10 Film Hollywood Terlaris Sepanjang Masa

 10 Film Hollywood Terlaris Sepanjang Masa

BIBLIOTIKA - Pembuatan film adalah proyek besar, karena harus melibatkan banyak orang. Dari para aktor dan aktris pemeran, sutradara, penulis skenario, produser, sampai kru yang terlibat dalam proses syuting. Selain melibatkan banyak orang, produksi film juga membutuhkan biaya besar. Karenanya, selain berharap bisa memenangkan penghargaan semacam Piala Oscar, pembuatan film juga diharapkan bisa mendatangkan keuntungan besar.

Film-film yang mendapatkan penghargaan semacam Oscar tentu film-fim yang dinilai memiliki kualitas unggul, baik dari segi sinema atau pun pemerannya. Sementara film-film yang mendapatkan pemasukan besar adalah film-film yang masuk dalam golongan box office, yang mampu menjaring jumlah penonton dalam jumlah besar sehingga mendatangkan pemasukan dan keuntungan yang sama besar.

Terkait film-film box office, berikut ini adalah sepuluh film box office produksi Hollywood yang mendatangkan pemasukan terbesar, sehingga disebut film terlaris sepanjang masa. Daftar berikut ini lebih ditujukan pada film-film klasik, ketika pencapaian mereka benar-benar membuat tercengang—bukan film-film modern yang dibuat akhir-akhir ini dengan teknologi canggih.

Gone with the Wind (1939)
Total pemasukan: Rp 24,2 triliun

Gone with the Wind adalah film yang diangkat dari novel berjudul sama, karya Margaret Mitchell. Novel itu memenangkan penghargaan Pulitzer Prize, dan menjadi salah satu novel terlaris sepanjang masa, dengan total penjualan mencapai 28 juta eksemplar yang terbit dalam 155 edisi.

Kesuksesan Gone with the Wind rupanya tidak sebatas novelnya. Ketika novel itu diadaptasi menjadi film pada 1939 oleh David O. Selznick, Gone with the Wind juga berhasil menjadi film terlaris sepanjang masa. Selain mendatangkan pemasukan dalam jumlah besar, film ini juga memenangkan 11 penghargaan Oscar, termasuk penghargaan pertama bagi aktor kulit hitam, Hattie McDaniel.

Star Wars (1983)
Total pemasukan: Rp 21,3 triliun

Film pertama Star Wars didistribusikan oleh 20th Century Fox, dan film itu “diboikot” oleh 40 bioskop yang waktu itu ada di bawah jaringan 20th Century Fox. Alasan pemboikotan itu karena rata-rata bioskop memperkirakan film Star Wars tidak akan mampu menarik pengunjung, yang artinya hanya akan membuat mereka rugi.

Menghadapi kenyataan itu, 20th Century Fox mengancam bioskop-bioskop yang menolak menayangkan Star Wars tidak akan memperoleh hak tayang serial film The Other Side of Midnight (1977), yang telah terbukti laris. Akhirnya, bioskop-bioskop itu pun menerima film Star Wars, dan menayangkannya di gedung teater mereka. Hasilnya, Star Wars yang diperkirakan tidak laku itu justru mendatangkan pemasukan yang sangat besar, bahkan melebihi nilai keuntungan yang diperoleh The Other Side of Midnight.

The Sound of Music (1965)
Total Pemasukan: Rp 17 triliun

The Sound of Music adalah film klasik yang tak terlupakan. Pada 2015, film itu memasuki usia 50 tahun. Menyambut peristiwa itu, Lady Gaga menyanyikan medley lagu-lagu The Sound of Music, di antaranya Edelweiss, My Favorite Things, dan Climb Every Mountain, dalam acara Academy Awards ke-87.

E.T.: The Extra-Terrestrial (1982)
Total pemasukan: Rp 17 triliun

Disutradarai oleh Steven Spielberg, E.T.: The Extra-Terrestrial adalah fenomena besar, karena menjadi film dengan pendapatan terbesar pada 1982, serta menjadi film tersukses dalam sejarah, sampai Steven Spielberg memecahkan prestasi tersebut dengan film Jurassic Park (1993) yang dirilis pada tanggal yang sama 11 tahun kemudian, yaitu pada 11 Juni.

Titanic (1997)
Total pemasukan: Rp 16,2 triliun

Titanic diperankan oleh aktor Leonardo DiCaprio dan aktris Kate Winslet, serta disutradarai oleh James Cameron. Selain mendapatkan pemasukan dalam jumlah sangat besar, Titanic juga memperoleh nominasi Oscar dengan 14 kategori, namun tidak memenangkan satu pun. Sementara Gloria Stuart, yang memerankan Rose tua, menjadi nomine Best Supporting Actress pada usia 87, sehingga menjadikannya aktris tertua yang masuk nominasi Oscar.

The Ten Commandments (1956)
Total pemasukan: Rp 15,7 triliun

The Ten Commandments menjadi film religius dengan pendapatan terbesar, sehingga beberapa kali dibuat ulang demi harapan bisa mendulang keuntungan serupa.

Jaws (1975)
Total pemasukan: Rp 15,3 triliun

Jaws adalah film yang menceritakan serangan hiu kepada manusia, dan “pertunjukan” itu rupanya memancing minat banyak penonton untuk melihat. Kenyataannya memang tidak mengecewakan, karena film itu memang tampil bagus, meski hiu yang ada dalam film adalah hiu mekanik yang dibuat persis aslinya. Selain mencekam dan realistis, Jaws juga mendatangkan pemasukan dalam jumlah luar biasa.

Doctor Zhivago (1965)
Total pemasukan: Rp 14,8 triliun

MGM, studio yang memproduksi film Doctor Zhivago, sebelumnya memperoleh keuntungan besar saat memproduksi film Gone with the Wind pada 1939. Dengan Doctor Zhivago, MGM mendapatkan keuntungan terbesar kedua sepanjang sejarah berdirinya studio tersebut.

The Exorcist (1973)
Total pemasukan: Rp 13,2 triliun

The Exorcist menjadi film horor pertama yang dinominasikan menjadi Best Picture dalam Academy Award. Setelah itu, berturut-turut menyusul film Jaws (1975), The Silence of the Lambs (1991), The Sixth Sense (1999), dan Black Swan (2010). The Exorcist pada akhirnya tidak hanya menjadi film horor klasik, tapi juga mendatangkan banyak keuntungan.

Snow White and the Seven Dwarfs (1937)
Total pemasukan: Rp 13 triliun

Snow White and the Seven Dwarfs diproduksi oleh studio Walt Disney, dan diperankan oleh aktris Adriana Caselotti. Tidak jauh beda dengan film-film yang telah disebut sebelumnya, film ini pun menjadi film klasik yang box office.