5 Negara Ini Mempersiapkan Tentara Super untuk Perang

  5 Negara Ini Mempersiapkan Tentara Super untuk Perang

BIBLIOTIKA - Dalam film-film Hollywood, kita sering menyaksikan suatu teknologi atau penemuan hebat, yang kemudian diarahkan untuk menjadi kekuatan bagi militer. Dalam film Ant Man, misalnya, ada teknologi yang mampu membuat tubuh manusia mengecil hingga seukuran semut, dan teknologi itu dimanfaatkan untuk keperluan militer. Bisa dibayangkan, jika pasukan yang seukuran semut itu menyerang musuh. Hasilnya, musuh tidak tahu dari mana lawan mereka datang, dan tiba-tiba mereka terserang.

Kemudian, dalam film Hulk, ada rencana untuk menggunakan formula serupa, yaitu menciptakan tentara dengan ukuran raksasa serta kekuatan yang hebat dan tak terkalahkan. Namun rencana itu ditentang oleh Bruce Banner, sehingga hanya ia satu-satunya yang bisa menjadi Hulk. Sebagai ilmuwan, Bruce Banner tidak ingin kemampuan super yang dimiliki Hulk dimanfaatkan untuk perang.

Di dunia nyata, upaya-upaya semacam itu sebenarnya sudah ada, meski tentu tidak sefantastis di film-film Hollywood. Di dunia nyata, berbagai negara—khususnya yang punya perhatian khusus terhadap kekuatan militer—telah berupaya menciptakan tentara-tentara super. Tujuannya tentu untuk menahan serangan negara lain, jika sewaktu-waktu terjadi, atau sebaliknya; digunakan untuk menyerang negara lain.

Penciptaan tentara-tentara super itu tidak hanya dilakukan dengan melakukan “modifikasi” pada tubuh mereka, tapi juga memperlengkapi mereka dengan senjata-senjata yang sama super. Bagaimana pun, negara-negara itu ingin yakin bahwa kekuatan militer yang mereka miliki benar-benar dapat diandalkan, karena mereka khawatir kalau negara-negara lain melakukan hal yang sama.

Hingga saat ini, setidaknya ada lima negara yang diketahui berupaya menciptakan tentara super, yaitu Amerika, Rusia, Inggris, Jepang, dan Cina.

Amerika

DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) adalah lembaga di Amerika yang bertugas meneliti masalah-masalah pertahanan, terutama senjata, dan upaya-upaya “memodifikasi” manusia untuk menjadi manusia unggul atau tentara super.

Memang tidak pernah terungkap bagaimaan DARPA melakukan upaya itu. Yang jelas, mereka percaya bahwa individu-individu yang kelak dihasilkan dari rekayasa atau modifikasi mereka akan menjadi sosok tangguh, tak terkalahkan, dan memiliki berbagai kelebihan yang tidak bisa disamai manusia kebanyakan.

Rusia

Rusia adalah saingan Amerika dalam hal teknologi kemiliteran. Sebagaimana Amerika, Rusia juga diketahui membangun tentara super untuk keperluan perang. Vladimir Putin bahkan menyatakan bahwa program itu ditujukan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya Perang Dunia III yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Rekayasa manusia untuk dijadikan tentara super sebenarnya bukan baru kali ini dilakukan oleh Rusia. Di masa lalu, saat Rusia dipimpin oleh Stalin, mereka juga diketahui sempat membangun tentara super, yang menggabungkan kekuatan hewan dan manusia. Namun proyek itu tak berhasil.

Inggris

Setali tiga uang dengan Amerika dan Rusia, Inggris juga melakukan hal yang sama. Mereka membangun tentara super untuk menjadi kekuatan di wilayah Eropa. Untuk keperluan tersebut, Inggris pun menyiapkan banyak teknologi canggih yang ditujukan untuk militer mereka.

Di antara teknologi hebat yang digunakan Inggris untuk tentara mereka adalah helm yang memungkinkan masing-masing tentara berkomunikasi secara nirkabel. Selain itu, mereka juga menyiapkan baju tempur yang dilengkapi aneka persenjataan canggih.

Jepang

Jepang adalah biangnya teknologi, dan mereka tidak mau ketinggalan dalam hal menciptakan tentara super. Salah satu teknologi militer yang telah dihasilkan Jepang adalah eksoskleton. Eksoskleton adalah alat atau sarana yang memungkinkan seorang manusia meningkatkan kekuatan tangan dan kaki, sehingga dapat mengangkat dan menahan beban yang jauh lebih berat.

Selain eksoskleton yang membuat manusia jadi super, Jepang juga mengembangkan berbagai robot yang kelak bisa dikendalikan atau dikombinasikan dengan manusia, hingga menciptakan tentara super yang sulit dikalahkan.

Cina

Sama seperti empat negara lainnya, Cina juga menyiapkan tentara super untuk keperluan perang, yang sewaktu-waktu bisa meletus. Salah satu teknologi super yang telah dihasilkan Cina adalah Enhanced Human Operation atau EHO, yaitu upaya modifikasi manusia secara fisik maupun mental, untuk menghasilkan tentara yang hebat berkekuatan super.

Selain EHO, Cina juga mulai mengembangkan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Kecerdasan buatan itu akan disematkan pada peralatan tempur, sehingga bisa menjalankan aksi tanpa harus dikendalikan manusia.