10 Penemuan Ilmiah Terpenting Tahun Ini (Bagian 3)

  10 Penemuan Ilmiah Terpenting Tahun Ini

BIBLIOTIKA - Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (10 Penemuan Ilmiah Terpenting Tahun Ini - Bagian 2). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah artikel sebelumnya terlebih dulu.

Penemuan #8
Penemuan planet kesembilan di tata surya

Semula, Pluto ditemukan dan dianggap sebagai planet kesembilan, pada abad ke-20. Tetapi kemudian Pluto dikeluarkan dari daftar planet, karena tak bisa dianggap sebagai planet. Sebelum pluto ditemukan, sudah ada teori yang menyatakan bahwa ada sebuah planet lagi yang berpotensi menjadi planet kesembilan (planet X) yang berada di luar Neptunus.

Para ilmuwan yang percaya pada hal itu berargumen bahwa pengelompokan gravitasi hanya bisa disebabkan oleh sebuah benda besar, yaitu sebuah planet. Saat itu mereka menyakini bahwa planet tersebut adalah Pluto. Tetapi, meski begitu, distorsi atau selisih gravitasinya tidak pernah diukur, hingga para ilmuwan di California Institute of Technology melakukan hal tersebut. Dari pengukuran yang mereka lakukan, didapati bahwa planet kesembilan tersebut benar-benar ada, dan memiliki periode orbit selama 15.000 tahun.

Meski masih menjadi hipotesis, namun para astronom telah menghitung, dan orbitnya cukup besar. Jika benar ada, maka planet tersebut kemungkinan memiliki massa 2-15 kali dari massa bumi, dan mengorbit antara 200 dan 1.600 Unit Astronomi (AU) dari matahari. Satu AU adalah 150.000.000 kilometer, yang berarti planet tersebut dapat mengorbit jauh dari matahari, hingga 240.000.000.000 kilometer.

Penemuan #9
Penemuan bilangan prima terbaru

Pada Januari 2016, melalui Great Internet Mersenne Prime Search, para pakar matematika telah menemukan bilangan prima terbaru, yaitu 2^74207281-1.

Kita mungkin bertanya-tanya, mengapa ada proyek untuk menentukan nomor tersebut. Di dunia matematika, hal itu sangat penting, terutama untuk kriptografi modern, karena mereka membutuhkan nomor-nomor bilangan prima untuk melakukan pengodean data.

Bilangan prima terbaru itu adalah pemegang rekor untuk bilangan prima terpanjang, dan hampir 5 juta digit lebih panjang dari pendahulunya. Jumlah digit untuk bilangan prima terbaru itu jatuh tepat di bawah 24.000.000, sehingga cara penulisannya menjadi 2^74207281-1.

Penemuan #10
Temuan terbaru tentang awal kehidupan multisel

Sebuah mutasi genetik 800 juta tahun lalu kini membuka pengetahuan baru. Para peneliti menemukan, bahwa molekul kuno GK-PID menjadi alasan organisme bersel tunggal mulai berkembang menjadi organisme multisel, sekitar 800 juta tahun yang lalu.

Molekul kuno itu memiliki fungsi yang sama seperti molekul carabiner, namun berbeda dalam perilaku. Molekul carabiner mampu menarik kromosom untuk bersama-sama menempel di membran sel bagian dalam, saat pembelahan terjadi. Hal itu memungkinkan sel untuk menyalin dengan benar, dan menghindari terjadinya kanker.

Namun, penemuan ini menunjukkan hal lain yang menarik, yaitu GK-PID memiliki perilaku yang berbeda dengan yang ada saat ini. Satu-satunya alasan kenapa GK-PID mampu melakukan fungsi seperti carabiner adalah karena mutasi tunggal, dan hal itu menjelaskan bahwa kehidupan multisel adalah hasil dari satu sel tunggal yang mengalami mutasi identifikasi.