang patut khawatir jika Perang Dunia III benar-benar terjadi, karena dampaknya pasti akan sangat mengerikan. Bukan hanya miliaran manusia akan tewas dalam peperangan tersebut, tapi juga bumi akan mengalami kehancuran luar biasa. Saat ini, berbagai negara telah memiliki senjata-senjata nuklir berkekuatan besar. Jika perang terjadi, dan senjata-senata nuklir itu diluncurkan, bisa dipastikan dampaknya akan sangat menghancurkan.

Meski saat ini dunia telah memiliki PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), dan masing-masing negara menjalin hubungan baik, tapi tidak berarti dunia saat ini dalam keadaan damai. Perang masih terus terjadi di sana-sini, di berbagai negara, dengan banyak alasan, latar belakang, dan kepentingan. Karena itulah, sebagian orang khawatir jika perang-perang yang terjadi di beberapa negara itu kemudian menyeret negara-negara lain hingga terjadi perang global.

Yang mengkhawatirkan, tanda-tanda terjadinya perang global itu sudah tampak. Berikut ini adalah 6 tanda yang diprediksi banyak orang akan menjadi pemicu terjadinya Perang Dunia III.

Kepentingan Rusia dan Amerika Serikat di Suriah

Suriah sedang bergolak akibat ISIS, dan Amerika telah mengirimkan pasukannya ke sana untuk memerangi ISIS. Dunia mungkin memaklumi kalau Amerika ikut campur dalam urusan negara lain, karena selama ini AS memang mengklaim diri sebagai “polisi dunia”. Lebih dari itu, AS selalu berusaha memerangi teroris, dan ISIS dianggap teroris.

Tetapi, tidak hanya Amerika yang ikut campur dalam urusan di Suriah dan memerangi ISIS, karena Rusia juga ikut terjun ke sana. Hal itu membuat banyak orang bertanya-tanya, sekaligus membuat ketakutan. Dengan masuknya AS dan Rusia ke Suriah, artinya ada dua kepentingan sekaligus kekuatan besar yang ada di satu tempat. Dalam hal ini, AS dan Rusia sudah lama diketahui tidak bisa akur, meski di permukaan tampak baik-baik saja.

Lahirnya ISIS dan terorisme yang melanda dunia

Sejak terjadinya peristiwa 9/11 yang menghancurkan menara kembar WTC, Amerika Serikat mulai meningkatkan kecurigaan terhadap beberapa negara di Timur Tengah, dan menganggap wilayah itu sebagai sarang terorisme. Dari situ pula, AS kemudian mengirimkan pasukan untuk memburu para teroris, yang salah satunya Al-Qaeda.

Kenyataannya, ISIS kemudian juga muncul di sana, dan menjadi komplotan terorisme yang menebar ancaman ke seluruh dunia. ISIS menguasai beberapa negara di Timur Tengah, hingga wilayah kekuasaan mereka sangat luas. ISIS juga mengancam akan mulai menyerang negara-negara Eropa.

Lahirnya raksasa komunisme baru di Asia

Amerika Serikat sudah lama diketahui memerangi komunisme di dunia. Permusuhan Amerika dengan Rusia (yang dulu bernama Uni Soviet) juga dilatari oleh kebencian AS terhadap komunisme. Uni Soviet dulu negara komunis, dan AS tak pernah berhenti memerangi mereka, sampai kemudian Uni Soviet runtuh, dan kini berubah menjadi Rusia. Itu pula yang melatari hubungan AS dengan Rusia sampai saat ini bisa dibilang tidak pernah akur, meski Rusia bukan negara komunis.

Baca lanjutannya: 6 Tanda Akan Meletusnya Perang Dunia III (Bagian 2)