Tips Memilih dan Menyimpan Jahe

Tips Memilih dan Menyimpan Jahe

BIBLIOTIKA - Dari bentuknya yang unik dan menarik, bumbu dapur yang kaya manfaat ini mudah dikenali. Di pasaran, jahe segar mudah ditemukan. Begitu pula yang berbentuk bubuk. Jenis ini biasanya digunakan untuk membuat minuman.

Ketika membeli jahe segar, pilihlah yang kulitnya masih tipis, licin, lembap, memiliki warna kuning keemasan, dan tidak peot. Selain itu, pilih yang aromanya keras dan segar.

Kalau membeli jahe bubuk yang sudah dikemas, perhatikan kemasan dan waktu kadaluwarsanya. Jahe bubuk yang baik memiliki rasa pedas dan agak manis, dengan aroma yang segar.

Ketika menggunakan jahe untuk masakan, jangan mengganti jahe segar dengan bubuk, karena rasa masakan yang dihasilkan akan berbeda. Meski begitu, jahe bubuk bisa digunakan untuk membuat roti atau pie.

Simpanlah jahe segar di tempat yang memiliki suhu ruangan seperti halnya Anda menyimpan kentang. Kalau mau menyimpan di dalam lemari pendingin, bungkuslah dengan kertas atau alumunium foil, lalu masukkan ke dalam plastik, agar tidak cepat berjamur. Selain itu, cara ini juga menjadikan jahe segar tahan sampai beberapa minggu, asal sering mengganti kertasnya.

Kalau mau menyimpan jahe segar untuk waktu yang lama, simpanlah di dalam freezer. Begitu diperlukan, bisa langsung digunakan tanpa harus didiamkan terlebih dulu. Meski begitu, langkah ini bisa mengubah aromanya.

Untuk mendapatkan jahe yang selalu segar, Anda bisa menanamnya sendiri di dalam pot. Selain mudah dalam penanamannya, Anda juga tinggal mencabutnya jika membutuhkannya.